Perbedaan generasi bisa menjadi sesuatu yang canggung dikarenakan perbedaan jaman. Yang lumayan umum adalah pada hubungan orang tua dan anaknya. Terkadang orang tua bisa tak mengerti akan hobi anaknya. Dan sebaliknya ada juga orang tua yang sehobi dengan anaknya. Dan bicara soal itu, baru-baru ini muncul sebuah pembicaraan dalam sosmed Twitter Jepang, yang membuat netizen Jepang diskusi, “Gimana rasanya punya ortu Otaku?”

ortu otaku

translate by Cheesy Ben

Topik pembicaraan ini diawali dengan Tweet dari user @xamethyx. Ia memberikan list hal positif dan negatif dari memiliki orang tua yang Otaku.

Hal Positif dari memiliki orang tua yang Otaku:

  • Tak perlu sembunyi-sembunyi kalau beli otaku merchandize.
  • Tak perlu takut mereka akan membuang merchandize itu sembarangan.
  • Bisa mengajak mereka menikmati seri yang sedang kau sendiri ikuti berbarengan.

Hal negatif dari memiliki orang tua yang Otaku:

  • Ketika ibu berumur 50-an menyanyikan lagu oFuro oFuro anime Index sambil meniru suara karakter Index.

Sesuatu yang unik untuk dibayangkan ya. Dan dari situ muncul berbagai respon akan topik ini. Selain memberi tanggapan, beberapa user lain ada juga yang menceritakan berbagai momen Otaku yang menjadi penghubung antara mereka dengan orang tua mereka, atau menceritakan hobi otaku orangtua mereka.

Ada yang orangtuanya masing-masing otaku akan seri yang berbeda. Sang ibu pemain game Pokemon, dan pernah menaikkan level pokemonnya sampai level 99. Sedangkan sang ayah sangat suka baca seri light novel Monogatari.

Ada yang orangtuanya diubah jadi otaku oleh anaknya 😀 ia menunjukkan anime Himouto Umaru-chan kepadanya dan ibunya jadi fans. Sebagai efek samping, mirip xamethyx, sang ibu jadi suka meniru suara Umarun.

Sebaliknya, ada juga yang mengaku kalau keluarganya mengikuti pola kebalikan. Dimana ia mulai punya hobi otaku karena pengaruh orangtuanya.

Ada yang senang karena ia dan ibunya memiliki hobi yang sama dalam bentuk anime. Sayangnya sang ibu itu juga sering mencoba membuat Putranya jadi Yaoi Fans 😀

Ada yang pada ulang tahun ke-20, yang merupakan umur seseorang dianggap benar-benar dewasa di Jepang, diberikan hadiah oleh ortu otaku nya berupa… eroge 😀 spesifiknya, game visual novel berjudul Hello World buatan NitroPlus.

Yang jelas, mayoritas berpendapat kalau pada akhirnya, memiliki ortu yang otaku lebih memberi banyak keuntungan 😀 Bagaimana dengan mina-san sendiri? Apakah ada momen ke-Otaku-an yang terjadi antara orangtua dan anak yang mina-san pernah alami? Seperti misalkan dibantu dalam cosplay atau dibelikan atau membelikan hadiah jeJepangan?