Seiyuu atau voice acting atau pengisi/sulih suara adalah pekerjaan yang bagaikan impian bagi beberapa fans anime/game. Apalagi jaman sekarang ini dengan makin maraknya media anime dan game dimasa modern ini. Tak heran juga jika kita melihat event-event dan aktivitas keren yang dilakukan para Seiyuu di Jepang. Tapi dibalik tontonan penuh warna yang bergemilang tersebut, ada juga sisi gelap industri Seiyuu modern masa kini..

Hal ini dikabarkan oleh artikel dari website Nikkan Taishuu. Dimana artikel tersebut memberikan penjelasan akan realita industri Seiyuu di Jepang saat ini. Yang infonya didapat dari berbicara dengan anggota staff dari sebuah perusahaan produksi anime.

Dan kenyataan gelap akan industri Seiyuu sekarang adalah, semakin sulitnya untuk menjadi seorang Seiyuu. Memang tak ada mimpi yang bisa dengan mudah langsung didapat, tapi menjadi Seiyuu sekarang ini memiliki baanyak sekali halangan dan rintangan, yang lebih banyak lagi daripada dulu.

Mungkin mina-san ada membaca artikel Seiyuu ganteng atau cantik. Wuih sudah bisa ngisi suara bishie, balik layarnya juga bishie, keren ya… tapi itu juga jadi salah satu alasannya. Sekarang ini tak seperti Seiyuu generasi dulu. Wajah dan penampilan menjadi bagian utama Seiyuu, walau mereka tetap berakting dibalik layar.

https://www.youtube.com/watch?v=ynNfTNCHu94

Ini karena menjadi Seiyuu sekarang, diharapkan untuk bisa lebih banyak tampil dimuka, baik itu dalam event atau konser. Dan hal itu perlu banyak sekali dilakukan, karena itu membuat semakin banyak promosi diri kepada fans, menaikkan popularitas dan kesempatan mendapatkan peran dalam anime/game.

Seiyuu pemula juga semakin dipersulit lagi mencari pekerjaan, dengan banyaknya juga penyanyi/idol yang mencoba menjadi Seiyuu. Contohnya ada Konomi Suzuki yang akan berperan dalam anime Lost Song. Tapi selain dia, beberapa idol lulusan AKB48 juga melakukannya. Seperti Shimazaki Haruka, yang sudah mengisi suara dalam movie anime Yokai Watch, berencana menjadi Seiyuu setelah lulus. Berkat kemampuan menyanyi dan pengalaman idol, mereka sudah punya banyak fans, dan lebih mudah menjadi Seiyuu.

Skill voice acting saja juga belum tentu bisa membawa seorang Seiyuu maju. Koneksi pekerjaan bisa lebih membawa kemungkinan mendapatkan peran. Seiyuu juga perlu stand out dengan membangun relasi dengan staff agensi dan atau staff studio anime. Ada kemungkinan mereka juga perlu ikut acara minum-minum untuk melakukannya, sesuatu yang umum di Jepang baik itu dalam industri/pekerjaan apapun.

Dan selain itu, pekerjaan Seiyuu untuk pemula tak memberi banyak uang. Ada juga yang mencari alternatif dengan mengisi suara di mobile games untuk memulai karir mereka, tapi pada akhirnya bayarannya juga tak seberapa. Tapi alternatif ini tetap dipakai karena kalau game itu terkenal, ada kemungkinan game itu mendapat adaptasi anime.

industri seiyuu

Point terakhir itu sesuatu yang sepertinya berhubungan dengan keadaan industri anime secara keseluruhan saat ini, selain lingkungan kerja yang tak begitu bagus. Pada akhirnya, perlu diingat kalau pekerjaan dalam industri anime di Jepang membutuhkan usaha dan ketahanan yang besar. Jika mau memasukinya, lebih baik dipikirkan dahulu matang-matang, untuk menghindari kekecewaan jika hasilnya tak sesuai harapan.

Kalau di negara Indonesia ini sih sepertinya beda lagi situasinya, tapi semoga berita ini bisa memberikan sudut pandang dan wawasan baru bagi mina-san 😉