Shinsengumi, sebuah nama yang sudah menjadi rahasia umum diantara akiba-chan danakiba-kei yang gemar menelusuri sejarah jepang. Bahkan, pedang – pedang yang pernah dimiliki anggota satuan kepolisan khusus ini ikutan famous di berbagai genre anime dan game bagi para kaum muda.

Pembentukan satuan khusus ini bermula Bakufu meminta ronin untuk mengawal Shogun Iemochi ke Kyoto untuk bertemu dengan Kaisar Koumei. Matsudaira Katamori, tuan tanah dari Aizu, diberikan tanggung jawab untuk menjamin keselamatan Shogun selama beliau ada di Kyoto.

Sayangnya, pertikaian mulai pecah di Kyoto oleh pasukan bernama Sonnou Joui oleh para ronin yang pro – imperial. Dibentuk lah Roushigumi untuk melawannya. Perekrutan anggota ini sampai ke Edo. Kiyokawa Hachirou adalah orang yang bertanggung jawab atas perekrutan Roushigumi. Saat keadaan di Kyoto semakin memanas, muncul perintah bagi Kiyokawa untuk membawa kembali pasukannya ke Edo. Tetapi, 13 orang dari Roushigumi menolak untuk kembali ke Edo dan meminta Matsudaira untuk mengizinkan mereka tetap di Kyoto. Mereka meminta untuk diizinkan menyelesaikan tujuan awal mereka ke Kyoto, yaitu melidungi Shogun.

statue-of-kondo-isami-ryugen-ji

13 Roushigumi yang tersisa bergabungan dengan lima orang yang baru saja direkruit dan berganti nama menjadi Mibu Rôshigumi. Misi dari Mibu Roshigumi berubah dari melindungi Shogun menjadi patroli di sekitar jalan Kyoto. Pada tanggal 18 Agustus 1863, Mibu Rôshigumi berubah nama menjadi Shinsengumi.

Shinsengumi dipimpin oleh Isami Kondo dengan wakil Hijikata Toushizou. Anggota shinsengumi yang tidak kalah terkenalnya dengan dua nama di atas adalah Okita Shouji, yang meninggal di usia muda karena penyakit.

Baca Juga : Tokugawa Ieyasu : Shogun Yang Namanya Tak Pernah Dilupa

Hijikata dikenal lebih sadis daripada komandannya sampai mendapat gelar “Oni no Fukuchou”. Ia membuat larangan – larangan sebagai berikut :

  1. Melanggar bushido.
  2. Meninggalkan Shinsengumi.
  3. Mengumpulkan uang untuk keperluan pribadi.
  4. Ikut campur masalah kelompok lain.
  5. Terlibat perkelahian yang bersifat pribadi.
  6. Bagi yang melanggar silahkan melakukan seppuku.

Shinsengumi hijikata-toshizou

PERISTIWA IKEDAYA

Para pemberontak mencoba membakar Kyoro pada bulan Juni 1846. Aksi ini berhasil digagalkan oleh Shinsengumi dalam pertikaian di Ikedaya. Shinsengumi yang memang sudah terkenal menjadi semakin dikenal di kalangan masyarakat luas. Dalam satu malam pasukan khusus pelindung Kyoto itu banyak sekali menerima “pelamar”. Pada puncaknya, Shinsengumi berhasil mengumpulkan hampir 300 anggota. Tidak lama setelah pengunduran diri Tokugawa Yoshinobu, Shinsengumi tetap setia ke Tokugawa Bakufu dan meninggalkan Kyoto untuk kembali ke Edo dengan damai di bawah pengawasan Wakadoshiyori Nagai Naoyuki.

Mereka kemudian ditempatkan sebagai kesatuan keamanan di Fushimi dan ikut ambil bagian dalam Perang Toba-Fushimi. Sayangnya, saat melanjutkan pertempuran di luar Edo, Isami Kondo tertangkap dan dipenggal oleh Pemerintahan Meiji. Shinsengumi membagi bagian menjadi dua. Saitou Hajime membawahi pasukan untuk melindungi Aizu sementara Hijikata Toshizou dan pasukannya pergi ke utara untuk bergabung dengan pasukan dari Ezo.

Wafatnya Hijikata Toshizou pada tanggal 20 Juni 1869 dianggap sebagai tanda berakhirnya Shinsengumi.