Anime memang seru untuk dinikmati, tapi pembuatannya sangatlah tidak mudah dan suka muncul masalah. Dengan masalah gaji animator menjadi salah satu yang dikenal, dengan kecilnya upah pekerja animator anime pemula, belum lagi pekerjaannya yang begitu melelahkan. Dan kadang tak hanya besar upahnya, tapi pemberiannya juga suka ada masalah, seperti staff anime JoJo yang baru dapat gaji setelah telat dua bulanan.

Dan staff tersebut telah dikabarkan sebelumnya. Ia adalah animation director dari anime JoJo no Kimyou Na Bouken part 5 Golden Wind, Ashiya Kohei. Minggu lalu ia menggerutu melalui Twitter kalau ia belum mendapatkan upah dari kontribusi kerjanya dalam anime tersebut.

Anime JoJo Golden Wind pertama ditayangkan sejak Oktober 2018 lalu dan Ashiya mengatakan kalau ia telah terlibat sejak episode pertamanya. Episode terakhir JoJo Golden Wind ditayangkan akhir Juli tahun ini, dan sejak saat itu Ashiya masih belum juga mendapatkan gajinya.

Akan tetapi untungnya, minggu ini Ashiya mengabarkan melalui Twitter kalau ia berhasil mendapatkan gajinya, walau masih ada beberapa masalah. Dan juga memberikan sedikit penjelasan kenapa gajinya bisa telat datangnya.

Ashiya mengatakan kalau ia sebenarnya telah terlibat dalam anime JoJo sejak adaptasi anime part pertamanya, akan tetapi baru dalam anime part 5 ini ia mendapati masalah pembayaran gajinya. Dan itu karena untuk Golden Wind, produksinya memiliki setup yang berbeda.

Penyebab kenapa ia tak menerima gaji adalah karena untuk mendapatkannya dokumennya perlu diisi dengan cara tertentu, dan perusahaan produksinya lupa mengingatkan cara prosedur yang tepat untuk bisa menerima bayarannnya.

Ashiya juga mengatakan kalau ia tidak menerima kontrak yang menjelaskan garis besar prosedurnya, dan situasi ini unik hanya terjadi dalam produksi projek ini. Untungnya Ashiya berhasil dengan cepat menghubungi seorang produser, dan ia jadi bisa mendapatkan bayarannya.

Akan tetapi masalah ini belum sepenuhnya selesai, karena Ashiya percaya kalau ia seharusnya menerima kompensasi dari keterlambatan penerimaan gajinya atas dasar hukum subkontrak. Dan ia juga merasa khawatir kalau ia mungkin takkan diajak bekerja dalam projek anime JoJo lagi, seperti anime Kishibe Rohan dimana produksinya mau berjalan tapi tak ada yang menghubunginya.