Game Fate/Grand Order masih meriah saja saat ini, akan tetapi itu bukan berarti game tersebut 100% lancar, dengan bisa saja muncul halangan bagi mobage ternama itu. Dan yang baru datang dari negara China, dimana ditemukan kalau versi China dari game tersebut mendapatkan serangan sensor yang lumayan parah, dan efeknya juga lumayan luas karena terjadi kepada belasan karakter Servant FGO yang merupakan figur asal sejarah China.

Efek sensor tersebut adalah dengan membuat hilangnya visual art para karakter tersebut, menghilangkan rekaman audio dialog karakternya, membuat namanya hanya berupa kode dan class mereka, dan juga melakukan perubahan pada keterangan karakter tersebut.

Dan perubahan juga ada pada efek summon gacha dimana saat rolling dan mendapatkan karakter tersebut, class card yang keluar dari gacha akan menyala tapi tidak berubah jadi karakter melainkan tetap bervisual class card dari Servant tersebut.

Dan seperti yang dikatakan diawal semuanya yang kena efek adalah para figure asal China. Mereka adalah Assassin Wu Zetian, Ruler Qinshi Huangdi, Lancer Qin Liangyu, Lancer Nezha, Rider Red Hare, Berserker Lu Bu, Foreigner Yang Guifei, Berserker Xiang Yu, Caster Xuanzang, Assassin dan Lancer Yu Mei-Ren, dan Rider Reines yang walau dari Inggris tapi jadi satu dengan roh Sima Yi.

Tapi yang anehnya, setidaknya untuk saat ini, entah kenapa sensor bilibili tersebut tidak terjadi kepada karakter Waver Velvet yang juga karakter Inggris seperti Reines tapi jadi satu dengan roh Zhuge Liang, dan juga kepada Servant Chen Gong, Li Shuwen, Yan Qing, dan Wen Lanling.

Ini bukan pertama kalinya bilibili melakukan sensor macam itu, dengan beberapa tahun lalu mereka juga melakukan hal serupa kepada karakter Mata Hari dan Boudica, tapi setidaknya untuk kedua karakter itu mereka hanya buat supaya visual Saint Graph karakternya kosong, tidak seekstrim saat ini yang sampai menghilangkan audio dan nama dan mengedit keterangannya.

Sesuatu yang mungkin diduga penyebab terjadinya sensor tersebut adalah diumumkannya hukum baru dalam negara China pada akhir Agustus kemarin, yang terkenal memandang rendah industri gaming. Yaitu dengan membatasi jam main remaja dan anak-anak yang membuat mereka hanya boleh main game total selama 3 jam dalam seminggu.