Muramasa Sengo (千子村正 / Sengo Muramasa) adalah seorang pembuat pedang terkenal yang mendirikan sekolah pembuat pedang. Muramasa hidup selama periode Muromachi (abad ke-16) di Jepang. Dalam Buku yang dibuat oleh Oscar Ratti dan Adele Westbrook mengatakan bahwa Muramasa adalah seorang swordsmith terkenal yang pandai dalam pembuatan pedangnya namun memiliki perawakan yang kejam dan gila, kekejaman dan kegilaannya tersebut tercemin pada setiap bilah pedang buatannya. Siluet dan pancaran pedang ditambah ketajaman setiap sisi pedang buatannya mampu memperlihatkan kekejaman pembuatnya sekaligus pengguna pedang tersebut.
img55817552

Keagungan pedang buatan Muramasa akhirnya jatuh pada saat Tokugawa Ieyasu diangkat menjadi shogun dan mendirikan Keshogunan Tokugawa atau era Tokugawa pada tahun 1603.

Dikatakan bahwa, Ieyasu telah banyak kehilangan saudara dan teman dikarenakan pedang Muramasa yang sempat juga telah melukai dirinya. Sehingga ia melarang para samurai untuk memakai pedang / katana yang dibuat oleh Muramasa pada era Tokugawa. Karena dicap sebagai pedang pembunuh dan stigma negatif yang menyebar maka banyak sejarah yang mencantumkan pedang tersebut dirubah bahkan dihapus. Bahkan sejak seringnya terjadi pemberontakan di era tokugawa dengan pedang muramasa yang dipakai untuk senjata pemberontak maka pemalsuan katana mengatasnamakan buatan muramasa pun sering terjadi.

Pedang Muramasa pada era tokugawa sering dibandingkan dengan dengan pedang Masamune. Honjo Masamune, adalah pedang simbol Shogunat Tokugawa yang membuat pedang Masamune, pembuat pedang terkenal di Jepang di awal abad 14 yang konon mereka adalah bekas guru dan murid.

Masamune Okazaki juga sering dipanggil dengan nama Goro Nyudo Masamune (pendeta Goro Masamune), merupakan pembuat pedang legendaris dari jepang. Tidak diketahui tanggal dan tahun berapa Masamune hidup, tetapi banyak yg percaya dia hidup di akhir abad 13 dan awal abad ke 14, 1288 – 1328. Dia membuat pedang yang dikenal dengan nama tachi dan pisau dengan sebutan tanto di tradisi Soshu. Dia dipercaya bekerja di daerah provinsi Sagami. Masamune dipercaya bekerja di provinsi Sagami pada akhir era Kamakura ( 1288-1328 ) dan dia juga dilatih oleh orang dari provinsi Bizen and Yamashiro seperti juga Kunitsuna and Kunimitsu. Gaya membuat pedang Masamune terkenal akan keindahan dan kualitasnya. Masamune belajar membuat pedang dibawah bimbingan Shintogo Kunimitsu dan dia membuat gaya sendiri dengan menggabungkan kedua aliran pembuat pedang yang dia pelajari dan menyempurnakan nya. Pedang buatannya yg terkenal adalah Honjo Masamune yang merupakan pedang yang diwariskan turun-temurun kepada tiap-tiap shogun.
ms-1
Pedang buatan Masamune sering di bandingkan dengan pedang buatan Muramasa. Banyak yang menyebut pedang Masamune ini melambangkan kedamaian sedangkan pedang Muramasa adalah pedang melambangkan pedang yang haus darah. Sebenarnya jaman kedua pembuat pedang sangat berbeda sehingga untuk dibandingkan sangat lah sulit, legenda yang beredar sangat tidak dapat dipercaya karena hasil dari pedang yang di buat kedua orang ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan kedua pembuat pedang ini sangat di kagumi di masa mereka hidup.
Ada sebuah legenda dari pedang Masamune dan pedang Muramasa, kedua pedang tersebut dimasukkan bersama-sama ke dalam sebuah sungai penuh dengan daun teratai. Daun teratai berputar di sekeliling kedua pedang tersebut, pedang Masamune tak sedikitpun tersentuh oleh daun teratai namun daun teratai mendekat pedang Muramasa dan memotong daun tersebut.
Kenapa pedang Muramasa dianggap haus darah? Dalam sejarah juga tertulis, pedang muramasa harus terkena darah atau mengambil darah seseorang sebelum dapat disarungkan kembali, bahkan sampai memaksa para wielder atau lebih dikenal dengan para samurai untuk melukai dirinya sendiri atau harakiri tanpa disadari. Oleh karena itu, pedang ini dianggap sebagai pedang terkutuk atau pedang iblis yang menciptakan orang-orang atau para samurai yang haus darah saat menggunakannya.

 

  • Ja’abik Fatchullah

    gan,katanya pedang masamune tak diketahui bener gak?