Apakah Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian mengenal ramen? Itu lho, makanan kesukaaan Naruto yang bentuknya mie. Ingat kan? Walaupun masih banyak yang proses pembuatannya secara tradisional alias manual (terutama di kedai-kedai pinggir jalan), ramen tetap termasuk ke dalam jenis mie instan di Jepang. Mengapa bisa begitu? Karena sekarang, ramen sudah tersedia dalam wujud kemasan instan yang mudah sekali penyajiannya. Cukup direbus atau disiram air panas, ramen telah siap untuk disantap!

Apakah Minasan juga suka menyantap mie instan? Entah itu yang kemasan biasa atau wadah cup (styrofom), keduanya sama-sama nikmat untuk penunda lapar bukan? Nah, pada kesempatan kali ini, Akiba Nation akan mengulas sejarah terciptanya mie instan di Jepang. Bagaimana? Tertarik untuk membacanya sejenak? Selain menambah wawasan, kegabutan Minna juga bakal terobati. Jadi, langsung saja, simak ulasannya di bawah ini. Cekidot! 😉

Perang Dunia Kedua

Sejarah mie instan di Jepang-1.

Perang selalu meninggalkan warisannya tersendiri bagi setiap negara. Saat itu, Jepang dalam kondisi yang semrawut akibat gempuran pihak sekutu. Ekonomi turun drastis, kerusuhan di mana-mana, dan kelaparan melanda masyarakatnya akibat nyaris seluruh lahan pertanian rusak dibombardir rudal nuklir. Di tengah kesusahan itu, rakyat Negeri Bunga Sakura tidak berputus asa. Mereka terus mencari solusi, terutama mengenai bahan pangan. Cara bagaiman menuntaskan kelaparan yang pada saat itu mencapai titik paling tinggi selalu dipikirkan.

Krisis pangan yang menimpa negeri maju tersebut menumbuhkan banyak pasar gelap, yang mana makanan akan dijual dengan harga sangat mahal di sana demi memperoleh keuntungan pribadi. Pencurian, perampokan, pembunuhan, penculikan, pemerkosaan, dan peristiwa kriminal lainnya banyak terjadi di Jepang. Bahkan, kasus perdagangan manusia ke luar negeri juga kerap dijumpai. Penyakit yang diawali gizi buruk pun merajalela. Jepang benar-benar berada dalam masa kelamnya. Kemunculan Momofuku Ando membawa secercah cahaya ketika Jepang terpuruk dalam kegelapan.

Momofuku Ando

Sejarah mie instan di Jepang-2.

Momofuku Ando tercatat dalam sejarah sebagai tokoh yang sangat berpengaruh pada masa itu. Namanya selalu dikaitkan dengan sejarah kelahiran mie instan di Jepang. Bahkan, julukan baginya adalah Bapak Mie Instan. Masa kecil Ando banyak dihabiskan di toko pakaian milik kakek dan neneknya. Berkat masa kecilnya yang banyak bersinggungan dengan dunia bisnis, Momofuku-san sudah banyak mendirikan usaha di usia 20-an, mulai dari usaha tekstil, produksi lentera, alat pembakaran arang, garam, hingga mendirikan sekolah swasta.

Minasan wajib tahu, Jepang sangat berterima kasih atas jasa Momofuku Ando pasca perang dunia kedua. Awalnya takdir mengantarkan Ando ke salah satu pasar gelap di sekitar Osaka pada musim dingin. Ia melihat sebuah kedai ramen yang diserbu berjibun pelanggan dengan antrean amat panjang. Ide penciptaan mie instan pun tercetus dalam benak Momofuku kecil. Ia berpikir, kehadiran mie instan yang bisa dimasak di mana pun dan kapan pun dapat membuat banyak orang tidak lagi mengantre lama hanya untuk mendapatkan semangkuk mie panas.

Inovasi

Sejarah mie instan di Jepang-3.

Apa yang menjadikan sejarah mie instan terlihat begitu mengesankan di mata rakyat Jepang? Pertama, karena ada hubugannya dengan karakter bangsa Jepang itu sendiri. Ada sebuah budaya yang dinamakan ‘kaizen’. Ini merupakan budaya yang menanamkan karakter pada penduduk Negeri Bunga Sakura, yakni sifat rajin dalam meningkatkan sesuatu secara terus-menerus dari waktu ke waktu. Bisa dibilang, inilah budaya inovasi orang Jepang! Dan mie instan merupakan produk yang bisa dibilang paling ‘ajaib’ di zamannya.

Baca juga: Wih, Jepang Hadirkan Mie Instan “Rasa Indonesia”

Kedua, mie instan merupakan produk inovasi yang unik dan mampu menyelamatkan banyak orang yang kelaparan. Momofuku Ando dikenal sebagai pahlawan Jepang dengan karya inovasi mie instannya. Ia telah memberikan pertolongan besar di tengah krisis bahan pangan dan membantu Jepang untuk kembali bangkit pasca kekalahannya dalam perang dunia kedua. Lalu kenapa bisa disebut unik? Hal ini disebabkan Bapak Mie Instan menemukan produknya bukan di laboratorium atau ruangan sejenisnya, melainkan di halaman belakang rumah dengan peralatan seadanya.

Lima Syarat

Sejarah mie instan di Jepang-4.

Ada lima syarat yang menurut Momofuku Ando harus dipenuhi dalam pembuatan mie instan. Tak heran jika sampai sekarang, produk bikinan Ando masih terus diproduksi dan disukai oleh masyarakat luas, bahkan menjadi buah tangan bagi para turis. Selain itu, lima syarat yang dianjurkan Momofuku-san menjadi pedoman utama perusahaan-perusahaan mie instan di Jepang dan dirinya menjadi simbol emas dari para produsen itu. Oh iya, di bawah ini yaitu lima syarat tersebut.

Pertama adalah rasa. Rasanya harus enak dan tak bikin bosan walau dimakan berulang kali. Kedua, awet. Produk mie instan harus awet disimpan pada ruangan bersuhu normal untuk jangka waktu yang lama. Ketiga, gampang dibuat. Mie instan haruslah gampang dibuat dan tidak merepotkan. Keempat, yakni harga. Harganya harus murah dong, jadi semua orang bisa mencobainya. Kelima, aman. Mie instan wajib disesuaikan dengan standar kesehatan yang berlaku.

 

Fakta Unik

Sejarah mie instan di Jepang-5.

Seperti yang telah disebutkan di atas, mie instan di Jepang melalui perjalanan yang cukup panjang sebelum menjadi seperti sekarang. Itu tidak lepas dari jerih payah Momofuku Ando. Ada beberapa fakta unik di balik pembuatan mie instan. Sekian di antaranya adalah fakta bahwa Momofuku-san tidak akan merilis produk mie instan jika ia tidak sering mampir di pasar gelap. Ide pembuatan mie instan lahir dari Ando kecil yang melihat antrean panjang pada sebuah kedai ramen di pasar gelap Osaka.

Kemudian, tempat percobaan. Ya, Momofuku Ando tidak menciptakan mie instan di laboratorium atau ruangan khusus sejenisnya dengan peralatan canggih yang menunjang kegiatan penelitian. Melainkan ia berhasil menemukan mie instan di halaman belakang rumah, tepatnya pada gubuk sederhana yang bertempat di sebuah kebun kecil. Ia juga hanya menghabiskan empat jam untuk istirahat setiap harinya dalam usahanya menciptakan mie instan. Dan Momofuku tidak akan berhenti mencoba sebelum lima syarat pembuatan mie instan terpenuhi.

Itulah ulasan simpel mengenai sejarah mie instan di Jepang yang tidak akan terlupakan hingga sekarang. Apakah Minasan (sebagai anak kos) juga berterima kasih atas kerja keras Momofuku Ando? 😀

Comments

Loading...
SOURCETime Magazine
SHARE
Previous articleMenurut Survey, Kotatsu di Jepang Sudah Bukan Jamannya…
Next articleList Peserta Kohaku Uta Gassen 2017 Rilis, Singer Favoritmu Masuk Gak?

Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.