Sebal Ditanya Umur, Pria Hyogo Nekat Pecahkan Layar Mesin Konbini

0
114
ditanya umur

Kesal. Barangkali itulah yang dialami oleh seorang pria jepang asal Takarazuka, Hyogo ini. Pada tanggal 1 Juli kemarin, pria berumur 46 tahun yang bekerja sebagai pegawai konstruksi ini nekat memecahkan layar touch screen sebuah konbini. Hanya karena sebal selalu ditanya umur.

Baca Juga: Movie Yuri on ICE Siap Meluncur Tahun 2019!!!

Kejadian bermula saat sang pria berniat membeli sekaleng chu-hi. Minuman beralkohol rasa rasa buah. Namun di layar mesin sort drink tersebut selalu muncul pertanyaan tentang umur sebelum melakukan pembelian. Sehingga membuat dirinya kesal dan menghantam layar sampai pecah.

Setelah mendapat laporan, kepolisian pun mengamankan bapak tersebut sambil menginterogasi. Takut kalau kalau ia ada niat jahat lainnya. “Aku kesal, aku sudah bukan anak dibawah umur. Lagian aku sudah sering beli bir. Kenapa harus selalu ditanya umur sih?! merepotkan.” elaknya saat menjalani pemeriksaan. “aku memukulnya sekali dengan punggung tangan, lalu pecah”. tambahnya tanpa menyesal.

Seperti yang akiba-chan dan akiba-kei ketahui. Mesin pembelian otomatis di jepang memang memberlakukan sistem keamanan khusus. Untuk barang seperti alkohol dan rokok misalnya, diperlukan kartu identitas untuk membelinya. Hal ini bertujuan agar tidak disalah gunakan oleh anak dibawah umur yang belum boleh mengkonsumsi jenis minuman atau produk tertentu.

Tapi ternyata juga dipasang pertanyaan saat membeli di outlet non-manual sebagai security code tambahan. Sehingga hal ini sering kali diakui sangat membuat para orang paruh baya merasa jengkel.

Akibat dari perbuatan tersebut, pria Hyogo yang kesal ditanya umur ini harus mengganti kerugian sebesar 50.000 yen atau sekitar 6,5 juta an. Akankah si bapak akan kapok? Non, kenyataannya, insiden-insiden seperti ini sangat umum di Jepang. Dan harus menjadi catatan bagi industri toko serba ada alias konbini. Ketika terjadi lagi, harus ada tindakan yang tepat untuk melindungi mereka. baik untuk mesinnya maupun pembelinya.

Kasarannya harus ada win win solution yang disiapkan. Atau… terima dengan lapang dada bila ada pria tua menggebrak layar mesin karena gemas ditanya umur mereka. 😀 Karena rupanya pergi ke bar, supermarket, atau tempat lain yang menjual alkohol secara langsung sangat sulit dilakukan oleh mereka yang waktunya habis untuk bekerja.