Untuk yang main game Touken Ranbu, pasti sudah tidak asing dengan nama Sayo Samonji. Tantou bersurai biru, berukuran 24.4 cm, dan masih memiliki hubungan saudara dengan Kousetsu Samonji dan Souza Samonji ini ternyata memiliki masa lalu yang cukup keras.

Sayo Samonji adalah tantou yang ditempa oleh Saemonzaburo pada periode Kamakura. Sang penempa hanya meninggalkan tanda ‘sa’ 「左」untuk menandai Sayo, Souza, dan Kousetsu sebagai ciri khas dari karyanya. Karena sang penempa hanya menandai dengan satu huruf, maka masyarakat menyebut karyanya sebagai ‘Samonji’ 「左文字」yang berarti “The Letter Sa”. Nama Sayo sendiri diambil dari lagu seorang pendeta buddha. Sebuah awal yang biasa, tetapi, perjalanan Sayo baru dimulai saat periode Azuchi-Momoyama…

sayo_samonji_by_koyuyuu-d92qyym

Pada periode Azuci-Momoyama, tinggallah sepasang rounin di Nissaka. Pasangan tersebut memiliki satu anak laki – laki. Sayangnya, sang suami meninggal karena sakit saat anak mereka masih balita. Sang istri yang tidak punya uang, akhirnya memutuskan untuk turun gunung untukke kota dan menjual satu – satunya harta berharga yang mereka miliki, yaitu tantou. Mungkin inilah alasan mengapa jika saniwa membawa Sayo ke toko, responnya adalah

“Are you bringing me along because you are facing financial problem?”

Saat ibu-anak ini melewati Sayo no Nakayama, mereka dihadang oleh perampok yang kemudian membunuh sang istri dan mencuri tantou yang mereka bawa. Sang anak yang selamat, merasa marah dan berniat untuk balas dendam. Dia kemudian menjadi pengasah pedang dengan harapan bahwa suatu hari nanti, orang yang dulu membunuh dan merampok ibunya akan membawa tantou mereka kepadanya, sehingga ia dapat mengenali perampok tersebut.

Sayo.Samonji.full.1918737

Berbulan – bulan kemudian, akhirnya hari itu pun datang kepada sang anak.

Suatu hari datanglah seseorang yang memintanya untuk mengasah sebuah tantou. Sang anak mengamati tantou tersebut dengan seksama dan mengenali kalau itu adalah tantou mereka. Untuk mengkonfirmasinya, sang anak bertanya kenapa dia bisa mempunyai tantou yang bagus seperti ini.

Orang tersebut akhirnya bercerita bahwa dia dulu pernah membunuh seorang wanita dan merampok tantou yang dibawanya. Mendengar cerita tersebut, sang anak merasakan kemarahan memenuhi dirinya dan menusukkan Sayo ke orang yang telah membunuh ibunya. Pada akhirnya, balas dendam terlaksana.

 

Cerita tentang balas dendam tersebut sampai ke telinga Yamauchi Kazutoyo, the lord of Kakegawa Castle dan membuatnya terkesan. Beliau memanggil sang anak untuk menjadikannya pelayan disana. Sebagai tanda terima kasih, sang anak memberika tantou kepada Yamauchi Kazutoyo.

Sayo kemudian diberikan kepada Hosokawa Fujitaka, yang kemudian diwariskan kepada Hosokawa Tadaoki. Sayangnya, keberuntungan keluarga Hosokawa tidak terjadi ditangan Tadaoki sehingga ia dijual kembali. Sayo sering berpindah kepemilikan sampai sekarang. Sayo Samonji aman, tapi dimiliki secara pribadi. Latar belakang sejarah inilah alasan mengapa Sayo Samonji terus – menerus membahas soal balas dendam dalam game Touken Ranbu dan diantara Samonji lainnya, dia memakai pakaian yang paling sederhana.

real

Sayo adalah tantou yang memiliki masa lalu kelam selain Imanotsurugi. Sayo percaya bahwa saniwa akan menggunakannya untuk balas dendam suatu saat nanti. Ketika Sayo patah atau hancur dalam game, sebuah kalimat yang keluar akan menunjukkan keinginan dia yang sebenarnya.

 

“Ahh… from now on, I don’t have to hate anyone anymore…….”