Kejadian tidak biasa muncul di kota tersibuk jepang pada 26 September kemarin. Sebuah waraningyo (boneka jerami) tergeletak di jembatan dekat taman bermain SD Edogawa disertai tulisan “kalian semua melompat dari sini dan matilah!”. Tulisan tersebut ternyata ditelakkan oleh seorang pria asal Tokyo. Dan celakanya, waraningyo yang dikenal sebagai boneka santet ini dipungut oleh anak-anak sekitar.

Fyi, bagi yang belum tau. Waraningyo merupakan boneka voodoo yang biasanya digunakan sebagai perantara santet. Atau mengutuk seseorang yang tidak disukai oleh si pengguna ilmu hitam. Nah dilihat dari kejadian diatas, diasumsikan bahwa sang pria memang bermaksud untuk mengutuk korban agar melompati jembatan dengan bantuan kekuatan mistis dari waraningyo.

santet
ini dia waraningyo

Pelaku percobaan santet tersebut adalah Takeshi Inaba. Pria berumur 41 tahun yang tinggal dekat dengan sekolah dasar Edogawa. Setelah ditangkap, Inaba mengakui perbuatannya di kantor polisi. Petugas mengatakan motif dari Inaba memasang waraningyo tersebut karena ia merasa terganggu. katanya, anak-anak SD Edogawa sering berlarian di taman dengan sangat gaduh.

Welah om…. yang namanya anak-anak. Mau gimana lagi. 😀 Kan situ yang tinggalnya deket taman bermain harusnya mugkin sedikit memaklumi. Toh mereka nggak berlarian di tengah malam kayak zashiki warashi kan? 😀

Akibat perbuatan diatas, Inaba akhirnya diberi peringatan dan pidana ringan karena telah membuat ancaman dan membuat publik tidak nyaman. Yah mungkin masalah metode santetnya agak oot sih hehehe. Petugas kepolisian juga menyatakan santet itu bukan kesalahan terbesar Inaba. Tetapi ancaman kepada anak-anaklah yang dinilai kurang beradap.

santet di jepang kurang lebihnya kayak gini nih…

Ternyata selain memasang waraningyo, Inaba juga dicurigai sebagai pelaku pada kasus grafiti yang menyinggung keberisikan anak-anak di bangku toilet taman. Bahkan ia telah mengirim lebih dari 30 surat kepada staff dan orang tua murid SD Edogawa dengan kata-kata kotor. Seperti misalnya mencemooh mereka bahwa mereka nggak becus menangani anak-anak.

Munurut penulis, mungkin orang ini kurang piknik. Atau tempat ngopi nya kurang jauh 😀 Sehingga butuh rileks dan bersantai di luar rumah. Mungkin bahkan sesekali dia perlu pergi ke pachinko atau tempat game. Supaya tau orang-orang disana lebih berisik dari pada anak-anak. Berisik yang bikin hati senang sih….. kalo dapet lotre nya sih. Hahaha