Negara Jepang semakin terbuka dengan dunia luar. Apalagi dengan keaktifan Perdana Menteri Abe Shinzou, yang ingin memudahkan orang asing masuk dan tinggal di Jepang, untuk menjadi jembatan budaya akan Jepang dan luar. Tapi belum tentu semua budaya sebuah negara bisa diterima mulus. Pro dan kontra akan satu aspek budaya kadang bisa bermunculan. Contohnya budaya Jepang yang satu ini, saat makan ramen atau mie di Jepang, waspadalah akan Nuuhara.

Apa itu Nuuhara? Kata ini adalah kependekan dari kata nuudoru/noodle harassment. Mirip dengan sekuhara yang kependekan dari sexual harassment. Maksud dari kata Nuuhara itu adalah bunyi slurp atau menghisap ramen atau mie yang menimbulkan ketidaknyamanan pada orang lain disekitar penghisap mie itu yang mendengar bunyi tersebut.

Ada dari kita di Indonesia ini yang dididik orang tua untuk tidak menghisap mie keras-keras bukan? Di negara luar lain, terutama di barat seperti Amerika atau negara Eropa juga banyak yang seperti itu. Nah hal itulah yang menjadi masalah di Jepang dalam hal Nuuhara ini.

Beberapa waktu lalu beberapa turis asing yang berkunjung di Jepang diwawancarai pendapat mereka akan budaya ini, dan mayoritas jawaban mereka tidak menyukainnya.
Berikut pendapat yang ditemukan dari wawancara itu;

  • ga tahan dengarnya
  • kayak suara toilet flush atau vacuum cleaner
  • kayak babi aja
  • bikin ga mau duduk disebelahnya
  • kelakuan buruk tuh

Tapi seperti yang kita tahu, orang Jepang mencintai ramen (apalagi ninja pirang yang telah jadi Hokage tuh :D). Dan disatu sisi, sudah jadi budaya kalau makan ramen itu diperbolehkan, malah disarankan, untuk dimakan dengan dihisap keras-keras.

Dan bagi pemakan ramen Jepang, cara hisap keras itu juga bukan hanya kebiasaan, tapi banyak juga yang berpendapat kalau ini memberikan dampak lebih saat memakan ramen. Udara yang masuk saat menghisap mie ramen akan mendinginkan ramen yang masuk kemulut. Dan mengembangkan rasa dari kuah yang terhisap sebelum dikunyah dan ditelan.

Tapi seperti yang dikatakan diawal, semakin banyaknya orang asing yang berkunjung atau bahkan tinggal di Jepang. Apalagi dengan Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 2020 nanti. Yang berarti akan banyak orang asing yang masuk ke Jepang menonton acara itu.

Dan konflik budaya ini menjadi kekhawatiran orang-orang Jepang juga karena ini bisa memberikan image yang jelek kepada negara Jepang. Karena itulah kata Nuuhara ini muncul dan menjadi topik budaya yang sekarang semakin banyak dibicarakan dari akhir tahun lalu.

Nuuhara

Bagaimana menurut pendapat Akiba-kei dan Akiba-chan akan Nuuhara? Pasti sudah ada yang pengalaman makan ramen di Indonesia, atau ada yang berpengalaman makan ramen langsung di Jepang. Apakah masalah Nuuhara ini membuat budaya hisap ramen sebaiknya dihilangkan? Atau dibiarkan saja karena ini adalah budaya yang tradisional dan dipercaya ada efek tambahannya?

https://www.youtube.com/watch?v=FkZfi3hK7aM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here