Korea Utara atau yang disingkat menjadi ‘Korut’ selalu saja mencari gara-gara dengan negara di sekitarnya. Tidak hanya membuat negara tetangganya, Korea Selatan, menjadi geram dan memasang kondisi ‘bersiaga’. Namun juga negara lainnya, seperti halnya Jepang. Bagaimana tidak? Setelah meluncurkan rudal balistik berhulu ledak nuklir beberapa bulan lalu yang jatuh di wilayah perairan milik Jepang, Korea Utara–seperti merasa tidak kapok–melakukan uji coba senjata mutakhirnya kembali.

Seperti yang dilansir dari media lokal Jepang, NHK, dan media massa lainnya, Korut meluncurkan rudal balistik pada hari Minggu pagi, tertanggal 14 Mei 2017. Rudal tersebut ditembakkan ke arah timur sekitar pukul 5.30 subuh waktu setempat dari dekat Kusong di Provinsi Pyongan-pukdo. Selayaknya uji coba sebelumnya, senjata mutakhir itu kembali jatuh ke wilayah perairan Jepang setelah menempuh jarak sekitar 700-800 kilometer dan mengguncang dataran Laut Jepang.

Korea Utara meluncurkan rudal balistik.

Menanggapi hal ini, para petinggi pemerintah Jepang mengecam aksi Korut. Salah satu di antaranya–tentu saja yang paling marah–adalah Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. Pria setengah baya itu berkata bahwa kelakuan Korea Utara sudah tidak bisa ditolerir lagi, apalagi ‘dimaafkan’. Dirinya akan melakukan diskusi dengan Amerika Serikat, Korea Selatan, dan juga melayangkan protes kepada Dewan Keamanan PBB agar diberlakukannya sangsi keras terhadap Korea Utara.

“Kami akan pantau terus dan bekerja sama dengan pihak Amerika Serikat dan Korea Selatan mengenai hal satu ini. Tentu kami tidak suka dengan aksi peluncuran rudal tersebut,” ujar Shinzo Abe dengan menggebu-gebu kepada wartawan. “Peluncuran rudal yang berulang kali diluncurkan Korea Utara adalah pelanggaran serius terhadap keamanan negara kami dan pelanggaran nyata terhadap tujuan utama dari PBB, yakni terciptanya perdamaian dunia.”

Baca juga: Penonton Berharap 5 Benda Ajaib di Anime Ini Menjadi Kenyataan!

Diketahui bahwa Korea Utara meluncurkan rudal balistik berhulu ledak nuklir yang disebut ‘Polar Star Two’ bersinggungan dengan menjabatnya Presiden baru Korea Selatan, Moon Jae-in. Peluncuran dilakukan hanya selang beberapa hari setelah pelantikan Moon Jae-in yang di masa promosinya menjanjikan perundingan perdamaian dengan Korea Utara. Atas hal ini, pihak keamanan militer Korsel sedang mengadakan rapat untuk menangani keadaan, termasuk di antaranya mengartikan maksud serta tujuan Korut.

Di sisi lain, Shinzo Abe mengambil langkah domestik nyata yang begitu masif. Ia akan memberlakukan pemeriksaan terhadap pesawat sekaligus tingkat keamanan–baik di laut maupun di udara, dan menyiapkan segalanya untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

Korea Utara meluncurkan rudal balistik.

Bagaimana dengan reaksi yang digelontorkan Presiden AS? Donald Trump, dalam sebuah wawancara dengan media Reuters akhir April lalu menyebutkan bahwa sebuah ‘konflik yang sangat besar’ dengan Korea Utara bisa saja terjadi. Namun jika bisa, ia lebih memilih hasil diplomatik damai dari perselisihan menyangkut program nuklir dan peluru kendali milik negara tersebut. Peringatan dari Donald Trump ini kemudian diterjemahkan oleh para ahli sebagai sinyal bahwa keadaan dunia berada dalam kondisi yang tidak lagi stabil.

Aduh, kok jadi begini ya kelanjutannya? Apakah perang dunia ketiga beneran bakal terjadi, Minna? Onegai, jangan perang dulu dong. Watashi kan belum nikah. Apalagi anime SnK season 2 baru episode yang ketujuh. 🙁

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here