Robi si Robot Mini – masa depan Robot sudah hadir

Robi, bukan nama pacar saya kok. Haha. Tapi Robi yang ini adalahRobot minI. Iya, nama aslinya memang Robi, bukan saya yang ngarang, tapi emang udah dinamain gitu sama Tomotaka Takahashi, perancang si Robi.

Robi ini bisa jalan, tapi santai aja, jalannya gak akan menggemparkan rumah kita, karena dia robot kecil yang tingginya hanya sekitar 34 cm. Kenapa kecil? Karena perancangnya mempertimbangkan keamanan pengguna juga, misalnya, kita jadi gak perlu khawatir bakal di smack down si Robi kalo dia lagi marah ke kita.

Ukuran Robi

Terus dia juga bisa bicara, dia bisa merespon apa yang kita ucapkan karena dia punya sensor di bagian mata untuk mendeteksi keberadaan serta ucapan kita, tapi namanya robot, dia dirancang bisa berbicara dengan kosakata yang terbatas yaitu hanya sekitar 200 kata dalam Bahasa Jepang. Robot ini memang tidak punya spesifikasi khusus untuk mengerjakan pekerjaan tertentu, karena Robi ini menurut creatornya memang didesain khususnya untuk memenuhi aspek sosial dan komunikasi saja, tetapi tetap saja, namanya robot, pasti ada gunanya dan pasti bisa mempermudah kehidupan manusia, seperti si Robi yang bisa bantu kita ngepel, bisa bantu kita nyalain dan ganti channel TV, dan bahkan jadi reminder ketika kita membutuhkannya.

dengan kain lap di bagian kaki, dia bisa mengepel lantai
dengan mop (alat pel) di bagian kaki, dia bisa bantu kita mengepel lantai

 

sensor infra merah di bagian kepala depan bisa membuat robot ini berubah jadi remote TV
sensor infra merah di bagian depan kepala bisa membuat robot ini berubah jadi remote TV

 

Mari menari bersamaaa...
Mari menari bersamaaa…

Wajar memang kalo pengembangan robot seperti ini ada di Jepang, karena di sana fenomena hikikomori dan kodokushi memang terus meningkat. Hikikomori mungkin lebih sering kita kenal dengan istilah “penyendiri”, gampangnya, orang- orang ini gak ngeksis di kehidupan sosial selayaknya manusia yang lain, kadang- kadang karena dampak bullying atau karena malu atas kegagalan yang lagi dialamin misalnya. Sedangkan kodokushi adalah istilah untuk fenomena orang- orang yang mati dalam kesendirian, artinya kematiannya tidak diketahui orang lain, jasadnya baru ditemukan di dalam rumah setelah sekian hari misalnya. Nah, salah satu faktor penyebab adanya fenomena hikikomori dan kodokushi pasti gak jauh dari ketidakmampuan berkomunikasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Jadi, kemunculan Robi ini bisa jadi merupakan sebuah inovasi  untuk meminimalisir fenomena- fenomena itu. Dengan ngobrol sama si Robi, liat tingkahnya yang lucu, mood kita dijamin membaik, kalo mood baik, hubungan kita dengan orang lain pun juga pasti ikut membaik, nah kalo udah gitu, aman dan tentram lah kehidupan bersosial kita, ya kan?! Wah, brilian juga nih ya si Tomotaka Takahashi!

Kelebihan lain yang dimiliki Robi dia memberi kesempatan orang- orang yang gak begitu ngerti teknologi, pemrogaman, dan lain- lain untuk tetep bisa main sama dia, karena Robi memang tidak dirancang untuk bisa digunakan setelah melalui proses pengaturan ini itu yang ribet dan panjang… yang perlu kita lakukan adalah merangkai si Robi dan cling! Teman baru kita si Robi pun jadiii. Untuk merangkainya pun gampang, karena sudah ada penjelasan plus gambar di majalah yang diterbitkan khusus untuk Robi dan ada miniatur si Robi juga lo, supaya kita tau hasil jadi nantinya seperti apa.

Screenshot (20)
Rangkaian utuh Robi bagian atas setelah dirangkai

 

Sumber : wireddeagostini