Review Track by Track, album DOGMA dari the GazettE

Setelah sekitar seminggu perilisan Album DOGMA, album yang diklaim menandai era baru bagi the GazettE ini mendapat sambutan yang cukup positif dari berbagai negara. Pasalnya setelah perilisannya secara digital di Eropa. Album ini mampu berjajar dengan album-album lain di chart teratas iTunes. Di Indonesia sendiri album DOGMA bisa didownload melalui iTunes mulai 4 September lalu. Seperti dugaan dari beberapa teaser yang telah dirilis, mulai dari announce project Dark Age hingga preview seluruh Tracks pada akun Official  YouTube mereka. Perilisan Album DOGMA ini juga mengobati Dahaga untuk sebuah rilisan V-kei yang berkualitas dan massive.

Album yang secara tema sempat dibandingkan dengan DIM ini bahkan memiliki tema yang lebih gelap dari album yang dirilis pada 2009 itu. Album dengan 14 track yang hampir sama sekali tidak memiliki track ballad ini, benar-benar seperti mencerminkan bagaimana the GazettE ingin membuat album yang paling gelap dan paling heavy dibandingkan album-album sebelumnya. Karena jelas sekali bahwa album ini mempunyai Tema yang sangat kelam, dan dari segi musik dibanding dengan 3 Album sebelumnya, pada album DOGMA, the GazettE seakan menyempurnakan sisi musikalitas dan juga sisi Audio yang sebelumnya sudah mereka lakukan yang terkesan menggantung. Karena Impresi pertama saat kita mendengar DOGMA, adalah kesan wow, dari betapa negatifnya (dalam konteks positif) nada-nada yang dibuat yang melebihi Album DIM, lebih keras dan kasar dari TOXIC, namun tetap diproduksi secara mulus bahkan menawarkan kreativitas yang lebih mencolok dibandingkan dengan DIVISION, dan secara kekompleks-an struktur yang melebihi BEAUTIFUL DEFORMITY. Album ini menjanjikan sebuah ultimate production dari the GazettE dalam 6 Tahun terakhir karir mereka.

DOGMA COVER

the GazettE yang juga terkenal dengan musiknya yang bisa dikatakan lintas Genre, mulai dari awal karirnya yang lebih ke arah funk rock dan alternative rock (2005), hingga berkembang menyelipkan R&B dan Hip Hop (2007), lalu seakan beralih menjadi progressive rock dan musik dengan dark ambient (2009), hingga bereksplorasi dengan Electronic music (2011 dan 2012). Maka pada Album DOGMA kali ini, the GazettE tetap mempertahankan untuk mengusung musik-musik Eksotis ala Visual Kei, tetapi lebih memfokuskan pada tema yang lebih gelap, dan Agressive. Mungkin bagi kalian yang sudah lama mengikuti GazettE, beberapa Track-track lawas seperti “Maggots”, “Discharge”, “13STAIRS[-]1”, “OGRE”, “DIM SCENE”, “RUTHLESS DEED”, “PSYCHOPATH”, “DEVOURING ONE ANOTHER”, dan “IN BLOSSOM” adalah sedikit cerminan dari track-track yang juga akan kalian dengarkan pada album DOGMA, tapi seperti tadi yang saya sebutkan Track pada album ini diproduksi secara lebih baik dari segi sound maupun struktur musiknya, mulai dari sound Guitar Aoi dan URUHA yang terdengar lebih Raw Crunch, tapi tetap dengan clarity yang memanjakan telinga, hingga vocal RUKI yang menurut saya dalam performa terbaiknya terutama rough vocal nya. Kalau untuk masalah Genre, maka black metal, thrash metal, heavy metal, hard rock, industrial metal, grunge, dark ambient music, drum and bass, dan sedikit jejak-jejak electronic music adalah yang akan kalian dengarkan disepanjang Album. Bahkan mungkin kalian juga akan mendengarkan ciri khas eroguro-kei, seperti pada album-album sebelumnya, yang membuat the GazettE selalu dibanding-bandingkan dengan Dir En Grey, sebagai pelopor genre tersebut. Tapi yang pasti pada album DOGMA ini, the GazettE bisa dikatakan sukses dalam mengemas luasnya kemungkinan musik dalam Alternative Metal dan Hard Rock, dan juga mengkombinasikan antara influence mereka baik dari Scene musik Barat maupun Timur.

Tracklist DOGMA:

01. N I H I L
02. D O G M A
03. R A G E
04. D A W N
05. D E R A C I N E
06. B I Z A R R E
07. W A S T E L A N D
08. I N C U B U S
09. L U C Y
10. D E U X
11. G R U D G E
12. B L E M I S H
13. P A R A L Y S I S
14. O M I N O U S

Mungkin Jika kalian suka the GazettE dari lagu-lagu ballad nya, maka Album DOGMA sebagai album paling Heavy dari the GazettE ini mungkin tidak akan menjadi favorit kalian. Namun sebaliknya, jika kalian suka the Heavy side of the GazettE, atau ingin mulai mendengarkan GazettE versi Keras, maka album ini sangat sempurna bagi kalian. Album yang dimulai oleh sebuah Intro berjudul NIHIL ini, tetap mempertahankan intro ala Electronic music yang sudah intens mereka lakukan sejak album TOXIC. Intro yang berupa dubstep dengan iringan suara wanita yang mencekam, merupakan kombinasi eksentris dari sebuah suasana Tribal dan Modern. Intro ini juga menjadi penyambung dan pengantar yang sangat epic dari track berikutnya yaitu DOGMA. Dan saat sudah masuk track ke 2 DOGMA, maka kegelapan itu dimulai!

Intense Minor Power Chords dari DOGMA seakan menghipnotis, dengan variasi vokal ruki mulai dari whisper, singing, hingga growling semua ada. Dan DOGMA juga menandai Epicness dari kesuluruhan album dengan sangat EPIC, mulai dari intro yang membuat mood kita sangat Gelap, hingga mencapai chorus yang seakan menyuruh kita segera pergi dari kegelapan tersebut. Hingga kita Sampai pada Track ke 3 RAGE, yang dibalut dengan rhythm energetic, yang diperuntukan untuk Headbanging anthem. Verse yang didominasi dengan blast beat drum, yang kemudian di break down seusai chorus, akan menguras energi kita yang tidak bisa menolak beat yang ditawarkan.

Tidak cukup dihabiskan dengan RAGE, maka DAWN sebagai track ke 4, memberikan struktur yang lebih kompleks. nada-nada psychedelic pada chorus, lalu rhythm part yang secara intens berubah drastis, menjadikan track ini salah satu yang ikonik di album DOGMA ini. DAWN menunjukan bagaimana album ini benar-benar diproduksi secara luar biasa oleh the GazettE, karena jika kita mendengarkan DAWN, disitu kita dapat mendengarkan part-part yang selama ini sebenarnya sering dilakukan the GazettE di album-album sebelumnya, tapi dikemas dengan padat dan kompleks dalam satu track secara efisien. Dan kekerasan intens pada 3 track di album DOGMA ini pun, sedikit melambat saat memasuki DERACINE, tempo yang relatif lebih lambat dengan intro dubstep, yang kemudian di sambut dengan raungan distorsi rythmic dari duo gitaris andalan the GazettE ini, akan membuat kita mengira bahwa lagu ini akan menjadi sebuah track Ballad khas the GazettE, tapi tidak, RUKI dkk, hanya akan membuat kita terlena sesaat, dan kembali ‘menjerumuskan’ kita ke betapa gelapnya album ini. Meskipun beberapa pengulangan part terjadi, track ini tidak lepas dari part-part ganjil yang kompleks, dan meskipun tempo melambat, RUKI tetap tidak absen untuk memamerkan rough vocal nya. Mungkin track ini akan menjadi favorit kebanyakan fans, karena mempunyai chorus yang sangat familiar sekali, jadi kemungkinan akan mencuri sebagian besar fans untuk menjadikan nya traxk favorit.

Setelah kita bertemu dengan DERACINE yang cukup familiar, selanjutnya kita langsung disuguhkan oleh Track yang bisa dibilang paling melenceng dari root utama DOGMA, yakni BIZARRE. Dominasi synth pada track ini sangat kental, dan menjadikan lagu ini sebagai lagu yang aroma psychedelic nya sangat terasa. Di sini kita juga sangat jelas merasakan Bass line Reita. the GazettE juga masih dengan rajin menyelipkan beat-beat breakdown untuk fanservice headbang mungkin, tapi bagi fans yang suka dengan suasana psychedelic yang ditawarkan oleh BIZARRE mungkin akan merasa breakdown tersebut sedikit over, karena hampir selalu dilakukan diseluruh track di album ini.

Mencapai pertengahan album kita akan kembali menemui track dengan beat pelan,WASTELAND, pada lagu ini yang paling saya suka tentu saja adalah sound guitarnya, dengan tempo pelan, entah dioverdub dengan berapa layer, yang pasti sound guitar AOI dan URUHA sangat crunch, tetapi juga sangat clear, heavy dan “In Your Face”. Pada lagu ini juga RUKI lebih banyak mengoptimalkan clean vocalnya, meskipun pada awal dan akhir lagu tetap menyelipkan part rough, dengan low pitch, spoken, dan grow like part nya, yang tetap dapat menambahkan kesan gelap pada track ini. WASTELAND, dengan slow tempo nya sepertinya juga menunjukkan sedikit kemiripan antara the GazettE dengan Dir En Grey, mungkin karena di track ini GazettE juga seakan mengkombinasikan influence musik eastern nya dengan western.

Setelah tempo yang begitu lambat dari WASTELAND, secara drastis INCUBUS, muncul dengan tempo cepat dan intens. Tak seperti apa yang ditampilkan pada preview album yang sebelumnya dirilis di YouTube, part chorus yang ditampilkan merupakan sedikit bagian yang menunjukan sisi lebih Kalem, dan sisanya benar-benar part yang keras dan intens, yang dihisai dengan berbagai attempts Growl dari RUKI. Lalu setelah riff outro dari INCUBUS, tiba-tiba kita langsung disuguhi oleh riff Guitar yang sangat tight dari LUCY. Merupakan salah satu track favorit saya, karena di sini kita bisa mendengar salah satu solo guitar yang paling keren yang pernah dilakukan URUHA. Dan lagu ini juga sangat berpotensi sebagai lagu kick starter untuk konser-konser GazettE, karena mempunyai riff intro yang mengundang untuk Headbang, lalu beralih ke tempo cepat ala GazettE yang akan membakar para fans untuk semakin mempercepat headbangnya. Ada juga yang mengaitkan LUCY dengan SLUDGY CULT dari album TOXIC, yang juga rutin menghiasi setlist konser semenjak lagu itu dirilis. Bisa jadi LUCY merupakan penyempurnaan SLUDGY CULT yang akan rutin mereka bawakan pada saat konser. Karena lagu ini benar-benar mengundang kita untuk melakukan headbang dan menari bersama Lucy.

Track ke 10 GRUDGE, mungkin merupakan track yang paling mendekati Ballad pada Album DOGMA. Mungkin jika lagu ini dapat disebut ballad, maka menurut saya GRUDGE adalah Ballad yang sangat Ideal untuk the GazettE, Ballad yang tanpa mengorbankan sisi technical dan keras dari the GazettE, tapi juga menawarkan sesuatu yang kalem dan suasana flamboyan. GRUDGE didominasi dengan melodic Vocal RUKI, tapi di sini RUKI juga tidak absen untuk menarik scream pada unisound yang heavy. Namun kekaleman tak berlangsung lama, setelah GRUDGE berakhir, album ini semakin keras dengan PARALYSIS, salah satu lagu yang menunjukan bagaimana vokal RUKI berkembang pesat di beberapa album terakhir, baik rough maupun clean vocalnya. Di PARALYSIS kita kembali bisa menikmati berbagai jenis singing dari RUKI, mulai dari Scream, Growl, Clean, hingga Whisper yang saling bersahutan. Secara beat dan theknik lagu ini juga jauh pada level yang kompleks, dengan berbagai variasi middle section, mengingatkan kita pada single klasik the GazettE seperti “Maggots” atau “MOB 136 BARS”. Dinamika Album DOGMA kembali berubah saat kita memasuki track ke 12 DEUX, yang sekilas memiliki konsep seperti “DIM SCENE”, bedanya DEUX jauh lebih Cepat, Heavy, dan Berenergi. mungkin lagu ini juga akan menjadi salah satu track Favorit bagi para fans, bahkan sebelum dirilis, footage dari DEUX sudah bermunculan.

Dan BLEMISH, saya hampir tak ingin berkomentar apa-apa, dan hanya ingin ikut menikmati lagu ini sambil headbang disetiap downbeatnya. Lagu dengan Pace cepat dan dan beat ganjil yang sangat pleasing. Di BLEMISH, GazettE juga mengkombinasikan Melodic dan Hard Rock dengan sangat manis, dengan Scream dan Growl yang tidak akan kita temui di album sebelumnya dan Chorus yang catchy, dimana RUKI menyanyikan Engrish nya dengan sangat jelas. Dan track terakhir tentu saja OMINOUS, track yang sangat pas untuk menutup kepuasan kita setelah selama 13 track digembleng dengan materi yang sangat luar biasa. OMINOUS menjadi suatu relieve bagi kita tetapi juga seakan menunjukkan bahwa akan ada sesuatu yang lebih yang akan hadir. Track ini juga sudah bisa kalian saksikan di akun YouTube Official the GazettE

Project DARKAGE baru dimulai 1st dan 2nd Movement telah dilakukan dan Kabar dari 3rd Movement telah muncul, yakni sebuah single berjudul UGLY, bagaimana detailnya akan kita bahas di post selanjutnya. Yang pasti saat ini kita masih bisa tenggelam dalam album DOGMA. Kalau kalian tidak bisa membeli physical copy nya. Lansung saja Download Album DOGMA melalui iTunes, sudah available sejak Kemarin 4 September.

Kalian juga bisa mengecek salah satu Guitar Cover saya yang ada di YouTube dari Track LUCY dan OMINOUS