Ada yang sudah menonton anime Kisejuu? Apa yang kalian pikirkan pada saat pertama kali menontonnya? Makhluk mengerikan dan menjijikan? Monster aneh bermata satu yang bisa berkelahi dan membunuh? Benar, adegan pertama yang dilihat di anime ini adalah kepala manusia yang berubah jadi monster memakan kepala manusia lain. Darah berlumuran dimana-mana. Aiiih… rasa-rasanya seperti anime penuh adegan gore. Tapi ternyata, episode demi episode ditonton, seru juga ya… dan siapa yang menyangka kalau ending anime ini penuh dengan pesan moral tentang lingkungan. Atau bisa juga disebut kalau bumi yang kita tempati mulai mengeluh tentang kerusakan lingkungan karena ulah tangan manusia. Pokoknya dengan menonton anime ini, kita sebagai manusia sangat tertohok karena tidak memperhatikan makhluk hidup lain, seolah-olah makhluk hidup itu hanyalah manusia saja. Ok! lets chek it out….

Kerusakan alam
Kerusakan alam

Anime Kiseijuu ini sangat erat dengan ilmu alam, terutama biologi. Tokoh utama di sini adalah manusia dan organisme lain, di anime ini, organisme lain itu disebut ‘parasit’ karena menumpang di tubuh manusia. Parasit memakan sebagian organ tubuh manusia agar bisa ‘menumpang’ di manusia tersebut. Kebanyakan parasit memakan bagian kepala (otak) manusia agar bisa diambil alih kinerja otaknya, dan manusia yang diambil otaknya tersebut akan mati. Parasit yang sudah menyatu dengan manusia ada juga yang memakan manusia. Namun ada beberapa parasit yang hanya memakan tangan, kaki bahkan dagu manusia, dan hidup berdampingan dengan manusia. Parasit jenis ini mempelajari hal-hal manusia dengan membaca sendiri karena tidak memakan otak. Tokoh utama di sini bernama Shinichi, parasit memakan tangan kirinya, dan parasit tersebut diberi nama Migi.

Kiseijuu

Kiseijuu

Ada episode saat Shinichi dikejar-kejar oleh musuh terkuat, yaitu parasit sempurna. Parasit sempurna berbentuk satu tubuh manusia dengan 5 parasit di dalam tubuhnya. Namun siapa mengira parasit tersebut terbunuh karena racun. Shinichi yang saat itu terlempar oleh pukulan parasit tersebut jatuh di gunungan sampah yang dibuang orang-orang kota ke desa. Saat parasit mendekatinya, Shinichi dengan cepat menancapkan besi sampah ke pinggul parasit tersebut yang ternyata sampah-sampah di situ mengandung hydrogen sianida yang berasal dari pembakaran produk arkilik.

akhjd

Shinichi pun tak mengira racun membahayakan seperti itu bisa dibuang seenaknya saja ke desa. Di sini menunjukkan bahwa dengan membuang sampah sembarangan saja, kita bisa membunuh makhluk lain, bisa saja hewan, tumbuhan dan lainnya. sekuat apapun makhluk itu pasti akan mati karena racun. Migi pernah bilang:

Aku benci manusia yang berani mengatakan mereka melakukan sesuatu demi bumi. Karena bumi tak memiliki emosi. Kehidupan pertama di bumi sepertinya terlahir dari kolam panas mendidih, hydrogen Sulfida.”

Bahkan ada episode dimana seorang walikota bersekongkol dengan kumpulan parasit untuk membangun lingkungan kota yang lebih baik demi menjaga keseimbangan dunia. Saat aksinya sudah terbongkar, sebelum ditembak, ia berkata bahwa yang sebenarnya parasit adalah manusia itu sendiri.

Pencemaran lingkungan adalah kejahatan yang lebih besar daripada seorang pemakan manusia, langkah-langkah melindungi lingkungan, semuanya hanya untuk keuntungan manusia saja, pikirkanlah kemakmuran untuk seluruh makhluk hidup daripada untuk manusia saja!

skk

Anime Kiseijuu ini juga memberi pesan pada kita agar menghargai kehidupan diri sendiri dan orang lain. Ada suatu adegan dimana ibunya Shinichi dimakan kepalanya oleh kiseijuu, percaya tak percaya ia harus membunuh ibu yang sangat ia sayangi dari kecil itu. Namun ia tak bisa (karena itu adalah ibunya) dan malah dia yang terbunuh oleh ibunya (kemudian hidup kembali ditolong Migi). Ada juga episode dimana ia melihat teman wanita yang menyukainya mati terbunuh oleh parasit. Dan diakhir episode pacarnya hampir kehilangan nyawa karena ulah pembunuh berantai yang kabur dari penjara.

Saat Shinichi bertanya, “Makhluk yang kutemui dan ku kenal, pada akhirnya mati. Saat itu terjadi, kenapa aku sedih?” Maka Migi menjawab:

Itu karena manusia memiliki waktu. Tapi itu hal terbaik yang dimiliki manusia. Makhluk yang memiliki waktu untuk berbagi isi hatinya itu indah sekali

jaljlsll

allwl

Jadi, jangan sia-siakan kehidupanmu dengan waktu yang tak bermanfaat apalagi sampai kosong. Berbagi kegiatan dan kebaikan dengan orang lain dan alam tentu akan membuat hidup lebih berarti, untuk sendiri, orang lain dan makhluk hidup lainnya. Semoga tulisan ini bermanfaat.