Setiap orang nampaknya menginginkan umur panjang, sehat, bugar dan cantik.  Hal ini bukan hanya didambakan kaum muda atau orang-orang yang berkecimpung di dunia hiburan.  Keinginan hidup lebih lama dan sehat kini telah menjadi tujuan setiap orang sehingga dapat menikmati kebahagiaan di hari tua bersama anak cucu.

Panjang Umur 0

Meskipun demikian memiliki umur panjang dan sehat tidaklah mudah.  Bertambahnya usia, hampir selalu disertai dengan meningkatkan jumlah penyakit yang bersarang di dalam tubuh.  Akibatnya, tabungan dari hasil kerja keras di masa muda sering kali harus dihabiskan untuk mengatasi penyakit yang tak kunjung reda.  Alih-alih, impian menikmati hari tua bersama anak cucu pun tidak dapat dinikmati sepenuhnya.  Namun, tak perlu khawatir!  Untuk dapat hidup lama dan sehat, sebenarnya kita dapat belajar dari orang Jepang yang memiliki usia harapan hidup yang tinggi di dunia.

Sebenarnya, meningkatnya tingkat pendidikan, kesadaran hidup sehat, sanitasi, kemajuan di bidang pengobatan dan pencegahan penyakit serta menurunnya jumlah kecelakaan termasuk perang akan meningkatkan rata-rata usia harapan hidup.   Hal ini dapat dilihat di negara-negara maju dimana usia harapan hidup telah menjadi dua kalinya sejak akhir abad ke-18, ketika orang hidup antara usia 35 dan 40 tahun.  Usia harapan hidup lebih dari 50 tahun sebenarnya suatu fenomena yang relatif baru dan Jepang belum mencapai level ini hingga selesainya perang dunia ke-2.  Usia harapan hidup di Jepang naik dengan cepat setelah masa itu.

Statistik menunjukkan bahwa orang Jepang memiliki umur paling panjang.  Laki-laki Jepang rata-rata berumur 78 tahun sementara wanita Jepang bisa mencapai umur 85 tahun.   Di Jepang sendiri, harapan hidup paling panjang ditemukan di Amami Islands, antara Kyushu dan Okinawa, bagian dari Kagoshima.

Mengapa orang Jepang hidup lebih lama?

Panjang Umur 1

Mengetahui bahwa orang Jepang hidup lebih lama dan lebih sehat, banyak orang berusaha mencari rahasianya.  Bukan hanya bagaimana agar dapat hidup lama, tetapi juga sehat.  Perlu diketahui,  selain memiliki usia harapan hidup paling tinggi, Jepang juga memiliki tingkat kejadian yang rendah untuk penyakit jantung dan penyakit lainnya.  Jepang juga memiliki angka obesitas paling rendah di antara negara maju – hanya 3% untuk laki-laki dan wanita dibandingkan 23% wanita di Inggris dan 34% wanita Amerika.  Jadi orang Jepang khususnya wanitanya adalah orang paling sehat di dunia.

Bila kalian pernah mendengar pepatah “YOU ARE WHAT YOU EAT” berarti kalian sudah tahu salah satu rahasia panjang umur orang Jepang.  Berbagai sumber mengungkapan bahwa rahasia umur panjang mereka terletak pada makanannya “SEMUA ADA DALAM MAKANAN”.  Bagi orang Jepang, kelezatan makanan tidak termata-mata mengenai rasa saja. Banyak makanan yang dikonsumsi sangat mempertimbangkan manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari makanan tersebut.  Secara sadar, setiap keputusan dibuat dengan pemikiran “what would be good for me?” daripada “What do I feel like eating?”.

Apakah makanan orang Jepang pada umumnya ?  Berikut adalah rahasianya..Ceck it dot,,

  • Makan ikan lebih banyak daripada daging merah. IkanSebagai sumber protein, ikan merupakan bahan makanan yang umum pada kebanyakan jenis makanan.  Daging merah selain lebih mahal, tidak sering dikonsumsi.  Ikan yang sehat dan lebih segar akan lebih baik.  Di Jepang, tidak semua ikan dimakan mentah namun disajikan dengan beberapa cara seperti dipanggang, dibakar, digoreng, dan sebagainya.  Selain itu membantu mengurangi resiko serangn jantung, wanita Jepang percaya bahwa kulit ikan membantu mendapatkan kulit cantik alami dan memperbaiki complexion.
  • Kedelai, sumber protein paling baik, membantu mengurangi penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. TofuTofu dan hasil turunan kacang kedelai merupakan bahan makanan yang dijumpai pada menu orang Jepang.  Dorongan mencari makanan yang terbuat dari tanaman seperti kacang kedelai dilakukan karena pemahaman bahwa lemak jenuh daging dan produk olahan susu meningkatkan kolesterol.  Hasil pencarian tersebut ternyata memperlihatkan bahwa kacang kedelai memberikan dampak yang berbeda dibandingkan daging dan susu.Kacang kedelai menyumbangkan protein yang cukup tanpa mengandung lemak jenuh atau kolesterol seperti terdapat pada daging dan susu tinggi lemak.  Kecap, tofu dan natto (nasi yang disajikan dengan campuran kacang kedelai dan telur) adalah salah satu contoh  dicampur hasil olahan kacang kedelai yang dikonsumsi sehati-hari. Bukan hanya itu, kacang kedelai pun memiliki phytochemical untuk meningkatkan kesehatan.  Isoflavon pada kedelai mampu menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan elastisitas pembuluh darah arteri.  Selanjutnya penelitian menunjukkan bahwa kedelai dapat melindungi tulang dan mengurangi resiko osteroporosis.
  • Tepung gandum  membantu proses pencernaan. Mie RamenKonsumsi sedikit pati dan biasanya tidak mengandung tepung putih (white flour).  Mie orang Jepang terbuat dari tepung gandum atau tepung soba dimana keduanya terbukti lebih sehat dari tepung putih yang telah diperkaya.  Nasi juga dikonsumsi meskipun hanya satu mangkuk kecil ketika makan.  Maksudnya adalah untuk membersihkan mulut ketika berganti makanan.  Nasi menghilang aroma/rasa di mulut seperti keju dan crackers waktu mencicipi anggur.
  • Porsi kecil membantu mengurangi makan berlebih. menu makan jepang Makanan orang Jepang secara tradisional kira-kira hanya setengah porsi makanan Barat.  Meskipun kebanyakan makanan dilihat menyehatkan, porsinya masih relatif kecil.  Selain itu, porsi kecil memungkinkan orang untuk makan beragam jenis makanan yang berbeda untuk mendapatkan unsur-unsur gizi secara lebih seimbang dari bahan makanan alami yang dikonsumsinya.
  • Konsumsi makanan berkhasiat kesehatan. wasabi Penggunaan bahan makanan berkhasiat kesehatan seperti herbal dalam masakan memberikan kontribusi kesehatan yang berarti bagi orang Jepang.  Basil, chrysanthemum, jahe, bawang putih, sesame, seaweed, jamur dan horseradish wasabi adalah beberapa herbal yang sering dijumpai pada masakan Jepang.  Wasabi misalnya, yang banyak disajikan di restoran Jepang merupakan herbal yanag disajikan dalam bentuk pasta bersama dengan ikan dan sushi

Selain memberikan aroma khusus, penggunaan bahan-bahan herbal juga memungkinkan masakan menjadi lebih enak dan unik tanpa penggunaan minyak dan garam berlebihan.  Selanjutnya bahan-bahan herbal ini pun memiliki kemampuan meningkatkan kesehatan, misalnya :

  • Bawang putih dapat menurunkan kolesterol dan trigliserida serta mengurangi resiko kanker.
  • Herbal dari kelompok mint (basil, oregano, thyme, sage, rosemary) dan kelompok parsley (dill, fennel, cumin, coriander, cilantro) semuanya memberikan perlindungan terhadap kanker.
  • Jahe menghambat penyumbatan darah.
  • Horseradish digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, gout hingga arthritis. Jadi pada saat bersamaan, penggunaan bahan-bahan herbal dalam masakan Jepang akan memberikan cita rasa khusus sekaligus menjaga kesehatannya.

Tradisi Minum Teh

Akhirnya, kebiasaan minum teh hijau atau Chinese tea, baik disajikan panas atau dingin, memberikan kontribusi kesehatan bagi orang Jepang.  Teh dipercaya memiliki zat antioksidan untuk menangkal radikal bebas, yang juga dihasilkan secara alami oleh tubuh.  Ooloong tea khususnya membantu menghancurkan lemak pada sistem pencernaan dan biasa dikonsumsi pada waktu makan, terutama setelah makan makanan yang digoreng.  Disampling itu, teh hanya memiliki setengah kafein kopi sehingga relatif aman bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.

Itulah beberapa rahasia  mengapa orang Jepang lebih sehat dan memiliki usia harapan hidup paling tinggi. Nampak sangat sederhana bila dicermati karena semua dimulai dari makanan kita.  Bapak Pengobatan Barat “Hippocrates” pun sejak lama telah menyarankan untuk mengkonsumi makanan yang baik untuk tubuh dan kesehatan melalui pernyataannya “Let Food Be Your Medicine”.

Jadiii mari Akiba Kei dan Akiba chan budayakan hidup sehat mulai dari apa yang kita makan sehari-hari, karena hidup sehat itu sangat murah dan menyenangkan bukan???