Fans sebuah karya adalah sesuatu yang positif. Kita sudah banyak melihat berbagai contohnya. Mulai dari fans Touken Ranbu membantu pembuatan ulang beberapa Katana bersejarah Jepang sampai fans AnoHana membantu gotong royong bersih-bersih lokasi Anime Pilgrimage mereka. Tapi bicara soal fans dan Anime Pilgrimage, selain dukungan, kadang bisa muncul konflik juga. Seperti saat Fans Free! protes Penanaman Pohon Sakura di Tottori. Tapi kenapa mereka protes?

Prefektur Tottori adalah daerah yang terkenal akan pohon sakura. Sejak tahun 1920, banyak pohon sakura Yoshino yang tumbuh disitu dan sekitarnya, dengan jumlah mencapai 240 pohon sakura,yang bermekaran dan menarik pengunjung setiap musim semi. Sampai lokasi tersebut masuk ke list Top 100 area pohon sakura di Jepang pada tahun 1990.

Tapi bagi fans anime, prefektur tersebut, atau tepatnya daerah bagian timur Tottori dan di Iwami, adalah lokasi setting dari anime kumpulan bishie basssah buatan Kyoto Animation 😀 Free! dan telah menjadi salah satu lokasi Anime Pilgrimage.

Dan pertentangan terjadi saat kota tersebut merencanakan projek perbaikan pohon sakura area itu. Karena akar beberapa pohon yang tumbuh disekitar kastil kuno bersejarah mulai merusak dinding kastil, dan beberapa juga ada yang layu dan sakit.

Rencananya adalah dengan memotong lima pohon yang sudah layu dan tambah menanamkan tujuh puluh pohon baru, membuat total pohon sakura disitu jadi berjumlah 305. Diharapkan dengan ini populasi pohon sakura jadi lebih terkontrol dan dinding kastil itu jadi bisa lebih tahan lama.

tottori

Kemudian rencana tersebut diumumkan kepada masyarakat, sekaligus diminta krisar dan masukan. Dan saat itulah, para fans Free! menyuarakan pendapat mereka. Mereka tidak ingin pemandangan Iwami dan Tottori dalam anime Free! jadi berubah karena penambahan pohon baru.

Mereka ingin penanaman dilakukan pada area yang takkan mengubah pemandangan Anime Pilgrimage disitu. Dan lumayan banyak yang mendukung pendapat itu di Twitter, dengan pesan tersebut mendapat sampai 300 retweet.

https://www.youtube.com/watch?v=396333uXUcg

Walau terkesan egois, tapi memang itu hal yang penting untuk dipikirkan jika Tottori tak ingin merusak pemasukan dari bidang turisme. Apalagi prefektur tersebut semakin ramai dikunjungi setelah movie Free! yang tayang beberapa bulan lalu. Dengan banyaknya cosplayer datang untuk mengunjungi tak hanya untuk pohon sakura tapi juga kastil bersejarah itu karena kastil itu ditampilkan dalam movienya.

Pendapat tersebut tapi dikatakan memang didengar. Diskusi mengenai projek tersebut sedang diberlakukan, dan sedang diperhatikan bagaimana penanamannya supaya tak mengubah pemandangan. Satu pegawai kota juga mengatakan kalau mereka mempertimbangkan semua pendapat, dan berharap menemukan solusi terbaik supaya dapat melaksanakan projek tersebut sekaligus mendukung bagian turisme.