Ada kejadian yang cukup jadi sorotan kepolisian jepang di bulan April ini. Awal bulan kemarin, seorang murid SMP di Tokyo memposting sebuah status sosmed bahwa ia ingin kabur dari rumah. Tak disangka, seorang lelaki 38 tahun bernama asli Takahiro Akashi menghubunginya. Gawatnya lagi Akashi mengaku sebagai Producer-san, sebutan bagi seorang produser idol di jepang.

Akashi lalu mengajak gadis berusia 14 tahun itu ke “studio” nya dengan mengatakan:

“Disini juga ada gadis sebayamu yang merasakan hal serupa. Jika kamu tidak suka dirumah, maka datanglah kemari.”

Ia juga mengatakan kepada gadis belia tersebut untuk membawa serta baju seragam sekolahnya. Mereka akhirnya bertemu di sebuah stasiun kereta dan meluncur ke rumah sang Producer-san gadungan di Prefektur Niigata.

Producer-san

Orang tua gadis itupun melaporkan berita kehilangan kepada kepolisian dan berkat gerak cepatnya, mereka berhasil menemukan pelaku yang tak lain adalah Akashi. Akhirnya tiga hari setelah itu Akashi memulangkan sang gadis kembali ke Tokyo. Menurut pengakuan gadis itu, ia hanya diminta untuk memasak saja dirumah Producer-san gadungan. Dan tidak ada tindak kriminal ataupun pelecehan.

Namun hukum tetaplah hukum, membawa pulang gadis dibawah umur tanpa persetujuan orang tua adalah sebuah kejahatan. Akashi ditangkap oleh kepolisian pada 21 April kemarin, karena kembali membawa pulang gadis belia di Akihabara.

Pelaku yang pake baju putih ditengah

“Aku hanya ingin membantu mereka yang ingin menjadi idol.” kata Akashi dalam sesi pemeriksaan di kantor kepolisian setempat. Namun hal tersebut dinilai salah karena ia terbukti bukan seorang professional. Menurut data yang diperoleh kepolisian, ia bukanlah seorang produser, ia bahkan tidak memiliki izin ataupun pekerjaan di bidang entertainment. Lebih gawatnya lagi, rumah di Niigata yang diduga kerap ia singgahi untuk membawa para gadis muda tersebut ternyata bukan milik Akashi. Melainkan rumah yang disewakan oleh pemilik aslinya.

Nahloh, tiati gaes. Penculikan sekarang emang rawan banget. Bahkan di Jepang aja masih ada yang begini. Modusnya emang beragam, dan memang kita, apalagi sebagai orang tua harus memberi perhatian dan pengertian lebih kepada anak. Jangan sampai dibawa kabor sama orang tak bertanggung jawab. 🙁