Jepang dipercaya sebagai salah satu negara teraman di dunia. Tapi meskipun begitu, negara tersebut bukan berarti bebas kriminal. Kejahatan tetap bisa saja terjadi, dan yang lumayan sering muncul adalah pelecehan seksual, seperti kasus Butsukari Otoko beberapa waktu lalu. Kali ini ada kabar kejahatan pelecehan seksual lagi, dengan metode yang juga tak biasa, dimana seorang pria Jepang pura-pura buta dan meremas oppai wanita.

Kejadian ini bermula pada tanggal 28 Februari kemarin. Saat itu seorang wanita berumur 26 tahun sedang bekerja sebagai staff di sebuah departement store yang terletak di Chuo, Tokyo. Pada jam 1:50 seorang pria yang terlihat seperti berumur 30 tahunan mendekatinya, dengan mata mengkerut dan berjalan dengan berhati-hati.

meremas oppai

Pria tersebut mengatakan kalau ia tak bisa melihat, dan meminta bantuan wanita tersebut untuk mengarahkannya ke toilet umum. Sang wanita menurutinya, dan membantu pria “buta” itu berjalan sampai ke toilet umum.

Saat mereka sudah dekat, pria tersebut terjatuh, dan sang wanita kemudian menunduk berusaha membantunya. Akan tetapi, tangan pria tersebut malah meraih dada sang wanita dan meremas-remasnya, dan kemudian dengan cepat langsung kabur.

Kejadian tersebut tak dibiarkan begitu saja, dan pihak kepolisianpun dipanggil. Mereka mengecek kamera keamanan department store tersebut, dan menemukan pria tersebut berjalan dengan lancar sebelum kejadian tersebut, membuat semua tindakannya hanya akting. Bahkan ditemukan juga kalau ia menge”cek” targetnya terlebih dahulu.

Parah ya mina-san, berpura-pura buta untuk melakukan hal tidak terpuji semacam meremas oppai seperti itu ckckck. Tapi tenang saja mina-san, karena kisah ini masih belum selesai. Untungnya, melalui video kamera keamanan tersebut, polisi berhasil melacak pria itu, dan berhasil menangkapnya!

Memang membutuhkan sedikit waktu, karena penangkapannya baru dilakukan tanggal 9 Juli kemarin. Dimana petugas polisi di Prefektur Kanagawa menangkap pria berumur 33 tahun warga Kota Hadano bernama Mizokami Yosuke.

Mizokami yang sama sekali tidak buta, telah mengaku kalau ia pelaku kejadian tanggal 28 Februari tersebut. Dan penyelidik juga sedang menginvestigasi apakah ia terlibat dalam beberapa kejadian serupa yang telah terjadi di area Tokyo dan Kanagawa.

Comments