Melakukan campaign kolaborasi dengan animanga atau game sudah wajar di Jepang, dan memang berpotensi membawakan keuntungan besar, seperti yang terjadi pada Nissin dan Kizuna Ai. Dan setidaknya bisa menarik perhatian banyak orang juga. Contohnya seperti dalam campaign baru Palang Merah Jepang, yang baru-baru ini terlihat melakukan kerjasama dengan seri manga Uzaki-chan, yang jadi ramai dibicarakan tapi juga dikritik.

Palang Merah Jepang memang suka melakukan kolaborasi dengan seri animanga, contoh yang bagus dan pas sebelum ini adalah dengan animanga Hataraku Saibou. Dan kali ini mereka melakukannya dengan seri manga romance ecchi comedy buatan Take berjudul Uzaki-chan wa Asobitai.

Mengisahkan gadis centil bernama Uzaki Hana yang suka menggoda temannya yang pemalu bernama Shinichi. Dan mungkin banyak yang mengenalnya sebagai sumber dari meme Sugoi Dekai, yang dikarenakan oppai Uzaki yang memang Dekai dan Sugoi 😉

Tapi memakai karakter itu untuk poster Palang Merah Jepang menuai kritik dari Ota Keiko, seorang pengacara dan feminist, yang mengatakan kalau poster itu insensitif, dan memasangnya di tempat publik bagaikan background sekuhara. Ia juga mengatakan tak ada salahnya menekankan bagian payudara pada gambar, tapi perlu dipikirkan subjek dan tempatnya dan sesuai dengan tujuannya.

Tweet dari Ota tersebut jadi ramai, dengan beberapa ada yang setuju, tapi banyak juga yang tidak setuju. Ada yang berargumen mengatakan kalau gambar itu bertujuan untuk menarik para orang muda untuk mendonor darah, dan oleh karena itu jadi sesuai dengan tujuannya. Dan seorang netizen lain yang terpisah dari tweet tersebut juga menemukan sesuatu yang menarik dari hal ini.

Kenapa Palang Merah Jepang suka memakai kolaborasi dengan animanga bergambarkan gadis kawaii atau sexy yang memang seperti umpan Otaku dan orang muda untuk mendonor darah. User Twitter @and_you5 mengatakan kalau kriteria untuk bisa menjadi pendonor darah adalah jika san donor tidak melakukan seks dengan pasangannya dalam waktu enam bulan.

Sesuatu yang meskipun agak stereotipikal, tapi memang lumayan bisa ditemukan pada fans animanga di Jepang yang masih single. Jadi meski Ota protes, sepertinya memang poster itu adalah alat yang efektif bagi Palang Merah Jepang, karena dapat menarik orang-orang yang pas untuk menjadi pendonor darah.