Ada berbagai seri permainan menarik asal Jepang. Dari kartu Pokemon, mobil Tamiya, Beyblade, dan lain-lain lagi. Dan permainan macam itu tentunya populer di Jepang, membuat banyak yang berkreasi membuat permainan baru. Takara Tomy adalah salah satunya, dan baru-baru ini mereka baru merilis permainan dan game menarik bernama Cap Kakumei Bottleman, yang terlihat sangat sukses dalam perilisan perdananya.

Cap Kakumei Bottleman adalah permainan buatan Takara Tomy dengan konsep yang terasa biasa, tapi eksekusinya membuatnya menarik. Intinya itu adalah mainan tembak-tembakkan, mirip dengan seri klasik B-Daman. Ada yang masih ingat? 😉

Tapi beda dengan B-Daman yang memakai kelereng atau bola besi, peluru dari permainan Cap Kakumei Bottleman, sesuai dengan judulnya, memakai bottle cap alias tutup botol. Player bersaing saling tembak untuk menjatuhkan target yang juga terbuat dari botol plastik.

Selain itu player dapat bermain dengan gaya tersendiri dengan 3 pilihan Bottleman. Tipe warna merah yang fokus pada tenaga tembakan, tipe warna biru yang dapat menembak 3 peluru dengan cepat berturut-turut, dan tipe warna hijau yang mengandalkan akurasi.

Kreativitas tak hanya sampai disitu, dengan potensi sponsor brand minuman botol terkenal yang bisa diajak kerjasama. Dan itu terlihat dengan adanya anime berdasarkan permainan tersebut yang dianimasikan oleh studio Gaina, yang kini mulai dirilis dan dapat ditonton di Youtube dalam bahasa Jepang dan juga Inggris.

Dari protagonis Kouga Kouta yang berdasarkan brand Coca Cola dan bahkan Bottleman miliknya memiliki nama Colamaru, rivalnya yang bernama Hokari Ryou dan kakeknya yang bernama Hokari Suezo yang berdasarkan brand Pocari Sweat, dan karakter Oi Goemon yang berdasarkan minuman teh hijau Oi Ocha, dan lain-lain lagi.

Dan yang keren lagi adalah permainan tersebut tak hanya dimainkan secara fisik, karena ada juga game Cap Kakumei Bottleman yang dirilis untuk konsol Nintendo Switch, yang membuat permainan tersebut dimainkan bercampur secara fisik dan juga digital.

Semua kreativitas multimedia ini terlihat membawa kesuksesan bagi Takara Tomy, dengan beberapa netizen Jepang mengabarkan kalau permainan tersebut sold out di berbagai toko di Jepang pada hari perilisannya tanggal 24 Oktober kemarin. Akankah permainan ini masuk ke Indonesia?