Sepertinya, salah satu eventpaling ditunggu, POPCON Asia tahun ini semakin ramai dikunjungi peminat. Acara yang mengusung tema Clash of Pop tersebut berlangsung pada 22-23 September 2018 di ICE BSD. Dan antusias dari berbagai kalangan sangat padat memeriahkan menit demi menit perhelatan akbar itu,  baik dari sisi industri kreatif, cosplay, bahkan sampai dunia perfilman.

Oke, berhubung seru seruannya sudah selsesai. Tanpa mimin ceritainpun pasti kalian udah kebayang dong gimana hebohnya Popcon Clash of Pop 😀 Tapi ada beberapa info nih yang mungkin kalian lewatkan kemarin. Apalagi yang nggak dateng, wajib banget baca biar nggak kudet. 😀 Berikut beberapa moment dalam Popcon Clash of Pop yang akan mimin bagikan kepada kalian.

Pengumuman Pemenang POPCON Award 2018

Untuk pertama kalinya POPCON, menghadirkan kategori film panjang di POPCON Award. Dan pada POPCON Award 2018, film bergenre horor garapan Joko Anwar yang ditonton jutaan penonton di tahun lalu, yaitu Pengabdi Setan, berhasil menyabet dua penghargaan. Dan berikut daftar lengkap pemenang POPCON Award 2018:

Kategori Film Panjang Indonesia

  • Most Memeable : Pengabdi Setan
  • Idola Kawula : Dilan (Dilan 1990)
  • Horor Terbaik : Pengabdi Setan
  • Duet Terbaik : Ubaidillah dan Slamet Ambari di Turah (Fourcolours Film)
  • Product Placement Terbaik : Galih dan Ratna (360 Degrees Synergy, Nant Entertainment, Josh Pictures)

Kategori Film Pendek dan Web-Series

  • Memorable Character : Setan dalam Makmum (HR Production)
  • Outstanding Web Series : Mengakhiri Cinta Dalam 3 Episode (Toyota Indonesia, Cerita Films)
  • Rising Filmmaker : Rein Maychaelson

 

Kategori Komik

  • Comic of the Year : Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat
  • Webtoon of the Year : Dulu Gwe(n) Pernah
  • Story of the Year : Blue
  • Comic Art of the Year : Shade of Arcana

Kategori Online Game

  • Upcoming Game : Ghost Parade (Lentera Nusantara)
  • Game Of The Year : Happy Glass (Game5Mobile)
  • Kategori Boardgame : Bluffing Bilionaire

Terlalu Tampan WEBTOON Diadaptasi ke Layar Lebar

Visinema Pictures, rumah produksi yang dikenal publik melalui karya-karya Cahaya dari Timur, Filosofi Kopi, Surat dari Praha dan Love for Sale, berkolaborasi dengan LINE WEBTOON mengadaptasi komik populer Terlalu Tampan ke layar lebar. Terlalu Tampan adalah kolaborasi pertama antara Visinema Pictures dengan LINE WEBTOON. Kabar ini dirilis dalam konfrensi pers pada Sabtu, 22 September 2018 di Event PopCon 2018 bertempat di Indonesia Convention Center (ICE) BSD, Tangerang. PopCon sendiri adalah salah satu event pop culture tahunan terbesar di Indonesia.

Ditanya mengenai alasan mengadaptasi Terlalu Tampan, Chief Content & Strategy Visinema Group, Anggia Kharisma mengungkapkan, “Visinema mempunyai visi untuk ikut berkontribusi mengembangkan ekosistem kreatif di Indonesia. Melalui film Terlalu Tampan, kami tak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga berupaya menjadi wadah kolaborasi bagi talenta-talenta terbaik negeri ini untuk bisa berkembang dan menyampaikan gagasannya melalui medium audio-visual.”

Seperti yang diketahui, LINE WEBTOON menjadi wadah bagi para kreator dan komikus berbakat untuk bercerita melalui serial komik. Sejak dirilis tahun 2015, telah banyak serial komik yang dirilis dan dibaca jutaan orang, salah satunya Terlalu Tampan yang telah dibaca lebih dari 9 juta orang dan dialihbahasakan ke 3 bahasa. Terlalu Tampan adalah karya Muhammad Ahmes Avisiena Helvin berkolaborasi dengan Savenia Melinda sebagai ilustrator yang mengisahkan sebuah keluarga yang seluruhnya berwajah tampan. Karena ketampanannya yang luar biasa, tak jarang Kulin, tokoh utama dalam serial ini menghadapi masalah demi masalah yang harus diselesaikan. Dengan gaya penceritaan yang jenaka dan dituturkan dengan ringan, karakter seperti Mas Kulin, Mas Okis, Pak Archewe dan Bu Suk dengan mudah memikat hati banyak pembaca.

Ghina Fianny, manajer LINE WEBTOON, mengungkapkan alasannya mempercayakan adaptasi Terlalu Tampan kepada Visinema Pictures, “Kami sudah melihat rekam jejak karya-karya Visinema Pictures terdahulu, dan kami melihat visi misi yang sama dalam mengapresiasi dan mengembangkan talenta-talenta kreatif lokal, sehingga kami percaya Visinema Pictures bisa memberikan yang terbaik dalam mengadaptasi serial komik populer Terlalu Tampan ini.”

Nurita Anandia yang duduk sebagai produser film Terlalu Tampan—sebelumnya sebagai co-produser Filosofi Kopi dan Keluarga Cemara—mengungkapkan, “Kami di Visinema selalu percaya bahwa konten yang kami ciptakan harus beragam. Kami sudah membuat film bertema olahraga, film drama hingga film komedi, yang belum memang film remaja. Makanya ketika dengar cerita dan genre film ini saya langsung excited!

Tentu ada perbedaan antara versi komik Terlalu Tampan dengan versi film. Nurita, atau yang akrab disapa Tata mengungkapkan, “Ada beberapa penyesuaian untuk kebutuhan cerita. Di versi layar lebar, Okisena tidak menjadi adik, tetapi menjadi kakak dari Mas Kulin. Selain itu, kami juga menambahkan premis agar merangkai setiap potongan cerita yang sudah ada. “

Sutradara yang dipercayai untuk mengadaptasi Terlalu Tampan adalah sutradara muda berbakat, Sabrina Rochelle Kalangie. Sebelumnya, Sabrina menyutradarai Webseries Filosofi Kopi di Youtube dan mendapat apresiasi luar biasa dari penonton.

Dalam konferensi pers Clash of Pop di ICE BSD, juga diperkenalkan para pemeran Terlalu Tampan. Mas Kulin akan diperankan oleh Ari Irham, aktor muda yang juga seorang DJ berbakat. Sedangkan Mas Okis, kakak Kulin, diperankan oleh aktor Tarra Budiman. Sang Ayah, Pak Archewe diperankan oleh aktor Marcelino Lefrandt dan sosok Ibu, Bu Suk, diperankan oleh penyanyi Iis Dahlia. Menarik ditunggu senyawa keempat pemeran ini untuk menghidupkan tokoh-tokoh yang dicintai pembaca.

Rencananya, Terlalu Tampan akan mulai melalukan proses syuting di bulan Oktober 2018. Penasaran seperti apa hasil adaptasi dan kolaborasi menarik antara Visinema Pictures dan LINE WEBTOON ini? Tunggu tanggal rilisnya di tahun depan!

POPCONNECT, Platform Terbaru POPCON 

POPCON Clash of Pop kemarin juga menghadirkan platform terbaru yang memungkinkan semua insan kreatif untuk terus berkembang, yang disebut dengan POPCONNECT. Dalam platform ini, para kreator dari berbagai bidang pop culture, mulai dari komik, ilustrasi, film, animasi, cosplay, musik, game, atau bahkan teknologi yang berbasis aplikasi, dapat mendaftarkan karyanya untuk bisa dilihat dan dikurasi bersama, bahkan POPCONNECT akan menghadirkan kurator-kurator internasional dibidangnya.

Yenny Wangsawidjaja, CEO POPCON Inc mengatakan, “POPCONNECT akan menjadi platform inovasi terbuka, yang difokuskan untuk membangun ekosistem kreatif terpusat dengan komunitas startup yang terus berkembang bagi tim inovasi perusahaan, VC dan institusi pendidikan yang maju “

Dan di ajang POPCON Asia 2018 Clash of Pop yang berlangsung pada 22-23 September 2018 di ICE BSD, para kreator bisa langsung mendaftarkan kreasinya di Booth POPCONNECT. Para kreator cukup mendaftarkan diri saja untuk mendapatkan banyak keuntungan di masa depan dari bergabung dengan jaringan POPCONNECT.

Di booth POPCONNECT kali ini, para kreator juga bisa konsultasi langsung segala hal permasalahan IP (Intellectual Property) yang mereka hadapi, mulai dari pendaftaran atau masalah lainnya yang terkait hak cipta, agar mereka bisa mendapat manfaat maksimal dari karya-karyanya. Konsultasi ini didukung oleh KLIKONSUL, lembaga konsultan hukum yang berdiri sejak 2014, yang memang fokus mendukung perkembangan industri kreatif. KLIKONSUL bahkan memberikan dukungan layanan agar para kreator dapat langsung mendaftarkan hak cipta karyanya di booth POPCONNECT.

Dengan visi menjadi katalisator di seluruh kawasan Asia, POPCONNECT akan terus fokus membangun komunitas dan mendukung inovasi bagi industri kreatif di Indonesia.

Comments