Tidak ada habisnya jika kita membahas Jepang. Dengan segala keunikannya—bahkan terkadang menyangkut sesuatu yang tak lazim, Jepang tetap menjadi daya tarik bagi banyak orang. Meski termasuk ke dalam negara pembuat konten pornografi di jajaran teratas, nyatanya Negeri Matahari Terbit merupakan contoh negara maju yang paling baik. Bagaimana tidak? Selain memiliki sumber daya manusia yang amat mumpuni, tingkat kejahatan di Jepang juga sangat rendah. Hal ini tentunya berdampak pada pekerjaan polisi Jepang. Mereka seringkali ditemukan melakukan sesuatu yang berlebihan dan tak habis sangka.

Ya, apa coba yang akan dilakukan pengatur keamanan sosial jika tidak ada yang berbuat onar? Tentu saja gabut dong, makan ‘gaji buta’! Oleh karena itu, para polisi Jepang bakal mengisi waktu mereka dengan melakukan kegiatan apa pun yang sekiranya bisa dilakukan oleh seorang polisi. Biar tidak terlihat pengangguran amat lah, bagaimana juga mereka itu kan digaji oleh negara. Nanti apa kata publik kalau kerjaannya cuma duduk-duduk saja di pos keamanan? Malu! Apalagi, sudah menjadi kebudayaan di Jepang yang mendarah daging jika profesionalitas dalam bekerja itu begitu ditinggikan karena menyangkut harga diri.

Polisi Jepang-1

Melansir data dari Economist, tingkat kejahatan di Jepang telah jatuh selama 13 tahun. Kasus pembunuhan hanya 0,3 per 100.000 orang dan termasuk yang terendah di dunia. Hanya ada satu kasus pembunuhan pada sebuah prefektur di tahun 2015 lalu. Bahkan gangster yakuza, yang pernah menjadi kekuatan kriminal paling dahsyat, telah dilemahkan oleh undang-undang dari pemerintah yang akan mempersulit hari tua mereka di mana jaminan sosial seperti pelayanan kesehatan bakal ditarik. Ditambah dengan bertumbuhnya anggota kepolisian secara signifikan, membuat para polisi yang ada menjadi gabut dan melakukan hal-hal sebagai berikut.

Lima polisi datang memenuhi ruang apartemen dari seorang wanita hanya untuk menginvestigasi sebuah kasus pencurian celana dalam. Wanita itu mengaku bahwa celana dalam yang dijemurnya kerap hilang tanpa penyebab yang pasti. Ia meragukan jika angin membawa pergi jemurannya, dan akhirnya memutuskan untuk melapor kejadian ini ke kantor polisi. Sejumlah kecil detektif lantas dikerahkan untuk mencari tahu di mana hilangnya celana dalam tersebut dan apa penyebabnya. Setelah melalui penyelidikan, pelaku yang diam-diam suka menggesek celana dalam wanita tersebut di tiang jemuran tertangkap.

Baca juga: Kasihan… Tanaka Koki Ex Member KAT-TUN Ditangkap Kepolisian Jepang

Polisi Jepang-2

Kemudian, para polisi Jepang diketahui menahan sekelompok orang yang diduga membayar sewa mobil dengan uang hasil patungan. Solusi itu dianggap sebagai pelanggaran yang termasuk ke dalam penggunaan taksi ilegal. Mengingat, di Jepang jika ingin menyewa kendaraan haruslah satu orang yang menanggung biayanya. Peraturan ini bermaksud agar tidak ada perselisihan di antara penumpang ketika hendak membayar uang sewa kendaraan. Beberapa prefektur juga memerintahkan polisi untuk mulai mengadili orang-orang yang mengendarai sepeda mereka melintasi lampu merah, walaupun ketika itu jalanan sedang sepi.

Pada tahun 2015, seorang pria ditangkap karena iseng menggambar tokoh Adolf Hitler dalam bentuk anime ke poster Shinzo Abe yang merupakan perdana menteri Jepang. Para detektif andal juga diturunkan dari badan intelejen negara untuk memantau murid-murid bermasalah di sekolah. Mereka mungkin menyamar sebagai teman sekelas atau guru, agar bisa membantu permasalahan internal generasi penerus bangsa secara langsung. Uniknya, tindakan invasif ini tidak perlu izin atau diketahui oleh pihak sekolah. Bahkan, polisi Jepang berpangkat rendah pernah membongkar rencana jahat yang akan dilakukan oleh warga negara asing.
Polisi Jepang-3Meski rata-rata apa yang para polisi Jepang itu lakukan dinilai bermanfaat—walaupun nampaknya agak berlebihan—akan tetapi pada kenyataannya tidak selalu begitu. Beberapa di antara mereka juga kerap ditemukan bermain permainan ringan seperti kartu, catur, rubik, atau yang lainnya, di pos keamanan untuk mengusir rasa jenuh tatkala bertugas.

Itulah apa saja yang dilakukan polisi Negeri Bunga Sakura dikarenakan kegabutan yang melanda. Polisi Indonesia apa kabar? 😀