Masalah hak cipta adalah sesuatu yang diseriusi saat ini, apalagi dengan makin terhubungnya dunia melalui internet dan perkembangan teknologi dan hukum. Tapi sesuatu yang menarik mengenai hal itu terjadi baru-baru ini, karena konten masalah hak ciptanya dan juga pihak yang terlibat didalamnya. Yaitu dengan adanya sebuah perusahaan China yang berusaha trademark kata Ahegao, dan tindakan itu dilawan oleh website Fakku.

Yup, nama-nama yang mungkin terlihat tak biasa dan agak mengejutkan. Fakku kemungkinan nama yang sudah lumayan dikenal ya ๐Ÿ˜‰ website penyedia scanlation dari doujinshi dan manga hentai, yang pada awalnya ilegal tapi kemudian melegalkan diri dan menjadi distributor resmi untuk materi-materi tersebut.

Mereka juga lumayan aktif dalam masa virus corona ini, dengan beberapa bulan lalu membuat subskripsi website mereka gratis selama beberapa minggu untuk menekankan gerakan social distancing. Sesuatu yang sukses dan membuat website itu overload dan sempat down.

Tapi konten mereka tak hanya manga, dengan mereka juga menyediakan jasa streaming legal anime hentai, dan juga menjual merch baju Ahegao yang merupakan hasil kerjasama dengan hentai mangaka Asanagi. Tapi baju tersebut membuat website Fakku diserang.

Dan serangan tersebut adalah yang telah dikatakan diatas tadi. Sebuah perusahaan China dengan nama Shenzhen Guangcai Trading mendaftarkan trademark untuk kata Ahegao. Ahegao itu sendiri adalah kata Jepang yang berarti Wajah Ahe, dengan Ahe mereferensikan ekspresi saat nafsu seksual terpuaskan. Sesuatu yang tentu umum dalam dunia hentai, sampai sudah jadi meme juga.

Shenzhe Guangcai Trade mendaftarkan trademark untuk kata Ahegao tahun 2018 lalu dan diterima pada tahun 2019 dan sudah masuk online database kantor hak cipta dan paten Amerika Serikat atau USPTO untuk baju, alas kaki, alat kepala.

Tapi ini tindakan yang tak diterima oleh website Fakku, dengan Jacob Grady sang pencipta website hentai tersebut, mengatakan mereka akan melawan Shenzhen Guangcai Trading, dan mengklaim bahwa perusahaan China itu memakai artwork yang dicuri, dan berusaha membuat Fakku untuk berhenti menjual satu-satunya merch mereka yang 100% resmi.