Wagyu (和牛 Wagyū, sapi Jepang) mengacu pada beberapa ras sapi. Satu ras di antaranya memiliki kecenderungan genetik berupa pemarmeran (marbling) tinggi dan memproduksi lemak tak jenuh berminyak dalam jumlah besar. Sapi wagyu terkenal karena pola marmer pada dagingnya dan kualitasnya. Daging jenis ini umumnya dijual mahal. Di beberapa daerah di Jepang, daging diberi nama sesuai wilayah produksinya, contohnya daging Kobe, Mishima, Matsusaka, Ōmi, dan Sanda.
what-is-wagyu-beef_HomeMedium

Kecenderungan genetik ras Wagyu menghasilkan daging dengan kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6 yang lebih tinggi daripada daging sapi pada umumnya. Pemarmeran terus-menerus juga memperbaiki rasio lemak tak jenuh tunggal dan lemak jenuh.

Daging sapi Kobe di jual dengan harga 31.500 Yen per 870 gram kalau di rupiahkan Rp 3.700.000 per 870 gram. Menurut para pakar masakan terkemuka didunia, daging sapi kobe memiliki kontur yang berbeda dengan daging sapi lain, ini dikarenakan lapisan lemak antar serat daging yang banyak, selain itu warna daging, warna lemak, lapisan lemak dan tekstur daging, kobe beef memiliki nilai sempurna untuk semuanya.
Di resto Aragawa yang notabene toko steak pertama di Tokyo menjual menu daging Kobe seharga US$ 368 untuk satu porsi steak.
Mungkin ada yang bertanya, kenapa kobe beef bisa begitu lezat? Yang jelas menjadi begitu nikmat karena faktor serat daging dan perlemakannya. Disinilah kobe beef sulit ditandingi oleh daging sapi atau bahkan daging hewan lainnya. Dalam sebuah buletin yang dikeluarkan oleh Japan Meat Grading Ascociation, kobe beef dibedakan tingkat kualitasnya berdasarkan Beef Marbling Score (BMS) mulai angka 1-12.
Marbling adalah kondisi perlemakan didalam daging termasuk daging sapi.
Karena daging ini mahal dan memiliki karakter yang khas dalam tekstur dan rasa maka cara memasaknya juga tidak boleh sembarangan, kobe beef sebaiknya dimasak secepatnya setelah proses pemotongan. Hal ini berguna untuk menjaga agar aroma dan rasa dagingnya. Untuk hasil terbaik, kobe beef sebaiknya dimasak 3/4 matang.


daging-sapi-kobe

Para peternak sapi Kobe dalam merawat sapi-sapinya seperti merawat seorang raja, si sapi begitu di manja bak seorang raja yang sangat berkuasa. Perlakuan ini sangat beda di banding merawat sapi-sapi biasa, sapi Kobe sangat di perhatikan dalam segala aspek kehidupannya, peternak sengaja memperlakukakan sapinya seperti itu bertujuan supaya kualitas daging sapi menjadi sempurna.
Peternak akan senantiasa memberi makan sapi Kobe dengan rumput yang masih hijau dan fresh, dilengkapi dengan bermacam-macam buah-buahan dan sayur-sayuran (pemberian buah-buahan dan sayur-mayur pada sapi Kobe diberikan dengan cara dilumatkan yang bertujuan untuk melekngkapi vitamin dan mineral si sapi). sapi Kobe seumur hidupnya belum pernah makan jerami atau rumput yang sudah layu,
tapi memberi makan sapi-sapi tersebut dengan rumput hijau (bukan jerami), dilengkapi dengan segala macam buah dan sayur (yang dilumatkan) untuk kelengkapan vitamin dan mineralnya,Setiap pagi, secara bergiliran sapi Kobe dimanja dengan cara di elus-elus diajak bicara dengan memberikan sapaan seperti “selamat pagi, bagaimana kabar pagi ini, bagaiamana dengan tidurmu?”. Sesudah dielus-elus dan diajak bicara, si sapi akan di ajak jalan-jalan melihat pemandangan indah, perlakuan ini sengaja dilakukan supaya si sapi tidak stress.
Sapi Kobe di beri kandang yang bersih dan sempit, supaya si sapi tidak banyak bergerak. Anda pastinya tidak akan menemukan kandang sapi Kobe di perkotaan atau di pedasaan biasa, peternak sapi Kobe akan membangun kandang sapinya di atas pegunungan dengan pemandangan yang sangat indah. Sengaja kandang sapi Kobe berada di pegunungan dengan pemandang indah supaya si sapi tidak stress, tiap hari di kandang, sapi Kobe selalu di putar lagu-lagu klasik yang menyenangkan, sambil si sapi dikasih minum sake. Sengaja peternak mengkombinasi musik dan minuman sake kepada si sapi, bertujuan supaya si sapi tetap dalam keadaan ngantuk dan rileks.
paradise-wagyu

Perternakan Jepang:
Karena daratan Jepang tidak rata dan terisolasi, berbagai teknik pembiakan dan pemberian pakan diterapkan seperti memijat atau menambahkan bir atau sake ke pakan mereka. Hal ini diduga dilakukan untuk membantu pencernaan dan menambah nafsu makan saat musim hujan, namun tampaknya tidak berpengaruh pada rasa daging. Pemijatan dilakukan untuk mencegah kram otot di sejumlah peternakan di Jepang yang hewan ternaknya tidak diberi cukup ruang untuk memanfaatkan otot-otot mereka.
tonys-kobe

Ada empat ras wagyu/sapi Kobe: Sapi Hitam Jepang (黒毛和種 Kuroge washu), Sapi Cokelat Jepang (赤毛和種 Akage Washu), Sapi Tanpa Tanduk Jepang (無角和種 Mukaku Washu), dan Sapi Tanduk Pendek Jepang (日本短角和種 Nihon Tankaku Washu)
Sapi Hitam Jepang mencakup 90% dari seluruh sapi yang digemukkan di Jepang. Galur sapi Hitam Jepang meliputi Tottori, Tajima, Shimane, dan Okayama. Sapi Cokelat Jepang, dikenal pula sebagai sapi Merah Jepang, adalah ras utama lainnya galurnya meliputi Kochi dan Kumamoto. Sapi Tanduk Pendek Jepang mencakup kurang dari 1% dari seluruh sapi di Jepang.

Pertenakan Australia:
Australian Wagyu Association adalah asosiasi ras wagyu terbesar di luar Jepang Baik sapi ras murni dan silang wagyu diternakkan di Australia untuk pasar dalam dan luar negeri, termasuk Taiwan, Cina, Hong Kong, Singapura, Indonesia, Britania Raya, Perancis, Jerman, Denmark, dan Amerika Serikat.
Sapi wagyu Australia diberi pakan gandum selama 300-500 hari masa produksi. Wagyu yang diternakkan di kawasan Margaret River, Australia Barat, biasanya diberi pakan gandum campur anggur merah.
Daging wagyu dari Australia sudah memiliki sertifikasi halal dan kesehatan. Sapi juga tidak ditambahi hormondan antibiotik dalam pengembangannya karena kualitasnya memang sudah di atas rata-rata. Selain itu, asal usul sapi jelas dan terjamin sejak sapi lahir sampai dikonsumsi.
_83560107_img_3126