Sebelumnya kita sudah membahas perangkat elektronik Jepang tahun 70-an. Nah, pada kesempatan kali ini Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian akan diajak bernostalgia dengan perangkat elektronik Jepang tahun 80-an. Sebagian dari benda-benda yang begitu populer di tahun 1980 dari Negeri Bunga Sakura ini mungkin pernah digunakan oleh Minasan semua!

Tidak perlu basa-basi lagi. Jadi, langsung disimak saja daftarnya di bawah ini. Cekidot, Minna! 😀

1. Diskman D 121 – Sony

Diskman D 121 merupakan CD player pertama di dunia yang mengusung konsep portabel. Dengan keluwesan yang dapat dibawa ke mana-mana menjadikan Diskman D 121 disukai oleh banyak orang, terutama para remaja dan pencinta seni. Ukurannya yang lumayan ramping membuatnya dapat dimasukkan ke dalam tas atau hanya dengan digenggam. Bisa dibilang, CD player buatan Sony yang satu ini adalah gebrakan inovasi terbaik yang menginspirasi produsen lain dalam pengembangan CD player berukuran kecil.

Mengenai harga, Diskman D 121 dibandrol dengan harga yang mahalnya bikin kejang-kejang. Bayangkan saja, CD player yang sekarang hanya ratusan ribu rupiah, sedangkan perangkat elektronik Jepang yang diluncurkan 1 November 1984 tersebut dihargai 20.000 yen untuk per barangnya atau sekitar 6 juta rupiah. Wow! Angka yang cukup fantastis bukan? Makanya, kids jaman now kayak kita sebaiknya bersyukur tidak hidup di masa lalu. Pasa masa itu kepengen dengerin lagu aja perlu jadi holang kaya dulu.

2. CD player CDP-101 – Sony

CDP-101 adalah mbah-uyutnya Diskman D 121. CD player yang lebih dahulu ada tersebut dirilis pada tahun 1982 sebagai CD player pertama di dunia. Sebagai CD player pertama, ukuran lebarnya sekitar 35 sentimeter dan harganya juga lebih mahal lagi, yakni 60.000 yen atau kurang-lebih 18 juta rupiah. Hayooo… Masih mau dengerin lagu? Tapi untuk pencinta musik sejati sih pasti ada saja akalnya. Main ke rumah temen atau saudara yang punya perangkat elektronik Jepang tahun 80’an ini, misalnya.

Oh iya, harganya CDP-101 kan muahal banget itu, tapi apa artinya untuk Minasan? Apakah dengan harga yang selangit tersebut berarti CDP-101 memiliki segudang fitur? Tidak juga, sih. Salah satu fitur yang dimiliki nenek moyang CD player tersebut adalah AMS. Fitur yang memiliki kepanjangan Automatic Music Sensor ini memungkinkan pemiliknya mencari awal dan akhir dari satu lagu hanya dengan satu sentuhan. CD playernya juga dilengkapi remote control (RM – 101) yang dijual terpisah. Meski mahal, CDP-101 sangat laku lho.

3. LD-1000 – Pioneer

Sesuai dengan nama produsennya, LD-1000 merupakan pionir dalam pengembangan laser disk player atau disingkat LDR (kok saya jadi baper). LD (dibikin tanpa huruf R aja deh) buatan Pioneeer merupakan laser disk pertama di dunia dengan penyimpanan data menggunakan media cakram optik (CD). LD-1000 berdiameter 30 sentimeter dan bisa digunakan untuk menyimpan video atau film. Jadi, VCD, DVD, atau alat pemutar CD sejenisnya itu tidak akan ada tanpa LD-1000.

Pioneer sebagai salah satu produsen LD pertama di dunia meluncurkan LD-1000 pada bulan November 1981. Harganya cukup bikin kita kena kanker (kantong kering), yaitu senilai 80.000 yen atau sekitar 25 juta rupiah! Sadiiis meeen!! Holang pastinya yang beli ini. Walaupun sebenarnya bagi negara maju kayak Jepang harga segitu dianggap cukup terjangkau. Buktinya, pada tiga hari pertama setelah perilisan, LD-1000 terjual hingga 2.300 unit. Tapi kalau kita-kita ini bagaimana nasibnya? Bisa makan nasi kecap terus selama berbulan-bulan. 🙁

4. Washlet – Toto

Perangkat elektronik Jepang.

Negeri Matahari Terbit terkenal akan kecanggihan toiletmya. Banyak fitur keren lagi bermanfaat yang bisa Akiba-chan dan Akiba-kei dapatkan dari toilet Jepang. Misalnya, kursi dengan penghangat, angin untuk mengeringkan bagian bawah tubuh sehabis buang air besar, suara keran air palsu untuk menyamarkan suara kotoran, dan masih banyak lagi. Namun, siapa yang menjadi penggebrak pertama toilet canggih di Jepang? Jawabannya adalah Toto. Toto bukanlah nama bapak-bapak tetangga sebelah, melainkan sebuah perusahaan asal Jepang yang menjadi pembuat toilet canggih pertama!

Baca juga: Azunyan Rayakan Ultah dengan Live-size Fig! Tapi Harganya…

Pada tahun 1980, Toto menperkenalkan toilet duduk paling canggih di zamannya yang dinamai ‘Washlet’. Produk perusahaan besar itu mengiklakan produknya di teve-teve, radio, dan baligho (poster besar di jalan-jalan). Uniknya, ada sebuah moto yang menjadi tajuk Washlet, yaitu “Pantat juga kepengen dicuci tahu!”. Washlet kemudian menjadi produk toilet duduk paling canggih yang ‘meledak’ di pasaran seiring bertumbuhnya perekonomian masyarakat. Fasilitas utama yang diusung Toto pada Washlet adalah pencuci bokong otomatis dan sekarang selalu ada di toilet-toilet modern Jepang.

5. Shoulderphone Type 100 – NTT

Perangkat elektronik Jepang-2.

Ukurannya yang besar membuat ponsel zaman dahulu tidak disebut handphone, melainkan shoulderphone. Dari sekian perangkat elektronik Jepang untuk komunikasi dua arah yang ada, Shoulderphone Type 100 keluaran NTT adalah yang paling populer. Mengapa bisa begitu terkenal? Karena berhasil menciptakan ponsel portabel pertama walaupun beratnya masih tiga kilogram dan membawanya pun mesti harus pakai tas khusus. Sayangnya, pihak NTT tidak menjual alat komunikasi tahun 80’an tersebut. Perusahaan ini menyewakannya mulai bulan September 1985.

6. Handycam CCD-M8 – Sony

Kontribusi Sony dalam pengembangan teknologi di Jepang patut diacungi empat jempol sekaligus! Bagaimana tidak? Handycam pertama berhasil diciptakan di Negeri Matahari Terbit. Dahulu, tidak ada yang namanya handycam dikarenakan kamera memiliki ukuran besar dan berat. Namun, melalui inovasinya, Sony berhasil menemukan kamera terbaik dengan berat hanya satu kilogram lebih dan ukuran yang pas di zamannya. Produk ini sempat menguasai pasar perfilman karena pengoperasian satu tangannya yang sangat simpel.

7. Notebook PF-3000 – Casio

Perangkat elektronik Jepang-3.

Dahulu, notebook gunanya sebagai buku catatan seperti namanya. Notebook atau Databank PF-3000 merupakan buku catatan elektronik pertama yang digunakan untuk mencatat alamat rumah atau suatu tempat. Penggunaannya sama seperti menyimpan nomor kontak di ponsel, hanya saja nomor tersebut diganti alamat. Selain itu, pemakai Notebook PF-1000 dapat menyimpan informasi tentang sesuatu yang lain ke dalamnya. Fasilitas yang terdapat pada Notebook PF-1000 juga digunakan pada ponsel sekarang, yakni pengurutan daftar secara otomatis menggunakan alfabet dan dapat dicari menggunakan nama atau judul catatan yang tersimpan.

Itulah 7 perangkat elektronik Jepang tahun 80’an. Apakah Minasan pernah menggunakan salah satunya? 😀