Sebagai negara dimana animanga dan game banyak diproduksi, tak begitu mengherankan ada hukum yang lumayan diseriusi akan hal tersebut di Jepang. Kita telah mendengar berbagai kabar hacking dan modding data game atau konsol yang pada akhirnya berujung ditangkap polisi. Dan itu juga jadi topik kali ini, dengan berita seorang pria di Jepang yang ditangkap polisi karena ia melakukan penjualan hacked Pokemon di game.

Pria tersebut bernama Kawamatsu Kazuki, seorang pria pengangguran yang tinggal di Nagoya. Dikatakan kalau hacking tersebut dilakukannya pertama dengan melakukan jailbreak pada konsol Nintendo Switch miliknya, yang kemudian membuatnya bisa memasukkan Pokemon apapun dalam game Pokemon konsol itu, Sword & Shield.

Dengan hal itu Kawamatsu dapat membuat custom Pokemon misalkan membuatnya tipe Shiny atau dengan stat yang kuat semaunya, dan ia kemudian membuka jasa Pokemon generator di internet. Satu ekor bisa dijual dengan harga 500 Yen, dan harganya bisa ditambah 400-800 Yen jika ada yang melakukan pemesanan sampai enam ekor.

Harga yang keliatan kecil, tapi mungkin karena efek pandemik yang membuat Switch jadi populer dan banyak orang jadi ada kesempatan main, dikatakan kalau Kawamatsu berhasil meraup keuntungan melebihi 1,15 juta Yen atau sekitar 150 juta rupiah dalam tahun 2020.

Tapi seperti yang dikatakan diawal, Kawamatsu berhasil ditangkap oleh polisi, yang spesifiknya karena jasa yang dilakukannya pada bulan April 2020 untuk seorang pria di Kyoto yang meminta enam pokemon, dua diantaranya dikatakan adalah starter Pokemon Scorbunny dan Sobble, dan ia telah mengakui perbuatannya.

Kawamatsu ditangkap atas pelanggaran hukum pencegahan unfair competition, dan dikatakan kalau ini adalah kasus yang pertama kalinya yang melibatkan hacking konsol Nintendo Switch. Tapi ini bukanlah yang pertama yang melibatkan game Pokemon.

Dengan pertengahan 2019 lalu seorang pria ditangkap karena melakukan hacking dan menjual data game Pokemon Nintendo 3DS, yang juga merupakan kasus penangkapan pertama sejak hukum anti modding dan cheat mendapatkan revisi pada akhir tahun 2018 kemarin.