Mina-san pasti pernah atau sedang main game 😉 apalagi mobage. Saat ini bisa dibilang jamannya game mobile, dan dengan semakin banyak yang memiliki smartphone, semakin banyak juga yang main. Kita sebagai pemain juga perlu berhati-hati, jangan sampai kecanduan atau tergoda, tak hanya godaan bermain tapi juga membeli. Jangan sampai seperti pendidik univ Kyoto ini, yang sampai gelapkan uang demi game!

Antara mengejutkan dan tidak juga sih. Mina-san yang pemain game-game mobile dengan fitur Gacha dan Microtransaction pasti bisa mengerti godaan ingin beli gem/orb/crystal/dll supaya bisa dapat item atau karakter SSSR 😉 dan setelah ditarik kecewa malah dapatnya hasil yang Rare atau umum, dan tergoda untuk beli dan nge-gacha lagi.

Dan ini lebih dalam lagi bagi orang-orang Jepang. Industri mobile game disana sangat-sangat booming, dan itu karena orang-orang Jepang pemain mobile game sangat berani mengeluarkan uang demi game tersebut. Dengan sebuah data menunjukkan kalau pemain mobage dengan pengeluaran terbesar berada disitu.

Dan itu dapat dibuktikan dari kasus pendidik Univ Kyoto ini. Namanya tak diberitahukan, tapi ia pria berumur 40-an tahun, dan ia adalah wakil direktur yang bekerja dalam Universitas tersebut dari 2015 sampai Maret 2018 kemarin, dan yang mengatur dana grup pendukung pendidikan.

univ kyoto

Tapi seperti yang sudah dibilang, uang tersebut malah dipakainya untuk microtransaction mobage! Dan yang lebih bikin ngakak/geleng pala lagi, ternyata selain itu, uang tersebut juga suka dipakai untuk membeli model plastik, dan total pengeluarannya ada sampai lebih dari tujuh juta Yen!!

Alasan penggelapan uang yang dilakukannya itu bisa ketahuan, adalah karena saat ia pindah kerja ke Menteri Pendidikan dan Budaya pada bulan April 2018, ia tidak menyerahkan catatan rekor transaksi kepada orang yang menjadi penerusnya. Hal tersebut menimbulkan rasa curiga, dan penyelidikan dilakukan, membuat pengeluaran rahasianya jadi terungkap.

Tapi kasus ini memiliki akhir yang bisa dibilang menarik. Pria tersebut mengakui kesalahannya dan menyesali perbuatannya, dan juga membayar balik uang yang dicurinya. Dan pihak Universitas Kyoto juga melepas kasus ini, sesuatu yang bisa terbilang aneh mengingat betapa kerasnya Jepang akan tindakan macam ini. Tapi yang jelas, mina-san kendalikan diri ya saat main 😉

Comments