Kembali lagi dengan mimin yang akan membagikan cerita sadis dan seram. Mimin skip dulu tema mitosnya ya. Sekarang kita sambung aja ke kasus pembunuhan yang sadis dan mengerikan part 2. Langsung aja ya, berikut listnya:

Baca Disini Untuk Part Pertama

5 – Mamoru Takuma (宅間 守)

Mamoru Takuma merupakan seorang petugas kebersihan yang telah melakukan pembunuhan berantai pada tahun 2001  dengan jumlah korban sebanyak 8 orang meninggal dan 15 lainnya mengalami luka-luka. Ia melakukan pembunuhan berantai di sebuah sekolah dasar Ikeda, Osaka. Mamoru Takuma juga sempat keluar masuk penjara sebanyak 11 kali atas tindakan sekuhara, hingga mengendarai mobil dengan sembarangan.  Sebelum melakukan pembunuhan berantai di sekolah dasar Ikeda ini, ia tercatat pernah menikah sebanyak 4 kali.

Pada 8 Juni 2001, di hari sidang pengadilan untuk kasus nya yang menyerang seorang petugas pelabuhan. Ia mengamuk dan melakukan pembunuhannya di sekolah dasar Ikeda. Ia beberapa kali di lumpuhkan oleh beberapa staff sekolah dan terlihat dalam keadaan linglung ketika ditangkap. Awalnya ia terus mengulang perkataan “aku pergi ke sekolah dasar” lalu kemudian ia mengatakan jika “aku pergi ke stasiun dan menusuk 100 orang dengan pisauku, aku tidak pergi ke sekolah dasar”.

Takuma juga mengatakan jika ia menjadi sangat jijik dengan semuanya. Ia juga menceritakan bahwa ia juga pernah berusaha untuk membunuh dirinya sendiri beberapa kali tetapi kematian tak kunjung dating padanya. Sehingga ia ingin segera ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Takuma juga menjelaskan bahwa dirinya sangat membenci anak-anak “Elite” yang belajar di sekolah yang ia serang.

 

6 – Boy A

Memiliki sebutan lain sebagai “Kobe Child Murder”. Merupakan tersangka pembunuhan dua anak di Kobe, Jepang pada 16 Maret dan 27 Mei 1997.  Sang korban bernama Yamashita Ayaka (10 tahun) dan Hanse Jun (11 tahun) ditemukan tewas terbunuh oleh tersangka yang masih berumur 14 tahun  yang memiliki nama alias Sakakibara Seito.  Ia disebut dengan “Boy A” dan nama aslinya tidak pernah dipublikasikan karena Jepang melarang semua media berita untuk menampilkan nama asli sang pembunuh.

Boy A tak hanya membunuh korbannya secara sadis. Ia juga memutilasi korban dan mengirimkan bagian tubuhnya seperti kepala Jun ke sekolahnya. Tak hanya itu ia meletakkan kepala Jun di depan gerbang dimana tempat pertama yang akan dituju anak-anak ketika akan memasuki sekolah. Ia juga menuliskan sebuh surat dengan tulisan berwarna merah yang isinya mengolok- olok petugas kepolisian apakah mereka bisa menangkap dirinya atau tidak.

Dan mengatakan jika hal yang ia lakukan hanyalah game yang akan segera dimulai. Banyak yang menyimpulkan jika pembunuhan Boy A ini ada kaitannya dengan pembunuhan zodiac murder yang terjadi pada tahun 1960 di San Fransisco.

Pembunuhan

Ketika tertangkap akibat pembunuhan terhadap Jun Hanse, barulah terungkap jika ia juga melakukan pembunuhan pada gadis yang bernama Yamashita Ayaka pada 16 Maret dan juga dua orang gadis kecil lainnya yang tidak diketahui identitasnya.

Terdapat berbagai macam pro dan kontra terhadap kasus Boy A ini. Beberapa pengacara dan juga ahli hukum lain meyakini jika Boy A hanyalah tangan kanan dari seseorang. Sementara terdapat seseorang yang merencanakan dan mungkin melakukan pembunuhan tersebut. Karena dari penjelasan yang disampaikan oleh Boy A sangat lah tidak jelas dan terkesan dibuat-buat sehingga tidak mungkin anak berumur 14 tahun sudah memiliki pemikiran seperti itu.

 

7 – Takahiro Shiraishi

Ini merupakan pembunuh yang sangat terkenal pada tahun ini. Takahiro Shiraishi merupakan pemuda berumur 27 tahun yang telah membunuh 9 korban. Polisi menafsirkan jika ia mulai membunuh sejak kepindahannya di sebuah flat di daerah Zama, Tokyo. Kekejamannya terlihat dengan cara membunuhnya yang memutilasi korbannya lalu memasukkannya kedalam kotak  tempat makanan beku. Tak hanya itu untuk menghilangkan jejak ia juga memasukkan kotoran kucing kedalam kotak tersebut. Karena takut ketahuan ia akhirnya mengumpulkan tiap kotak tersebut di dalam flatnya.

Takahiro Shiraishi juga dikatakan sebagai pembunuh twitter karena caranya yang mencari korban nya melalui media social twitter. Dalam pengakuannya ia mula-mula mencari orang-orang yang ingin melakukan bunuh diri dalam status twitter nya. Ia lalu mulai melakukan pendekatan kepada korbannya dengan cara menyamar sebagai seseroang yang juga ingin melakukan bunuh diri.

Setelah mereka menjadi teman dekat barulah ia membawa sang korban ke flatnya dan mulai mengeksekusi korban. Hampir semua korban nya berjenis kelamin perempuan, namun ada satu laki-laki yang turut menjadi korbannya. Pria malang tersebut menjadi korban setelah mencari pacarnya yang menghilang karena pergi dengan tersangka. Ia akhirnya mendatangi tersangka untuk menanyakan keberadaan pacarnya, tetapi naas ia malah berakhir sebagai salah satu korban Takahiro.

Waduh serem banget ya akiba-chan dan akiba-kei. Maka dari itu berhati-hatilah dimanapun kalian berada ya. Karena dalam ribuan orang baik tetap ada kemungkinan orang jahat yang mengintai untuk menyakiti. 🙁