Bulan Desember ini banyak kabar meriah yang diberikan, yang pas dengan perayaan Natal dan Tahun Baru. Akan tetapi yang namanya hidup, kadang kabar yang tak begitu meriah juga bisa muncul pada bulan istimewa ini. Contohnya kabar studio anime terkenal pembuat anime Suzumiya Haruhi dan Violet Evergarden, Kyoto Animation. Karena dikabarkan kalau pembangunan memorial KyoAni ditolak oleh warga sekitar.

Studio Kyoto Animation dikabarkan terkena tragedi pada pertengahan bulan Juli 2019 kemarin, dimana seseorang membakar gedung satu studio Kyoto Animation dengan cairan seperti gasolin, menyebabkan tewasnya tiga puluhan staff KyoAni.

Kabar yang mengejutkan dunia karena besarnya skala kebakaran tersebut dan banyaknya korban jiwa yang berjatuhan. Tapi ketenaran studio itu dan juga banyaknya fans anime KyoAni, membuat banyak yang membantu memberikan sumbangan, tak hanya dari dalam negara Jepang tapi juga dari luar, dan tak hanya fans tapi juga nama besar lain.

Dikabarkan kalau KyoAni akan menutup akun donasi mereka, sekaligus berterima kasih sedalam-dalamnya kepada yang telah memberi sumbangan dan bantuan. Walau luka dari kejadian ini belum tentu bisa sembuh sepenuhnya, tapi bantuan dan dukungan yang diberikan membuat mereka tetap kuat bertarung untuk memberi kontribusi pada masyarakat.

Mereka juga berencana membangun taman memorial pada lokasi kebakaran di gedung satu KyoAni untuk mengenang para korban. Akan tetapi rencana tersebut baru-baru ini dikabarkan menghadapi hambatan… dalam bentuk warga lokal.

Dikabarkan kalau Chonaikai atau asosiasi tetangga untuk daerah Momoyama dari distrik istimewa Fushimi yang menjadi area tempat studio Kyoto Animation, menuliskan surat permohonan kepada KyoAni, dimana mereka tidak ingin dibangunnya memorial dalam bentuk apapun disitu.

Dan alasannya adalah karena para warga sekitar berpendapat memorial itu akan mengundang kedatangan para fans yang berduka dalam jumlah besar, dan menurut mereka hal itu bisa merusak ketenangan hidup warga daerah tersebut.

Memang sih daerah Kyoto terkenal suka jadi korban turis yang semaunya, jadi agak beralasan, walau itu sulit diterima. Pihak KyoAni sendiri dikatakan sedang berusaha mencapai keputusan yang dapat memuaskan semua pihak, dari warga sekitar, keluarga korban, dan lain-lain.