Studio anime Kyoto Animation telah mengalami tragedi yang besar pertengahan 2019 kemarin, dengan kasus kebakaran KyoAni yang menewaskan banyak staff mereka, baik tua maupun muda. Kebakaran tersebut bukanlah kecelakaan, dengan pelaku penyebab kebakaran itu juga terkena api dan perlu dirawat. Tapi akhirnya, sang pelaku sudah lumayan sembuh, dan dapat dibawa ke keadilan dan ditahan oleh polisi.

Bagi yang agak lupa atau tak tahu, musibah kebakaran pada gedung 1 dari studio Kyoto Animation terjadi pada tanggal 18 Juli 2019 kemarin dengan seorang pria berumur 41 tahun bernama Aoba Shinji memakai cairan semacam gasolin untuk membakar studio tersebut. Alasannya adalah ia menuduh Kyoto Animation melakukan plagiat dengan mencuri ide novelnya.

Kebakaran tersebut adalah kejadian kebakaran terbesar dalam era Reiwa Jepang dan salah satu yang terparah yang pernah ada di Jepang. Pada akhirnya, total ada 37 orang yang tewas pada kebakaran itu, yang diantaranya juga nama besar industri anime seperti Takemoto Yasuhiro sutradara anime Kobayashi-san Chi no Maidragon dan Terawaki Shouko desainer karakter anime Suzumiya Haruhi.

Tapi balik ke poin utama, pelaku dari kejahatan ini yang membunuh para staff tersebut, Aoba Shinji, juga terkena api kebakaran tersebut. Membuatnya tak bisa langsung ditangkap tapi perlu dirawat dulu hingga cukup sembuh. Perawatan yang lumayan menarik karena memakai perawatan percobaan dengan kulit artificial, yang pertama kalinya dilakukan di Jepang.

Tapi proses penahanannya setelah itu juga tak bisa berjalan langsung, dengan pusat penahanan kepolisian Kyoto tak ada fasilitas dan pusat penahanan kepolisian Osaka juga ditutup karena wabah virus corona, membuat polisi jadi ragu untuk menahan Aoba.

Tapi akhirnya, pada tanggal 26 Mei diberikan pengumuman kalau Aoba akan resmi ditahan pada tanggal 27 dan ditahan di pusat penahanan di Osaka untuk menunggu hukuman, setelah persiapan dalam fasilitas untuk kedatangannya telah diselesaikan.

Sementara itu mengenai KyoAni sendiri, saat ini mereka dalam masa hiatus untuk menghadapi wabah virus corona sampai akhir Mei. Pada masa itu studio tersebut hanya aktif dalam memberi update pada website, merespon pertanyaan dari website itu, dan menangani pemesanan pengiriman dari toko online mereka.