Di Jepang, ada beberapa pekerjaan paling aneh yang ada di sana terkadang bisa bikin geleng-geleng kepala. Pasalnya, siapa pun pasti tidak menyangka, pekerjaan tersebut menuntut seseorang untuk melakukan tugas yang tidak lazim. Jika Mina-san sedang mencari pekerjaan super-duper-absurd, tapi gajinya tinggi, maka bolehlah sesekali melancong ke sana. Eits tapi pakai visa yang benar ya! 😀

Meski begitu, akiba-chan dan akiba-kei tidak boleh meremehkan pekerjaan tersebut. Walaupun tugas yang diberikan terhitung agak ‘nyeleneh’, namun siapa sangka, gaji yang diberikan lumayan tinggi. Tanggung jawab yang dibebankan pula tidaklah ringan. Apalagi, untuk menjadi pegawainya, seseorang harus melewati berbagai macam tes sulit dan uji kelayakan pegawai yang serius. Bahkan, beberapa pekerjaan unik ini memerlukan sertifikat yang hanya bisa didapatkan melalui tahapan verifikasi yang panjang. Namun, jika dijalani dengan penuh dedikasi, seseorang bisa menjadi salah satu pegawainya yang beruntung. Penasaran, pekerjaan paling aneh seperti apa yang bergaji tinggi itu? Langsung saja gulir ke bawah! Jangan kaget, ya. 😉

1. Tamu Undangan Palsu

Pekerjaan paling aneh yang mudah dijumpai oleh Akiba-chan dan Akiba-kei di Jepang adalah jadi tamu undangan palsu. Ya, pekerjaan nyeleneh satu ini mulai marak di sana. Sebuah jasa penyewaan tamu undangan palsu diketahui sering beriklan di lini massa untuk para calon pengantin muda. Para ‘manten’ yang berencana mengadakan resepsi pernikahan yang meriah dan ramai, tapi jumlah tamu yang akan diundang terhitung sedikit, maka bisa memilih jasa satu ini sebagai solusi. Nantinya, akan ada beberapa paket pilihan yang ditawarkan sesuai kebutuhan pemesan. Paket pilihan tersebut meliputi kuantitas, kualitas, jenis kelamin, serta umur tamu. Harga setiap paket pun tentunya berbeda-beda.

Setelah menyewa jasa penyedia tamu undangan palsu, maka para tamu ‘gadungan’ tersebut akan datang pada waktu yang telah ditetapkan. Mereka bisa berpura-pura sebagai sahabat, rekan kerja, bahkan kerabat hingga keluarga pengantin. Minna-san juga bisa mengarahkan mereka sebelum acara resepsi diberlangsungkan, seperti berpura-pura sebagai siapa, bersikap bagaimana, dan memakai setelan pakaian apa. Bayaran per orang untuk sekali menghadiri acara resepsi umumnya 5000 yen atau 650.000 rupiah. Dan agar bisa menjadi pegawainya, seseorang dipilih berdasarkan penampilan serta kemampuan bersosialnya. Namun, setiap perusahaan memiliki kriteria tersendiri.

2. Vinegar Summelier

Adakah dari Minna-san yang pernah mendengar tentang Wine Sommelier? Nah, di Eropa, Sommelier merupakan ahli anggur profesional yang kerjanya mencicipi minuman anggur atau wine. Pekerjaan ini banyak ditemui di negara-negara penghasil minuman anggur beralkohol seperti Italia dan Prancis. Sommelier adalah profesi yang membutuhkan keahlian khusus dan pengalaman bertahun-tahun. Bahkan, untuk menjadi seorang pencicip minuman anggur, seseorang memerlukan pengakuan publik dalam keahliannya ini. Beberapa sering melalui proses sertifikasi yang sulit.

Baca Juga: Ilustrasi Ala RPG Untuk Jenis Pekerjaan di Jepang Yang Bikin Melongo!

Jika di Eropa ada Wine Sommelier, maka di Jepang ada Vinegar Summelier. Seperti namanya, Vinegar Summelier kerjanya mencicipi cuka. Karakter ‘Su’ dalam kata ‘Summelier’ bisa berarti ‘cuka’. Bisa dibilang Summelier merupakan plesetan dari Sommelier untuk menyebut para pencicip cuka profesional di Jepang. Summelier yang terkenal di Negeri Bunga Sakura ialah Mitsuyasu Uchibori, dia merupakan seorang pencicip cuka ternama yang senior. Pria paruh baya tersebut bakal menentukan tingkat kekentalan, rasa asam, dan komponen yang pas dalam pembuatan cuka.

Meski enggan menyebutkan bayarannya pada media, tapi bisa dipastikan para Summelier dibayar dengan gaji cukup tinggi. Mengingat, pekerjaan paling aneh ini begitu dihormati di Jepang.

3. Pencicip Makanan Hewan

Omong-omong soal pencicip, ada pekerjaan seputar pencicip lainnya. Mina-san pernah penasaran tidak bagaimana cara perusahaan yang memproduksi makanan hewan menentukan komposisi yang tepat? Mungkin sebagian akan menebak, percobaan dilakukan pada hewan itu sendiri. Dan lucunya, jawaban ini tidak sepenuhnya benar. Di Jepang, para produsen makanan hewan tidak saja memberikan percobaan produk terhadap hewan, akan tetapi juga pada manusia.

Ya, sepintas memang terdengar agak menjijikkan, tapi sangatlah dihormati. Pasalnya, perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi makanan hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, akan menggaji seorang pencicip produk mereka cukup tinggi, yakni lebih dari 10.000 yen per hari atau setara dengan 1.3 juta rupiah. Wow, kalau sebulan jadi berapa tuh? Setahun bisa kebeli apa kira-kira? Pekerjaan paling aneh sekaligus nyeleneh, tapi best! 😀

4. Pengendali Bau

Di Jepang, pekerjaan paling aneh selanjutnya adalah Olfactory Measurement Operators atau yang sering disebut dengan Pengendali Bau. Para petugas Olfactory Measurement Operators berkewajiban menemukan di mana letak sumber bau busuk yang mengganggu masyarakat. Mereka juga mengemban misi membuat bau busuk tersebut tidak tercium lagi. Meski terdengar lawak, nyatanya Pengendali Bau merupakan pekerjaan dinas yang resmi dan bernaung di bawah pemerintah. Saat ini, Jepang memiliki setidaknya 2.000 orang petugas dinas Pengendali Bau yang tersebar di berbagai daerah.

Perlu Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian ketahui, Jepang adalah salah satu dari beberapa negara di dunia yang menerapkan peraturan hukum tentang bau di lingkungan masyarakat. Hukum tersebut diatur dalam Undang-Undang Pengendalian Terhadap Bau Menyengat. Karena berkaitan dengan penegakan hukum, maka Olfactory Measurement Operators membutuhkan sertifikat dinas bersifat nasional. Tidak sembarang orang yang bisa menjadi Pengendali Bau. Gajinya sendiri sekitar 500.000 yen per bulan atau setara dengan 65 juta rupiah. Cukup besar, bukan?

5. Penguji Kenyamanan Sepatu

Pekerjaan Paling Aneh di Jepang Akiba Nation

Suatu barang yang dipakai haruslah memiliki syarat utama, yaitu ‘nyaman’, sebelum dibeli oleh orang-orang. Tidak hanya pakaian, sepatu pula wajib membuat penggunanya nyaman saat mengenakannya. Hanya ada dua ‘akhir’ dari sepatu yang bikin kaki pemakainya lecet meski desainnya cetar-membahana, kalau tidak dibuang ke tempat sampah, ya paling-paling cuma jadi pajangan. Maka dari itu, di Jepang, para produsen sepatu memiliki pegawai yang tugasnya menguji kenyamanan sepatu yang diproduksi. Para Penguji Kenyamanan Sepatu ini mempunyai rentang usia yang bermacam-macam. Mulai dari kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga manula.

Ada tiga tingkatan Penguji Kenyamanan Sepatu, yakni Primer (tingkat pertama), Bachelor (tingkat kedua), dan Master (tingkat ketiga). Tingkatan ini disesuaikan dengan kemampuan serta jam terbang seorang Penguji Kenyamanan Sepatu. Semakin tinggi tingkatan, semakin profesional mereka. Cara yang dilakukan untuk mengetes sebuah sepatu pun cukup unik, mulai dari ditekan-tekan, dicium, dijilati, dikunyah, hingga dipakai langsung. Para Penguji Kenyamanan Sepatu merupakan salah satu pekerjaan paling aneh sekaligus paling dibayar mahal. Dalam sekali uji coba terhadap sepasang sepatu, mereka digaji sekitar 5000 sampai 20.000 yen atau sebanding dengan 650.000 sampai 2,6 juta rupiah.

Sedikit informasi, Penguji Kenyamanan Sepatu bisa dibayar per bulan sesuai perjanjiannya dengan perusahaan. Namun, bagi sepatu mewah dan edisi langka, seorang Penguji Kenyamanan Sepatu memang dibayar per kali coba. Hal ini setara dengan tingkatan profesional mereka dalam memastikan kenyamanan sepatu tersebut di kaki pelanggan.

Nah, bagaimana? Mina-san minat tidak melamar dalam pekerjaan paling unik dan nyeleneh di Jepang ini? Gajinya besar, lho. #ngakaktaktertahan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here