Negara Jepang memiliki hubungan yang tak biasa dengan agama Kristen. Mayoritas penduduk Jepang memeluk agama Buddha dan Shinto dan mereka juga tidak terlalu religius. Tapi ada minoritas pemeluk agama Kristen di Jepang, dan mereka mendapatkan momen istimewa saat Paus Fransiskus datang ke Jepang baru-baru ini, sampai ia diberi dan dengan senangnya memakai pakaian Happi unik saat di Tokyo kemarin.

Paus Fransiskus atau Pope Francis yang merupakan pemimpin Gereja Katolik dan sekaligus kepala negara Negara Kota Vatikan, adalah salah satu figur yang terkenal saat ini, tak hanya dalam komunitas Kristen tapi juga secara mainstream berkat viralnya ia di internet.

Dan itu juga karena beberapa keunikannya sebagai seorang Paus. Paus Fransiskus adalah imam Yesuit pertama dan orang Amerika Latin keturunan Italia pertama yang terpilih sebagai Paus. Ia juga menjadi Paus non-Eropa pertama sejak Paus Gregorius III dari Siria. Belum lagi dari pembawaannya yang baik hati dan tampilannya yang tenang dan rendah diri.

Tapi balik ke topik utama, Paus Fransiskus datang berkunjung ke Jepang sejak tanggal 23 November kemarin. Sebuah momen yang besar karena ini adalah pertama kalinya seorang Paus datang ke Jepang sejak hampir 4 abad lalu. Di Jepang ia melakukan tur selama 4 hari dimana ia mengunjungi berbagai tempat memorial dan bertemu dengan Kaisar Naruhito dan Perdana Menteri Abe Shinzo.

Dan pada hari Senin kemarin, ia mendatangi Katedral Santa Maria Tokyo, dan disitu ia sekali lagi memperlihatkan sikapnya yang terkenal, yakni keterbukaannya pada budaya lain, dengan ia mau menerima dan memakai pakaian Happi dari seorang muda yang hadir disitu.

Happi tersebut terlihat begitu menarik, dengan karikatur besar dari wajah sang Paus yang tersenyum hangat, dan dengan gambar orang-orang Jepang yang terasa menerima kedatangannya. Dan diramaikan juga dengan tulisan bahasa Jepang dan bahasa Spanyol yang mengatakan “Semoga Dunia Damai” “Kami Senang Anda Menjadi Paus” “Mari Berdoa” dan lain-lain lagi.

Paus Fransiskus kini telah menyelesaikan tur 4 harinya di Jepang, dan sudah mengucapkan selamat tinggal dan pulang dari Jepang pada hari Selasa, dan merasa tersentuh akan warga Jepang yang menerima kedatangannay sebesar antusiasmenya akan kunjungan ini.