Jaman sekarang ini, dunia anime benar-benar telah berkembang luas. Berkat internet, mendistribusikan anime melalui streaming service atau menjual merchandize anime telah menjadi semakin cepat. Dan semakin globalnya konektivitas internet juga membuat ruang lingkup penjualannya semakin besar. Tak heran dikabarkan kalau pasaran internasional industri anime meningkat, tapi ada yang tak begitu bagus juga.

Kabar akan industri anime memang tak selalu positif. Seperti saat beberapa waktu lalu ditunjukkan hasil data yang tak begitu cerah pada upah gaji pekerja animator yang tak mencukupi, sampai banyak yang butuh bantuan uang orang tua bahkan setelah bekerja.

Tapi data ekonomi industri anime yang diukur Association of Japanese Animation (AJA) menunjukkan ada juga kabar gembira. Dikatakan kalau pemasukan dari industri anime untuk tahun 2016 lalu telah memecahkan rekor, sampai diatas dua trilliun Yen.

Industri anime

Kedua hal kontras tersebut sepertinya dapat dihubungkan melalui data lengkap Laporan Industri Anime 2017 yang diterbitkan AJA yang versi Inggrisnya dikeluarkan baru-baru ini. Isinya menjelaskan perkembangan trend industri anime tahun 2016 dengan lebih teliti.

Dalam laporan tersebut, sesuai dengan kabar besarnya pemasukan industri anime tahun 2016, dikatakan kalau saat ini terjadi Anime Booming keempat, dengan pertumbuhan pasaran internasional industri anime naik sebesar 171% sejak tahun 2013.

Diperlihatkan juga list Top 30 negara yang melakukan hubungan kontrak anime dengan Jepang, dengan China berada pada tingkat pertama, setelah sebelumnya didominasi oleh Amerika Serikat, yang disitu turun jadi posisi 4. Dan dengan Korea Selatan pada posisi 2 dan Taiwan pada posisi 3. Negara kita Indonesia juga masuk, pada posisi 24.

Walau angka tersebut terlihat positif, dicatat juga kalau Industri Anime Hanya Merasakan Sedikit Keuntungan dari hal itu. Memang ada keuntungannya, tapi itu hanya secara tak langsung. Dengan yang lebih mendapat keuntungan dari hal tersebut adalah perusahaan pengurus hak cipta. Keuntungan yang lebih langsung bagi industri anime adalah melalui pertumbuhan keuntungan domestik, dan disinilah yang tak bagus.

Dikatakan pertumbuhan keuntungan anime dalam negeri mengalami stagnasi. Hanya naik 3.8% sejak tahun 2013. Dijelaskan kalau ini dikarenakan transisi yang tak begitu sukses dalam hal distribusi. Distribusi cara lama seperti penayangan TV dan Pachinko semakin menurun, dan jumlah penurunannya lebih tinggi daripada pertumbuhan distribusi cara baru, seperti distribusi melalui internet dan live event.

Tapi dikatakan juga ada cara yang mungkin berpotensi membantu industri, yaitu dengan Mobage. Yang terlihat melalui kesuksesan seri Fate dengan game Grand Order, dan memang telah terlihat banyak seri anime klasik yang memakainya seperti Captain Tsubasa, YuYu Hakusho, bahkan Dragon Ball.