Sering tidak kita ketahui kenapa Jepang bisa mempunyai julukan ‘Surga Bagi Para Pria’. Apa alasannya bisa disebut begitu? Padahal, Negeri Matahari Terbit merupakan tempat yang paling indah dengan pemandangannya. Musim semi akan tumbuh banyak bunga sakura yang merah muda indah, di musim panas air laut akan terlihat berkerlapan ditimpa sinar terik matahari, musim gugur diguguri dedaunan yang menguning, dan musim dingin adalah ketika bola-bola salju turun seperti hujan kristal. Duh, Jepang dapat digelari ‘Taman Eden’ karena keindahannya.

Namun, dibalik itu semua, ada hal yang terselubung. Ada alasan jelas mengapa Jepang punya sebutan ‘Surga Bagi Para Pria’. Ya, di artikel ini akan dikuak tuntas. Alasan-alasan tersebut akan kita singkap! Ayo, telusur sampai habis untuk menemukan jawabannya! Jangan sampai kelewatan ya, Minna-san.

1. Rok Mini Gadis Remaja Sekolah

Seifuku
Rok pelajar bagi siswi SMA di Jepang mempunyai panjang sekitar 5-10 sentimeter ke bawah, wajib berada di atas lutut.

Tempat cuci mata terbaik di muka bumi ini adalah Jepang. Karena meski tidak dicari, hal-hal yang dapat membuat mata melotot bertebaran di mana-mana. Sungguh, tidak berlebihan, di Jepang semua yang bening bisa ditemui dengan mudah! Akiba-kei dan Akiba-chan sekalian cukup jalan-jalan saja di pusat perbelanjaan (mall atau swalayan), toko buku, perpustakaan, atau sekitaran tempat tinggal. Maka sedetik kemudian, apa yang tidak bisa didapatkan di Indonesia akan menghampiri dengan sendirinya.

Kenapa bisa begitu? Karena Gadis remaja SMA (atau setingkatnya) di sana mempunyai rok yang pendek sekali. Sekitar 5-10 sentimeter ke bawah, berada di atas lutut. Maka di Jepang, kita bisa melihat betis dan paha dari para gadis remaja yang pergi ke sekolah, pulang dari sekolah, ataupun mampir barang sejenak pada tempat yang disebutkan di atas. Jika dibandingkan dengan Indonesia, para gadis remaja SMA malah sebaliknya. Diwajibkan mempunyai rok panjang sampai menutupi mata kaki. Itulah sebabnya, bagi para lelaki, Jepang sering dijuluki ‘Surga Bagi Para Pria’.

2. Kafe Plus-Plus 24 Jam

Tradisional Message Japan
Salah satu teknik peregangan sendi di Jepang sebelum pijat secara menyeluruh.

Di Jepang selalu ada tempat bagi para pria untuk memuaskan dirinya. Di sana bertebaran banyak tempat untuk melakukan aktivitas 18+ dan bercap legal. Fuzoku Gyokai misalnya, sebuah tempat yang paling pas untuk ‘melepas stres’ bagi para pria dewasa. Banyak di antaranya yang mendatangi Fuzoku Gyokai, yang merupakan kedai plus-plus dimana pengunjungnya akan ditawari lebih dari sekadar minum sake.

Di sana ada pilihan yang terbilang cukup gila, Minna-san. Para pengunjung yang sudah cukup umur boleh melakukan apapun. Mulai dari menyewa kamar untuk nonton film–uhuk–porno, menyuruh para pelayan berpakaian ‘tertentu’, sampai ada pula yang memberikan layanan mandi bersama. Tapi untuk mendapatkan semua pelayanannya, dompet pasti akan terkuras habis. Harga yang dipatok mahal sekali.

3. Media Dewasa Berjibun

Swalayan Media Dewasa
Salah satu swalayan yang menjual khusus media dewasa.

Tidak cukup kafe plus-plus yang buka 24 jam penuh, di Jepang kita juga akan menemukan banyak hal seputar media dewasa. Mulai dari majalah playboy yang berisikan wanita-wanita cantik berbusana seksi, manga (komik Jepang) atau novel bergenre xxx, dan tentunya kepingan kaset video porno. Jika Minna-san mampir ke swalayan terdekat di sana, maka Minna-san akan menemui semua ini berada di rak-rak toko, dijual bebas. Biasanya penjaga swalayan akan menutup sampul depan dengan plastik semi-trasparan, membuat gambarnya blur. Atau ditaruh di rak teralis paling atas, sehingga tidak dapat dijangkau oleh anak-anak di bawah umur.

Dan apakah Akiba-chan dan Akiba-kei tahu? Industri media dewasa di Jepang adalah hal yang legal! Seseorang bisa menikmati konten-konten dewasa tanpa takut dijerat undang-undang pemerintah, denda, atau diadili secara hukum. Kecuali konsumen di bawah umur, ada sanksi tegas bagi siapa saja yang melanggar. Dan bagi para distributor media dewasa pula, ada peraturan tersendiri sebelum mendistribusikan media dewasa. Seperti perihal sensor, karena memang ada beberapa bagian yang tidak diperbolehkan dipertontonkan secara langasung.

4. Hotel Cinta

Love Hotel
Hotel Cinta bertebaran keberadaannya pada kota-kota besar di Jepang. seperti Tokyo dan Osaka.

Seperti namanya, Hotel Cinta atau Love Hotel memang disediakan untuk berbuat yang ‘demikian’. Biasanya tarifnya adalah per jam dan harga lumayan mengosongkan dompet. Ada desain yang membedakan antara Hotel Cinta dengan Hotel Biasa. Hotel Cinta umumnya memiliki semacam tema-tema khusus yang diimplementasikan lewat bentuk-bentuk yang unik. Misalnya ranjang berbentuk hati, dekorasi lampu yang unik, warna cat yang menggairahkan, dan sampai pernak-pernik aristokratik seperti serpihan kelopak bunga mawar.

Di Love Hotel, setiap pasangan boleh memasuki kamar tanpa perlu ditanyai surat nikah. Asal bisa bayar biayanya, pintu Hotel Cinta terbuka lebar bagi siapa saja yang menginginkan kepuasan. Semua orang yang mendatangi Love Hotel pasti mempunyai niat ‘itu’, jadi bagi Minna-san yang ketahuan ke sini pasti akan merasa malu seumur-umur. Tapi, mau apa dikata, tetap saja Love Hotel populer. Bahkan di kalangan anak-anak mudanya. Warapa, Minna-san? Warbyazah!

5. Festival Alat Kelamin

Kanamara Matsuri
Kanamara Matsuri adalah festival untuk memberkahi setiap pasangan di Jepang yang mempunyai ikon ‘milik’ pria.

Hal-hal yang berbau seksual di Jepang bukanlah hal yang tabu. Salah satu bukti nyata adalah deretan daftar di atas, termasuk salah satunya yang ke-lima ini. Bukan lagi ‘Surga Bagi Para Pria’, tetapi festival di Jepang satu ini juga ‘Surga Bagi Para Wanita’. Karena di festival yang dinamai ‘Kanamara Matsuri’ itu milik pria akan dipertontonkan secara gamblang, tanpa sekat, tanpa tedeng aling-aling. Begitu transparan. Ya, memang terdengar gila karena yang menjadi ikon utama festival adalah ‘kejantanan’ laki-laki.

Festival Kanamara Matsuri memiliki banyak benda-benda yang berbentuk ‘itu’. Seperti balon, patung, alat-alat dapur, pernak-pernik kecil seperti bros, gantungan kunci, dan bahkan alat kontrasepsi. Para pria akan sering menjumpai kepunyaan sendiri dalam festival ini. Dalam wujud berbagai rupa, warna, variasi, dimensi, dan sebagainya. Jadi persiapkan diri Minna-san sebelum mengunjungi Kanamara Matsuri. Lebih baik jangan datang kalau tidak siapa, daripada akhirnya geli dan jijik di sana.

Namun tahukah Akiba-chan dan Akiba-kei semua? Kanamara Matsuri dimaksudkan untuk tujuan keberkahan lho. Oang-orang Jepang percaya kalau tradisi satu ini akan mendatangkan berkah bagi para pasangan yang hadir. Seperti semakin eratnya hubungan, langgeng, dan bahagia sampai tua. Makanya, dengan maksud mulia tersebut, acara sangar ini digelar tanpa perlu menunjukkan rasa malu.

Hahaha… bicara soal negara Jepang memang tidak ada habisnya ya! 😀 Selalu ada saja hal-hal yang menggelitik di sana, mencengangkan, dan membuat kita menggeleng-gelengkan kepala kemudian. Namun terlepas dari semua hal di atas, Jepang bukan cuma ‘Surga Bagi Para Pria’, tetapi juga ‘Surga Bagi Para Gamers, Otaku, dan Pecinta Seni’. Di sana semua ihwal berkaitan fasilitas game, anime dan manga, serta art selalu disajikan dengan menarik. Bagaimana tanggapan Minna-san semua? Gila apa justru keren? Silahkan share ke sosial media dengan alasannya! 🙂