Akhir-akhir ini banyak bermunculan perdebatan tentang ‘lolita’ dan pandangan-pandangan miring yang kini mulai disalahpahami oleh sebagian orang. Belum lama ini pula, salah satu artis papan atas Indonesia tersandung masalah terkait ‘pedofil’ yang banyak menggerubungi foto anak perempuannya di akun Instagramnya. Alih-alih menggunakan kalimat ‘loli’ atau ‘lolita’ secara berlebihan, masalah ini justru berujung di pengadilan. Nah, lalu kira-kira bagaimana pandangan orang Jepang tentang lolita?

Seperti yang kita ketahui, budaya ‘lolita’ di Jepang menjadi salah satu khas yang paling menonjol. Orang-orang disana berlomba-lomba tampil imut dan manis dengan berbusana, melakukan¬†make up sedemikian rupa, hingga berbicara dan berperilaku layaknya anak kecil. Budaya ini memang sudah lumrah disana, lho.

Lolita Fashion
Lolita Fashion

Baca Juga:

Di sebuah kesempatan, Ask Japanese mendatangi sebuah acara musim panas tahunan dimana orang-orang Jepang berdatangan dan menikmati sajian musik dan hal menarik lainnya. Tapi tidak hanya itu saja! Para pengunjung ternyata berlomba-lomba berpenampilan menarik dan imut, lho! Disini, para pengunjung mengenakan pakaian dengan balutan warna-warna cerah dan tampil dengan gaya lolita atau biasa mereka sebut dengan budaya Japanese kawaii’. Rata-rata mereka membuat pakaian dengan tema halloween ataupun mirip dengan tokoh-tokoh dongeng. Hampir sebagian besar pengunjung yang mengenakan kostum-kostum kawaii juga membawa properti tambahan seperti bando, tas, boneka, dan aksesoris lainnya.

lolita

Menurut mereka, budaya Japanese kawaii atau lolita merupakan sebuah hal yang menyenangkan. Apalagi mereka dapat berkreasi dan berimajinasi dengan pakaian-pakaian dan aksesoris yang mereka buat sendiri. Mereka berusaha melestarikan budaya ini dengan memakainya di event yang diadakan di musim panas. Budaya ini sebagai sub-budaya cosplay, dimana mereka sama-sama mengenakan kostum-kostum unik.

Meskipun menarik, ternyata mereka juga mengalami beberapa kendala ketika memakai kostum-kostum mereka. Kurang lebih hampir sama dengan hal yang dirasakan para cosplayer yang harus merawat dan membersihkan pakaian tersebut. Mereka mengakui untuk mempersiapkan dan perawatan pakaiannya sangatlah sulit dan mahal. Untuk mencuci pakaiannya saja, mereka harus merogoh kantung dalam untuk laundry saking tidak sanggup untuk mencuci dan menyetrika sendiri. Wah, ribet juga ya!

Di samping itu semua, kita bisa melihat pandangan orang Jepang tentang lolita budaya lolita dari sisi positifnya. Budaya lolita disana menjadi sebuah warna tersendiri bagi masyarakat Jepang yang penuh kreatifitas. Nah, apakah akiba-chan dan akiba-kei tertarik untuk melakukan hal serupa di acara-acara Jejepangan? Tidak ada salahnya juga untuk melakukannya kok! Tapi perlu diingat, banyak persiapan yang harus kalian lakukan untuk tampil loli, lho!

Untuk informasi selengkapnya, akiba-chan dan akiba-kei bisa tonton langsung videonya di bawah ini ya!

Comments

Loading...