Malam minggu, malam penuh cinta dan malam penuh duka bagi para Jones (heheeee). yang sudah punya pasangan pada mau kemana malam minggu ini? Malam ini saya akan membagi informasi yang temanya pas banget dengan malam minggu ini, apalagi ini malam libur panjang.

Negara Jepang terkenal dengan kemajuan teknologi dan kepopuleran gaya busananya, bidang hiburan di negri sakura tersebut juga menarik untuk selalu diikuti. Terutama gaya anak muda di negri ini, tak hanya di Indonisia, pacaran juga ada loh di Jepang. Hanya saja budaya dan tata kebiasaanya sedikit berbeda dari Indonesia, lalu apa saja sih kira-kira hal-hal yang biasa dilakukan anak muda di Jepang dalam hal (pacaran) ini?

Musim semi di Jepang adalah salah satu musim terindah. Di musim semi banyak kamu bisa menikmati indahnya bunga-bunga yang bermekaran, seperti bunga sakura. Saat-saat seperti ini akan terasa semakin menyenangkan jika bersama dengan orang yang kamu sayangi, termasuk pacar.

Momen romantis seperti ini sering sekali dimanfaatkan oleh para pasangan di Jepang untuk berkencan. Terutama di malam hari, sambil melakukan yozakura atau melihat bunga sakura di malam hari. Namun apa mereka hanya melihat bunga sakura sambil bergandengan tangan saja? Kalau bukan musim sakura, bagaimana mereka berpacaran ya? Sama tidak ya seperti gaya berpacaran orang Indonesia? Kira-kira seperti apa gaya mereka? Yuk kita simak.

Moment Kokuhaku (Penembakan)

Sama seperti di Indonesia, hal pertama yang dilakukan oleh sepasang kekasih di Jepang, yaitu Kokuhaku. Ini adalah tahap penembakan, dimana sang pria akan mengungkapkan perasaannya kepada wanita yang disukainya setelah berjalan bersama atau berkencan. Biasanya mereka akan menggatakan “daisuki” yang berarti “aku suka kamu”.

Gaya Pacaran di Jepang

Namun kalian akan sangat jarang sekali mendengar pria Jepang mengatakan “aishiteru” yang berarti “aku cinta kamu” kepada pasangannya kecuali mereka sudah benar-benar merasa yakin dan serius ingin menikah. Ini bukan berarti tidak benar-benar cinta, tetapi sudah menjadi tradisi orang jepang saat menjalani sebuah hubungan.

kalau di Indonesia gimana? anak muda Indonesia kalo tidak bilang “aku cinta kamu” sepertinya bagai sayur tanpa sayur, hahahaa.

Kencan Pertama

Kalo hal yang satu ini hampir sama di Indonesia, ketika moment “katakan cinta” sudah terikrar diantara dua sejoli, hal berikutnya yang dilakukan adalah berkencan. Kencan pertama adalah saat yang sangat ditunggu-tunggu, maka dari itu mereka biasanya membuat kencan mereka agar berkesan sangat romantis dan berkesan.

Ketemuan

Berbeda sedikit dari Indonesia, kebanyakan anak muda di Jepang saat berkencan melakukan janji ketemuan di suatu tempat. Jarang sekali di jemput kerumah, kenapa? hal ini karena mayoritas masyarakat Jepang menggunakan kereta api dan bus dalam berpergian. Kecuali bagi yang punya kendaraan pribadi, namun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan penggunda alat transportasi masal, Dan anak muda di Jepang kebanyakan masih menggunakan alat transportasi masal ini baik kereta maupun bus.

Tidak ada acara traktir-traktiran

Setelah kencan pertama biasaya mereka makan malam bersama disuatu tempat. Baik di restoran maupun di kedai-kedai makanan. Tapi yang unik di sini adalah tidak adanya acara traktir-traktiran terutama acara kencan bagi para pelajar. Walaupun mereka ngedate di tempat makan sekalipun, tetap yang bayar adalah sendiri-sendiri. Bagi mereka tidak pantas membuang-buang uang orang tua untuk urusan cinta. San jika mau traktir harus bisa menghasilkan uang sendiri. Selain itu juga, tidak ada yang namanya acara antar jemput untuk menuju ke tempat pacaran. Mereka datang dan pergi secara mandiri.

makan malam romantis

Hal ini patut dicontoh nih terutama pelajar yang mayoritas masih dibiayai oleh orang tua. Jangan karena gengsi sama pacar lantas uang orang tua dibuang-buang untuk membahagiakan sang kekasihnya. Apalagi kalau sampai harus membohongi orang tua. Aduuh jangan sampai ya, kecuali kalian sudah bisa menghasilkan uang sendiri.

Tradisi Valentine & White Day

Valentine day, tak hanya di Jepang, di Indonesia bahkan di seluruh belahan dunia juga pasti mengenal hari ini dengan hari yang penuh dengan cinta. Hari dimana kita berbagi kasih sayang kepada pasangan, teman atau sanak saudara dan membagi coklat atau bunga. Namun satu yang unik di Jepang adalah budaya White Day. Sama seperti Valentine, namun bedanya jika Valentine dirayakan pada 14 Februari sedangkan White Day dirayakan pada 14 Maret atau satu bulan kemudian.

valentine day

Pada hari Valentin para wanita Jepang memberikan hadiah yang mereka persiapkan kepada pria yang dicintainya, dan kemudian hadiah itu dibalas oleh sang pria sebulan kemudian di acara White Day dengan memberikan bingkisan yang berupa kue kering, permen, atau marshmellow. Hebatnya untuk mengikuti tradisi ini, para pelajar Jepang biasanya melakukan kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang dan membeli suatu hadiah yang akan dipersembahkan kepada kekasih tercintanya yang sesama pelajar.

Penggunaan Pakaian Seragam

Khusus bagi para pelajar hal ini menjadi satu keunikan tersendiri. Jika biasanya sepulang sekolah anak muda cepat-cepat berganti pakaian sebelum main keluar, namun di Jepang berbeda, terutama bagi pelajar perempuan.

seragam sekolah perempuan di Jepang

Bagi pelajar perempuan di Jepang, menggunakan seragam sekolah saat bermain atau berpergian keluar bersama teman atau pasangannya akan menambah kepercayaan diri mereka. Hal ini karena mereka menganggap dengan tetap menggunakan seragam sekolah mereka akan terlihat lebih manis dan imut.

Kalau yang ini jangan ditiru yaa, pulang dulu kerumah, ganti pakaian dan pamit dengan orang tua jauh lebih baik.

Tidak mengenalkan kepada orang tua sampai memutuskan untuk menikah

Saat proses pacaran, perempuan akan benar-benar mencari tahu apakah laki-laki yang menjadi pasangannya memiliki niat serius atau tidak. Itulah salah satu alasan kenapa mereka hanya akan mengenalkan pasangannya kepada orang tua masing-masing ketika benar-benar serius ingin menikah.

tradisi-unik-pernikahan-ala-jepang

Bagi kalian yang memutuskan untuk berpacaran dengan orang Jepang, pastikan agar selalu menjaga diri ya, sampai kalian betul-betul sudah menikah. Beri pengertian yang baik kepada pasanganmu, jika dia mencintaimu pasti dia akan mengerti.