Ada kabar kurang menyenangkan datang dari jepang. Seorang otaku jepang dikabarkan tega membunuh ayah kandungnya karena persoalan hobi. Selama ini, sifat para otaku memang sudah dilabel agak minus. Seperti susah jodoh, berlaku kurang beradap di tempat umum (seperti fans love live misalnya), bahkan sampai dinilai menjijikkan.

Tapi meski begitu belum banyak ditemukan hingga kasus pembunuhan. Pertengkaran pun dinilai tidak banyak yang secara fisik karena mereka cenderung tertutup dan hanya berbaur dengan circle sesama otaku saja. Sehingga, berita membunuhan oleh seorang otaku jepang ini dinilai sudah diluar dugaan.

otaku jepang

Toshio Ito. Seroang otaku jepang berumur 50 tahun yang sangat menggemari anime dan game. Ia tinggal bersama sang ayah yang berumur 76 tahun dirumah mereka di kota Otsu. Ibunya sendiri sudah meninggal pada tahun 2016 silam. Nah di jepang sana, sama seperti di Indonesia, bukan hal aneh bila orang tua turut mengomentari hobi anaknya. Walau kadang, argumen dan adu mulut hanya terjadi bila si anak sudah keterlaluan dalam me-manage waktu dan uang mereka.

Terutama golongan orang tua -kolot- yang tidak ingin anaknya cuma main game tiap hari. pada dasarnya mereka ingin anaknya berguna, atau setidaknya bisa mandiri. Begitu pula dengan ayah Toshio. Memang rupanya hubungan ayah-anak ini sudah tegang sejak muda. Ayah Toshio memberlakukan jam malam untuk putranya, yan jelas sudah berumur 50 tahun, dan juga berulang kali mengkritiknya hobi anime serta gamenya.

Risih karena selalu dikomentari, Toshio nekat melakukan pembunuhan pada bulan Februari. Menurut keterangan polisi dari reka degan ulang, Toshio membekap sang ayah yang sedang tidur dengan handuk lalu mencekiknya dengan tali. Awalnya pembunuhan ini dideteksi sebagai kecelakaan karena saat dikabarkan meninggal seolah ayahnya mati tersedak.

Namun akhirnya Toshio mengakui dan menyerahkan diri ke polisi. Sidang Toshio dimulai minggu ini. Meskipun dia sudah mengakui untuk membunuh ayahnya, prosesnya lebih untuk menentukan sejauh mana kesalahan hukum dan hukumannya yang tepat. Sebab, hakim masih harus melihat banding yang diajukan pengacara. Dalam pembelaannya, alasan pembunuhan itu bukan hanya karena masalah sepele seputar hobi. Namun merembet pada perlakuan buruk ayah Toshio yang membuat depresi dan membebani.

Pengacara berharap kliennya mendapat keringanan. Mengingat semasa hidup, ia sangat bertanggung jawab terhadap kehidupan ayah dan ibunya. Namun sepertinya hukum tetaplah hukum. Tetap akan ada keputusan setimpal yang menanti otaku jepang ini setelah sidang selesai.

Nah loh, makanya, akiba-chan dan akiba-kei jangan sampai kayak gini yah. Nyesel loh nanti kalau udah kejadian. 🙁 Berbaktilah kepada orang tua meskipun mungkin kadang mereka suka ngomel. Toh demi kebaikan kita juga…

Comments