Saat main game perlu menjaga diri agar terkendali. Jangan yang ada malah saking terlalu serius sampai menimbulkan hal buruk. Bahkan profesional saja ada yang kena, seperti om Oshi Mamoru sang sutradara anime movie Ghost in the Shell, yang ketelatan mengirim manuscript newsletter karena terlalu asyik main game Fallout 4. Dan baru-baru ini ada lagi kabar serupa dimana ada om PokeGO player Jepang yang serius main sampai ditangkap polisi.

Yup, PokeGO atau Pokemon GO, mobage bertema seri terkenal Pokemon yang dikembangkan oleh Niantic yang pasti sudah banyak yang tahu dan kenal, dengan game tersebut sempat jadi fenomena dunia beberapa tahun lalu, dan bahkan mungkin sampai sekarang masih ada diantara mina-san yang masih memainkan game tersebut.

Game berbentuk AR atau Augmented Reality tersebut pertama dirilis tahun 2016 lalu dengan konsep yang menarik. Player memburu dan menangkap Pokemon memakai kamera smartphone, yang juga memperlihatkan wujud pokemon tersebut yang seolah berada dalam dunia nyata ini. Membuat player seperti berpetualang dalam dunia pokemon secara nyata dan sekaligus olahraga.

Popularitas game tersebut melunjak sekitar tahun 2018-an di seluruh dunia, bahkan banyak di Indonesia yang ikut memainkannya. Saat ini memang popularitasnya telah menurun, tapi tetap banyak pemain yang masih loyal berjalan-jalan dan memainkannya, yang didorong lagi dengan semakin ditambahkannya fitur dan pokemon generasi baru.

Tapi balik ke poin utama, seperti yang dikatakan game itu masih banyak yang main sampai sekarang ini, dan tak hanya anak muda dan remaja tapi juga orang tua, dan apalagi di Jepang negara kampung asal seri Pokemon. Dan itulah tempat asal berita ini.

Dikabarkan kalau ada seorang om bernama Satou Kanehisa berumur 56 tahun yang ditangkap polisi karena melakukan keonaran yang disebabkan main Pokemon GO. Satou mengatakan ia marah pada teman mainnya yang berumur 55 tahun karena pergi duluan dan mengambil tempat kemahnya.

Dikatakan juga kalau Satou kemudian menarik dada temannya dan menghancurkan kaca sisi mobil dimana ia ada bersama temannya, membuat temannya itu memanggil polisi, yang kemudian menahan Satou atas tindak kekerasan dan merusak properti.