Nilai moral dari dongeng “Kobutori Jiisan”

Kobutori Jiisan
Kobutori Jiisan

Akiba-chan dan Akiba-kei dulu waktu kecil sering diceritain dongeng ama Mama atau Papa ga?? Setiap tidur, diceritakan dongeng yang bermacam-macam hinggatertidur. Bahkan dongengnya masuk ke dalam mimpi~ >.<

Dongeng yang diciptakan jauh dari nenek moyang kita memiliki nilai moral agar menjadi orang yang baik hati, penyayang dan berusaha untuk bekerja keras dalam menjalani kehidupan yang keras. Setiap dongeng memiliki nilai moralnya masing-masing. Pernah mendengar dongeng kisah Cinderella si baik hati?? Dongeng Bawang Merah dan Bawang Putih?? Kisah Malin Kundang?? Kisah Kaguya Hime Putri dari Bulan?? Di Jepang juga ada salah satu dongeng menarik lho.. yaituu “Kobutori Jiisan” yang artinya “Kakek dan Benjolannya”. Kira-kira nilai apa yang bisa kita petik dari dongeng “Kobutori Jiisan” Yuuukk kita simak dongeng Jepang yang satu ini…. ^^

 

“Kobutori Jiisan” = 「こぶとりじいさん」

Kobutori Jiisan
Kobutori Jiisan

Kakek ke-1 : Kakek yang memiliki benjolan kanan di pipinya.

Kobutori jiisan
Kobutori jiisan

Kakek ke-2 : Kakek yang memiliki benjolan kiri di pipinya. 

 

Pada jaman dahulu kala, terdapat suatu kisah tentang dua orang kakek- kakek yang masing-masing memiliki benjolan di pipinya. Mereka hidup berdampingan sebagai tetangga. Kakek ke-1 memiliki benjolan di pipi sebelah kanannya. Ia memiliki sifat yang ceria dan baik hati. Kebalikan dari Kakek ke-1, kakek ke-2 memiliki benjolan di pipi sebelah kirinya. Ia memiliki sifat yang suka mengeluh dan iri hati.

kakek ke-1 bekerja keras
kakek ke-1 bekerja keras

Setiap hari mereka bekerja mengurus sawahnya. Suatu hari, Kakek yang kedua bekerja dengan mengeluh terus mengenai benjolan di wajahnya mendapati Kakek pertama untuk pergi ke gunung.

Kakek ke-2 : “mau pergi kemana kau?”

Kakek ke-1 : “aku mau pergi berdoa ke kuil di gunung agar benjolan ini diambil oleh Dewa, bagaimana kalau pergi sama-sama?”

kakek ke-2 : “tidak mau.. daripada berdoa, lebih baik aku tidur saja”

  Lalu pergilah sang Kakek ke-1 ke gunung untuk berdoa pada Dewa di kuil. Hampir seharian waktu yang dihabiskannya untuk berdoa membuatnya lelah dan mengantuk. Lalu ia memutuskan untuk tidur sebentar di kuil tersebut.

Tak terasa malam pun tiba, dan keadaan di sekitar sudah mulai gelap. Tiba-tiba datanglah suara ramai gendang dan alunan musik ceria seperti ada pesta. Betapa terkejutnya sang kakek setelah melihat kumpulan raksasa menari dan menyanyi gembira di salah satu ruangan kuil tempat ia terlelap. Sang kakek sangat ketakutan dan hanya bisa bersembunyi dibalik ruangan tempat pesta raksasa diadakan.

Salah satu raksasa menemukan sang kakek dan berteriak pada kawan-kawannya “oiii, ada seorang manusia disini!” tak disangka raksasa merah menyambutnya dan menyuruhnya menari di pesta itu. Sang Kakek ke-1 ini ternyata sangat pandai menari, dan membuat para raksasa terhibur. Para Raksasa pun menikmati gerak tarian kakek yang menarik hingga tak terasa, hari sudah fajar.

kakek ke-1 menari
kakek ke-1 menari

“Wah tak terasa sudah pagi. Waktunya kita tidur” kata salah satu raksasa.

“oh iya kek tarian dan lagu yang kau nyanyikan sangat bagus. Kami menyukainya. Besok datanglah lagi. Kami akan menunggumu” kata raksasa merah, yang disambut raksasa lainya dengan nada setuju.

raksasa berpesta
raksasa berpesta

“Terimakasih! Baiklah aku akan datang lagi besok” jawab sang kakek.

kakek ke-1 dan raksasa menari
kakek ke-1 dan raksasa menari

“Tapi agar kau menepati janji! Sebaiknya kau titipkan barangmu yang berharga disini” kata raksasa itu.

“Tapi aku tidak punya benda berharga! Yang aku punya hanya benjolan di pipiku ini” jawab kakek itu melas.

“Baiklah kau tinggalkan saja benjolan di pipimu itu bersama kami agar kau tidak ingkar janji” jawab sang raksasa.

Raksasa mengambil Benjolan Kakek ke-1
Raksasa mengambil Benjolan Kakek ke-1

Lalu raksasa itu, mengambil benjolan di pipi sang kakek, dan kakek itu pun kembali pulang ke desanya dengan perasaan bahagia! Karena benjolan di pipi kananya sudah hilang di ambil oleh para raksasa itu! Sesampainya di rumah, kakek itu pun menceritakan hal yang di alaminya kepada kakek ke-2 yang juga memiliki benjolan tapi di pipi sebelah kiri.

Kakek ke-2 itu pun jadi iri dengan si kakek ke-1, lalu pada malam harinya kakek ke-2 itu pun pergi ke kuil menemui raksasa menggantikan sang kakek, ketika para raksasa sedang berpesta pada malam hari itu, raksasa itu tidak tau bahwa kakek yang datang itu bukan kakek yang kemarin, dan sang kakek ke-2 menari-nari menirukan kakek sebelumnya. Sayang sekali, kakek ke-2 tidak tau bagaimana caranya menari.

kakek ke-2 tidak bisa menari
kakek ke-2 tidak bisa menari

“Heiii tarianya jelek sekali… Baiklah sebagai gantinya, nih aku kembalikan benjolanmu” kata rakasasa merah dengan nada marah. Para raksasa yang jengkel segera kembali ke langit. Sang kakek ke-2 sangat kaget dan tidak tahu harus berbuat apa.

kakek ke-2
kakek ke-2

Akhirnya sang kakek ke-2 pulang dengan rasa sedih sekaligus kecewa, bukanya benjolan di pipi kirinya hilang, malah dia juga mendapat benjolan di pipi kanannya. Sang kakek ke-1 tidak pernah menyombongkan kepada orang lain bahwa benjolan di pipinya sudah hilang, ia berkerja keras dan berdoa agar hidupnya sejahtera.