Sekitar tahun 2016 lalu, muncul kabar mengejutkan kalau Netflix membuat adaptasi live-action barat dari seri Death Note, dan mengejutkan lagi dengan kabar lain kalau adaptasi live-action dari Sword Art Online juga di-green-lit. Sekarang, secara mengejutkan kedua kabar tersebut seolah-olah malah menjadi satu, karena baru-baru ini dikabarkan kalau Netflix tangani SAO Live-action, dan dikatakan kalau adaptasi itu tanpa whitewashing sang protagonis.

Terlihat kalau Netflix dan barat semakin dekat hubungannya dengan anime. Setelah mengadaptasikan game klasik Castlevania jadi animasi dan juga live-action barat Death Note, sekarang adalah giliran Sword Art Online.

Walau sebelumnya, Netflix sebenarnya tak ada sangkut pautnya dengan live-action SAO. Dengan produksinya saat pengumuman live-action green-lit dulu dikatakan ditangani oleh Skydance. Tapi sekarang live-action SAO tersebut pindah tangan ke Netflix. Yang merupakan keputusan dari Laeta Kalogridis, penulis dan juga executive producer dari SAO Live-action.

Sesuatu yang mungkin bakal menyenangi para fans adalah keputusan lain dari perpindahan tangan ini. Laeta mengatakan kalau karakter Kirito dan Asuna takkan diperankan oleh orang bule, alias takkan dilakukan whitewashing.

Dalam wawancara yang dilakukan Laeta dengan website Collider, dikatakan kalau karakter Kirito dan Asuna sudah jelas orang Jepang, jadi mereka akan diperankan oleh aktor Asia. Laeta dan juga Netflix tak ada keinginan untuk membuat karakter tersebut diperankan oleh aktor bule.

Anime dan light novel SAO memberikan kesan global dalam hal karakter pendukung, dengan beberapa tak terlihat kalau mereka berasal dari Jepang seperti Agil dan Klein, tapi untuk Kirito dan Asuna jelas-jelas mereka berasal dari Jepang.

Wawancara tersebut kemudian mempertanyakan pendekatan cerita dari SAO live-action ini, dibandingkan dengan Altered Carbon, seri live-action Netflix yang saat ini sedang tayang dan juga ditulis oleh Laeta.

https://www.youtube.com/watch?v=dhFM8akm9a4

Laeta mengatakan kalau SAO akan memiliki cerita yang lebih aspirasional mengenai harapan dan tidak seperti Altered Carbon yang gelap. Asuna terlihat seperti penyelamat dunia dimata dirinya, dan juga Patrick Masset dan John Zinman yang juga executive producer dan penulis SAO live-action.

Ada kemampuan untuk menjelajahi setting fantasinya yang seperti Lord of the Ring atau Game of Thrones melalui mata para player yang terperangkap disitu dan tak sepenuhnya mau ada disitu, tapi perlu belajar untuk bertahan hidup.

Laeta mengatakan kalau ia paling tertarik akan kisah manusianya, ketika semuanya diambil dan yang ada hidup atau mati, ditempat yang tak terpikirkan akan terperangkap disitu. Itulah yang paling disukai olehnya mengenai SAO dan itulah yang disukai olehnya dari SAO live-action yang dibayangkan olehnya saat ini.