Sudah mulai merasa bosan dengan acara bunkasai yang seolah ‘itu-itu saja’? Ya, memang tidak dipungkiri lagi bahwa bunkasai (festival Jepang) yang diselenggarakan di Indonesia akhir-akhir ini sangat sering dijumpai, bahkan ada acara yang serupa di hari yang sama namun di tempat yang berbeda. Mungkin karena melihat pasar doujin di Indonesia yang mulai meningkat dan semakin besar empati remaja yang menyukai budaya Jepang yang membuat banyak sekali komunitas atau organisasi tertentu yang tertarik untuk mencoba membuat acara tersebut.

Mari kita tengok sedikit ke belakang, dilihat dari sejarah bunkasai di Indonesia enam tahun silam nampaknya memang belum banyak event organizer yang ‘berani’ membuat sebuah acara dengan konsep khas Jepang seperti ini. Mungkin karena pada saat itu antusias masyarakat dengan hal tersebut belum sebesar saat ini bahkan masih dianggap tabu oleh sebagian orang sehingga acara ini kurang menarik untuk orang-orang awam dan hanya kalangan tertentu saja yang menyukainya. Maka dari itu, mungkin saja ini adalah alasan kuat mengapa orang-orang pada saat itu sangat senang sekali akan adanya sebuah festival yang akhirnya dapat menyuguhkan sensasi ‘ala Jepang’ yang mencakup begitu banyak hal yang jarang ditemukan di tempat lainnya hingga akhirnya acara bunkasai begitu dinanti.

Lalu, apa saja hal yang membuat bunkasai terkesan ‘membosankan’? Mari kita ulik satu demi satu poinnya berikut ini!

1. Terlalu sering diadakan

Seperti yang sudah kita bahas diawal bahwa bunkasai yang akhir-akhir ini dibuat sepertinya momennya kurang ‘tepat’ dikarenakan acara tersebut diadakan dalam kurun waktu yang berdekatan di lokasi yang berdekatan pula. Hal ini membuat para penikmat jejepangan mudah bosan karena terlalu sering.

10308419_4438396773821_2157874095954996614_n
Terlalu sering diadakan bunkasai. (Foto: Dokumentasi pribadi)

Alangkah lebih tepat jika bunkasai diadakan pada saat musim panas atau musim semi waktu Jepang atau sekitar Maret sampai akhir September. Alasannya karena sesuai dengan tradisi orang Jepang bahwa pada sekitar bulan-bulan tersebut sering diadakan banyak festival bertepatan dengan adanya libur musim panas disana.

 

2. Pasar doujin yang nampak ‘monoton’

Hal-hal apa saja yang biasa kita temui ketika mendatangi bunkasai? Ya, salah satunya adalah booth-booth yang menjual aneka macam barang yang berbau anime atau budaya khas Jepang lainnya. Namun, apakah kalian merasa bahwa apa yang dijual disana merupakan barang-barang sejenis, meskipun dengan style yang berbeda-beda? Misalnya seperti gantungan kunci, kipas, kaos-kaos bergambar anime, pin, nendroid dan sebagainya, barang-barang tersebut sudah menjadi barang yang pasti akan kalian temukan dan mustahil jika tidak. Betul atau betul?

10344792_4438377333335_6044564963464185358_n
Barang-barang yang biasa dijual pada saat bunkasai. (Foto: Dokumentasi pribai)

Hal ini yang mungkin bagi sebagian orang sudah mulai bosan dengan produk-produk yang bentuknya ‘itu lagi, itu lagi’ meskipun bagi orang-orang yang otaku tingkat akut biasanya akan menanggapinya dengan biasa saja bahkan cenderung memborong. Cobalah untuk mengeksplor media lain untuk mengaplikasikan karya orisinil kita agar orang lain dapat memanfaatkannya sekaligus menjadi barang yang ‘limited edition’, contohnya casing handphone, binder, tumbler, sketch book, sarung tas ransel, tote bag dan sebagainya. Atau bagi kamu yang punya passion di musik, kamu bisa mencoba peruntungan untuk menjual album CD yang berisi lagu-lagu ciptaanmu sendiri, baik menggunakan Vocaloid atau dinyanyikan oleh utaite!

 

3. Round down acara yang dibuat lebih variatif

Biasanya, EO sering membuat round down acara yang berisi lomba cosplay, cover dance, lomba manga, obake, maid cafe, konser musik dan lainnya. Hal tersebut akan menimbulkan efek bosan karena hampir setiap bunkasai hanya menyediakan round down acara seperti itu. Mungkin dengan adanya sedikit variasi bisa membuat orang-orang akan kembali tertarik untuk mendatangi bunkasai lagi!

Contohnya saja beberapa round down acara yang sudah pernah dilakukan di beberapa tempat tetapi masih jarang adalah workshop kelas kecantikan, kelas memasak, kelas seiyuu, origami, oshibana, seminar pendidikan, karaoke, drama musikal, lomba fanfiction dan sebagainya. Tidak jarang pula beberapa EO berani mendatangkan artis-artis yang didatangkan langsung dari Jepang! Berikut adalah video penampilan salah satu band wanita asal Jepang, Silent Siren pada saat mengisi bunkasai di Indonesia.

 

4. Memadukan budaya Jepang dengan budaya Indonesia

Jangan sampai lupa daratan! Meskipun kita sedang mengadakan festival Jepang, namun apa salahnya jika kita dapat memadukannya dengan budaya Indonesia? Misalnya perpaduan antara kimono dengan kebaya yang bisa dipasangkan untuk maskot bunkasai atau juga bisa dikenakan oleh MC acara. Atau bisa juga dibuat konser musik dimana para musisi Indonesia berkolaborasi dengan musisi Jepang. Hal ini bisa memberikan warna tersendiri khususnya untuk orang awam yang sengaja datang ke bunkasai yang mungkin belum bisa ‘menerima’ budaya Jepang begitu saja.

DSC_01241
Salah satu perpaduan tradisi yang terjadi di panggung. Sumber.

 

5. Mungkin kamu jomblo

10366001_4438396013802_6303407624257566227_n
Terlalu lama sendiri (Foto: Dokumentasi pribadi)

Sudah berapa lama kamu datang sendirian ke bunkasai? Nah, mungkin ini adalah salah satu faktor kamu mengapa jadi bosan mengunjungi acara tersebut! Iya, terlalu sering mendatangi bunkasai sendiri pasti akan menimbulkan efek jenuh yang sulit diungkapkan. Alangkah lebih seru jika kita bisa mengajak teman-teman, saudara atau keluarga untuk ikut seru-seruan di bunkasai. Tapi jangan khawatir, ada yang unik yang bisa kamu temui di bunkasai Ennichisai 2016 kali ini! Disini, kamu akan menemui booth yang khusus dibuat untuk kamu yang masih jomblo ataupun yang sudah berpasangan, lho! Dengan membeli gelang di booth tersebut, kamu bisa menulis pesan cinta untuk siapa saja dan bebas mengungkapkannya!

Eits, tunggu dulu! Hanya untuk yang sudah berpasangan sajalah yang boleh bebas memilih warna gelangnya. Sedangkan yang belum? Kamu secara otomatis akan mendapatkan gelang spesial warna pink dan tidak dapat tukar warna! Yaah ketahuan deh jomblonya haha! Penasaran? Segera kunjungi Ennichisai 2016 dan cari boothnya sampai ketemu, ya!

Baca juga : Ennichisai : Miracle Power of Love Surganya serba-serbi Jepang

Itu saja beberapa poin yang diharapkan akan ada inovasi yang terbarukan yang terus kita nantikan di bunkasai selanjutnya! Jangan lupa untuk terus memeriahkan bunkasai yang diselenggarakan ya, minna! Sampai ketemu di bunkasai lainnya, ya!

  • Khoiruunisa Ramada Fitri

    Iya memang membosankan, apalagi booth – boothnya yang cuma jualan barang bajakan hasil comot dari search engine & stand makanan yang ramen lagi, ramen lagi…atau takoyaki. Gak pernah ada Anzu Ame, stand games kayak di bunkasai asli, atau apalah yang lain -_-

    • makanya kak datang ke booth akiba shop dong sesekali 😀 Kaos yang dijual import dengan desain asli fanart dari team artist kita 😀 nggak comot dari google. hehe

  • Pingback: 5 Artis Indonesia Ini Ternyata Seorang Otaku()