Begitu membaca judulnya apa yang ada dipikiran Akiba-chan dan akiba-kei sekalian? Dari dulu mimin sangat suka dengan Tamamo No Mae, karena bentuknya yang bermacam-macam baik dalam game maupun anime 😀

Tetapi ternyata dibalik kecantikan mereka memiliki cerita seram lho. Mitos yang bakal mimin bahas kali ini adalah mengenai Tamamo no Mae dalam Otogizoshi. Kumpulan prosa Jepang ditulis selama periode Muromachi. Tamamo sebenarnya adalah kitsune atau perempuan yang merupakan jelmaan dari siluman rubah.

Tamamo versi Onmyoji Netease
Tamamo versi Fate Series, via rimuu Deviantart

Menurut buku Otogizoshi, Tamamo merupakan seorang selir dari kaisar Konoe yang bertahta pada  tahun 1142-1155. Ia kala itu dikisahkan berwujud gadis cantik yang menjadi selir pada usia 20 tahun. Tidak seperti para wanita lain di zamannya, kabarnya Tamamo merupakan gadis yang sangat pintar dan cantik. Hal inilah yang menarik perhatian dari kaisar Konoe.

Baca Juga: 

Suatu hari Tamamo di panggil ke istana atas perintah kaisar. Sesampainya dalam istana ia diberi pertanyaan sulit mengenai ajaran budha. Tetapi anehnya Tamamo no Mae dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mudah.

Melihat betapa pintar nya Tamamo no Mae akhirnya kaisar sendiri menguji nya dengan menanyakan mengenai Milky Way (天の川). Dengan berhati-hati Tamamo menjawab pertanyaan kaisar:

“Bagaimana hamba bisa mengerti, apa yang ada disana. Tetapi misalkan ada pastilah hal itu seperti ini…” dan sekali lagi kaisar dan para petinggi istana di buat terkejut dengan jawaban sopan namun berwawasan tersebut.

Tamamo no mae

Setelah kejadian itu kaisar semakin sayang terhadap Tamamo no Mae. Suatu hari kaisar mengajak Tamamo melihat pertunjukkan di kota. Kaisar dan Tamamo no mae duduk di balik tirai sambil melihat orkestra kala itu. Tiba-tiba angin kencang bertiup dan memadamkan seluruh lilin diruangan. Anehnya ruangan itu tidak menjadi gelap, bahkan ruangan tersebut terang seakan-akan saat siang padahal waktu itu adalah dini hari. Saat mereka sadar ternyata ada cahaya terang benderang dari balik tirai bambu tempat dimana Tamamo no Mae berada.

Semua orang tertegun dan akhirnya ada seorang pemuda yang memecah keheningan dengan bertanya kepada Tamamo mengenai pertunjukan yang baru saja dilihatnya. Dan akhirnya mereka sibuk membahas mengenai orkestra tersebut. Kaisar yang semakin sayang dengan Tamamo akhirnya tidak pernah meninggalkan selirnya itu sendirian.

Pada suatu hari kaisar jatuh sakit, seluruh tabib dipanggil untuk menyembuhkan kaisar tetapi mereka semua mengatakan tidak sanggup karena kaisar bukan sakit karena penyakit tetapi karena iblis jahat.

 

Akhirnya seorang Omnyouji (pengusir sertan) bernama Abe no Yasunari dipanggil untuk mengusir roh jahat dari kaisar. Abe no Yasunari mengatakan bahwa penyebab penyakit dari kaisar adalah Tamamo no Mae yang kemungkinan besar adalah seorang kitsune. Karena takut menyinggung Kaisar akhirnya sang Omnyouji dan petinggi istana menyusun plot untuk membuktikan bahwa  Tamamo adalah seorang kitsune.

Tamamo disuruh memberikan persembahan kepada Tuhan. tentu saja Tamamo tidak bisa dan akhirnya dia melarikan diri. Kaisar yang sadar dia telah diperdaya marah dan akhirnya menyewa pemburu untuk membunuh Tamamo, yang telah menjelma menjadi rubah berekor 2.

Takut akan kematian akhirnya Tamamo hadir kedalam mimpi sang pemburu untuk memohon belas kasihan. Tetapi ke esokan harinya akhirnya Pemburu dapat membunuh rubah berekor 2 yang merupakan Tamamo. Tubuh rubah berubah menjadi Shousheki dan roh Tamamo menghantui batu tersebut sampai akhirnya biksu Genno dapat mengusir roh Tamamo.

Sassyouseki di Provinsi Nasu Jepang

Duh ngeri ya, punya istri cantik eh tau nya malah membawa kesialan 😀 Kalau akiba-kei kira-kira mau nggak punya istri kayak gitu? Hahahaha mimin sih ogah ya….

1 COMMENT

Comments are closed.