Mitos Kelicikan Kitsune

Gambaran Kitsune, dewa rubah berekor sembilan

Kitsune kitsune
Watashi wa megitsune
Onna wa joyu yo

Konnichiwa Minna-sanMinna-san pernah dengar penggalan lirik diatas gak? Kalo fansnya Babymetal mah saya yakin pasti sudah tidak asing lagi sama penggalan lirik tersebut. Buat yang masih asing dengan penggalan lirik tersebut, itu diambil dari lagunya Babymetal yang berjudul Megitsune. Lagu itu mengisahkan tentang situasi pada masa Jepang kuno, dimana kaum hawa yang sering kali dianggap seperti rubah, karena mereka menggoda dan berpura-pura mencintai kaum adam dengan berdandan secantik mungkin. Padahal kan jika seorang wanita memang cantik parasnya, mereka kan pada aslinya tidak ada maksud untuk menggoda dan berpura-pura mencintai, para lelakinya aja yang tergoda-tergoda sendiri.

Lalu, hubungannya rubah dengan sifat suka menggoda itu apa? Ternyata, zaman dahulu hiduplah dewa rubah putih berekor sembilan yang disebut “kitsune”. Kitsune ini suka menggoda manusia dengan memberi mereka halusinasi-halusinasi, padahal kenyataannya tidaklah seperti itu. Nah, dibawah ini akan saya ceritakan mengenai betapa liciknya Kitsune dalam menipu manusia. Monggo disimak 😀

Topeng Kistune, penggambaran untuk manusia yang suka menipu
Topeng Kistune, penggambaran untuk manusia yang suka menipu

Alkisah pada zaman Jepang kuno, ada beberapa kawan yang sedang cangkruk bersama. Mereka makan, minum, berpesta, dan slaing bercerita satu sama lain. Kebanyakan dari mereka bercerita mengenai topik yang lagi trend saat itu, yakni kehadiran dewa rubah yang seringkali mengerjai manusia yang kebetulan sedang lewat didaerah pinggiran. Namun seorang pemuda bernama Tokutaro, tidak memercayai itu. Tokutaro pun dengan penuh percaya diri bersumpah bahwa dia akan pergi kedaerah yang banyak rubahnya dan pulang tanpa dikerjai oleh rubah satu pun

Para teman-temannya berusaha mencegahnya, namun Tokutaro semakin merasa tertantang. Akhirnya teman-temannya menyerah. Mereka juga membuka taruhan, bahwa jika Tokutaro berhasil pulang tanpa dikerjai oleh rubah, teman-temannya akan membayar sejumlah uang pada Tokutaro. Sebaliknya, jika Tokutaro dikerjai rubah, Tokutaro yang harus membayar kepada teman-temannya.

Source: Yokai Wiki
Source: Yokai Wiki

Malamnya, Tokutaro pergi kesuatu tegalan, yang dimana dipenuhi oleh semak-semak dan pepohonan. Meskipun atmosfirnya cukup mengerikan, Tokutaro tetap tidak takut. Tidak lama kemudian, Tokutaro melihat ada seekor rubah putih yang melompat ke semak belukar, tidak jauh dari tempat dimana Tokutaro berdiri. Tokutaro mengejar rubah putih tersebut dan membuka semak belukarnya. Didalamnya tidak ada seekor rubah pun, yang ada malah seorang gadis muda, salah satu teman Tokutaro. Tokutaro pun menahan tertawa sambil kegirangan, karena ia telah menyaksikan sendiri tipu daya yang diciptakan rubah putih.

Gadis itu meminta Tokutaro untuk menemaninya kerumah orang tuanya didesa sebelah. Tokutaro pun menyanggupi asalkan gadis itu berjalan didepan Tokutaro, dan gadis itupun menyanggupi. Selama perjalanan, Tokutaro mencoba mencari-cari ekor rubah ditubuh gadis tersebut. Namun tiada hasil. Meskipun begitu, Tokutaro mempercayai bahwa gadis itu adalah jelmaan Kitsune.

Setelah sampai kerumah orangtuanya, Tokutaro mengundang kedua orang tua tersebut keruangan lain, dan menceritakan seluruh kejadian yang terjadi pada tegalan, dan mengatakan kepada mereka bahwa gadis itu bukanlah anak mereka, melainkan jelmaan Kitsune. Kedua orang tua tersebut kaget, namun memercayai cerita Tokutaro, karena anak mereka telah izin untuk pergi kerumah temannya hingga keesokan harinya, lagipula sedang apa anaknya pada malam hari berdiri sendirian didalam semak belukar? Akhirnya kedua orang tua tersebut menyuruh Tokutaro untuk membongkar identitas gadis itu sebagai Kitsune, sementara kedua orang tua tersebut sembunyi diruangan lain.

Tokutaro dan kitsune yang menyamar menjadi gadis muda
Tokutaro dan kitsune yang menyamar menjadi gadis muda

Tokutaro menyiksa gadis tersebut, memukulnya, membakarnya dengan lilin. Namun gadis itu belum berubah, melainkan menjerit kesakitan. Tokutaro kemudian mencekiknya. Kedua orangtuanya sudah mencoba menghentikan Tokutaro, namun tidak berhasil. Akhirnya gadis tersebut mati, dan dia tidak berubah menjadi Kitsune. Dengan kata lain, Tokutaro telah membunuh anak perempuan dari kedua orangtua tersebut, dan rubah putih yang dilihatnya telah pergi kesuatu tempat.

Kedua orangtua tersebut menjadi sangat marah kepada Tokutaro dan menuntut balas dendam. Mereka memukuli Tokutaro dan mengikatnya pada sebuah tiang kayu. Ketika mereka hendak memenggal kepala Tokutaro, tiba-tiba terdengarlah ketukan dari pintu depan rumah, dan ternyata seorang pendeta datang. Pendeta tersebut melihat kondisi mengenaskan Tokutaro dan bertanya apa yang terjadi. Kedua orangtua tersebut menceritakan kisahnya dari awal hingga akhir. Namun sang pendeta dengan bijaksana menjawab “apa manfaat kematiannya untukmu? Apa kematiannya menghidupkan anakmu kembali? Tentu tidak! Sekarang lebih baik kujadikan dia pendeta, supaya dia bertobat dan menebus dosanya”. Kedua orangtua itupun setuju

Huli Jing, makhluk mitos dari China, pendahulu Kitsune
Huli Jing, makhluk mitos dari China, pendahulu Kitsune

Pendeta tersebut kemudian memanggil seseorang untuk mencukur rambut Tokutaro sembari pendeta tersebut mendoakan Tokutaro. Tokutaro pun juga berdoa dengan sangat khusyuk demi penebusan dosanya. Ketika rambut terakhir dari Tokutaro sukses tercukur. Tiba-tiba terdengarlah semburat tertawaan dari Kitsune bergema disekitar Tokutaro, sementara sang pendeta, kedua orangtua, rumah orangtua, sang pencukur mendadak hilang dan Tokutaro menyadari dirinya berdiri ditengah rawa-rawa dikala fajar menyingsing.

Tokutaro kemudian sadar bahwa itu semua hanyalah ilusi. Dan dia sudah termakan oleh ilusi tersebut semalaman. Dia lega karena ternyata dia tidak benar-benar membunuh sang gadis. Dia segera pulang dan dia disambut dengan semburat tertawaan kedua, kali ini bukan dari Kitsune, melainkan dari teman-temannya yang melihat Tokutaro pulang dengan kepala botak. Akhirnya Tokutaro membayar sejumlah uang yang telah dijanjikan sebelumnya dengan rasa malu, dan dia menceritakan semua hal yang terjadi. Malamnya, ia merenung dan memutuskan bahwa ia menyerahkan hidupnya menjadi pendeta.

Patung Kitsune memegang kunci di Fushimi Inari
Patung Kitsune memegang kunci di Fushimi Inari

Gimana minna-san? Ternyata Kitsune itu makhluk licik yang suka mengerjai manusia ya ^^. Makanya Minna-san jangan suka mengerjai orang lain, entar dipanggil Kitsune lo. Hehehe…