Adakah yang tahu tentang Gokon? Pasti ada diantara akiba-chan dan akiba-kei  yang belum tahu soal ini, kan? Nah, Gokon adalah singkatan dari ‘Godo’ (bersama) dan ‘Konpa’ (pesta). Jadi Gokon adalah acara kumpul santai antara sesama teman. Gokon tidak membatasi jenis kelamin, alias lelaki dan perempuan bisa berkumpul dan ngobrol bareng. Dan restoran Aiseki-ya adalah salah satu restoran yang berkonsep Gokon!

Aiseki-ya adalah restoran ‘izakaya’, yaitu restoran yang menyajikan minuman alkohol sebagai menu utama. Restoran ini menyediakan kesempatan dan tempat untuk pertemuan para remaja cowok-cewek yang baru pertama kali jumpa. Paket yang ditawarkan cukup menarik. Untuk perempuan diberi harga ‘gratis’ alias tidak dipungut biaya. Namun bagi laki-laki, cukup merogoh kocek sebesar 1500 yen (sekitar 190 ribu rupiah) per 30 menit. Pada prinsipnya, minimal dua orang yang berjenis kelamin sama diperbolehkan masuk.

Tidak perlu khawatir tidak mendapat pasangan lawan bicara karena jumlahnya ganjil. Karena setiap saat, staf dari restoran Aiseki-ya akan mengatur posisi duduk para tamunya dan diusahakan sedemikian mungkin setiap pengunjung mendapatkan teman minum. Jadi, bagi yang memang single pasti akan datang ke sini. Selain menghilangkan rasa jenuh karena kesibukan-kesibukan pekerjaan, mereka bisa sekalian mencari jodoh. Kenapa tidak? Siapa tahu cocok! 😀

Restoran Aiseki-ya sangat digemari penduduk Jepang yang sedang mencari pacar. Kebanyakan mereka mengajak teman mereka yang sama-sama lajang untuk beradu nasib di restoran berjenis Gokon tersebut. Meski tidak semua mendapatkan pasangan yang langgeng sampai menikah, setidaknya mereka merasa senang karena sudah minum bersama lawan mainnya. Di sini yang adalah permainan tim. Jadi, cobalah untuk menghadapinya dengan peka satu sama lain.

capt-sekelompok-pasangan-yg-berkumpul-untuk-makan

Oh iya, selain menjadi tempat pertemuannya orang-orang yang tengah mencari jodoh, restoran Aiseki-ya juga memberi strategi untuk menarik lawan jenis. Berikut harap disimak!

Untuk cowok:

  • Selalu ambilkan minuman dan makanan untuk perempuan.
  • Kalau kamu tipe orang yang tidak pandai berbicara, jadilah orang yang pandai mendengarkan.
  • Usahakan jangan berebut gadis yang ditaksir dengan siapa pun. Jika harus berkompetisi, maka berkompetisilah dengan sehat dan pastikan pilihan dijatuhkan olehnya sendiri.

capt-muda-mudi-jepang-yg-asyik-mengobrol

Untuk cewek:

  • Kalau suka dengan si dia, cobalah mengajak ke pertemuan berikutnya setelah Gokon selesai. Semisal, “Kayaknya asyik kalau pergi ke karaoke, ya? Coba ke sana bareng yuk?”
  • Kalau lawan bicara bukan tipemu, cobalah dengan berpura-pura hendak ke kamar kecil, lalu konsultasikan ke staf restoran Aiseki-ya untuk mengganti lawan bicara.
  • Jangan terlalu berlebihan meskipun si dia terlihat menarik.

Aiseki-ya

Selain tips-tips di atas, ada juga tips dengan menggunakan 5S, yakni Sa Shi Shu Se So.

  • Sa = ‘Sasuga!’, yaitu ‘Sudah kuduga!’. Biasanya digunakan oleh orang Jepang untuk merespons perkataan lawan bicaranya melempar lelucon tebak-tebakan.
  • Shi = ‘Shiranakatta!’, yaitu ‘Wah, aku baru tahu!’. Sering dipakai ketika orang lain menceritakan hal yang sebelumnya tidak diketahui.
  • Se = ‘Sense ii ne’, yakni ‘Seleramu bagus ya’. Dipakai untuk memuji hobi atau kesukaan lawan bicara.
  • Su = ‘Sugoi!’, yakni ‘Hebat!’. Pujian untuk orang lain.
  • Sou = ‘Sou nan da’, yaitu ‘Ternyata begitu’. Untuk menanggapi cerita dari orang lain jika bingung akan menjawab apa.

Bagaimana? kalian tertarik untuk datang ke Aiseki-ya? Ajak-ajak mimin dong! 😀

SHARE
Previous articleLive Action JOJO “Diamond wa Kudakenai” Resmi Dibuka, Yamaken Jadi Tokoh Utama
Next articleMember 48 Family Ini Resmi Kabarkan Kelulusan
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.