Malam tiba, gelap menyergap, sunyi menyelimuti. Berjalan seorang diri di malam hari memang bukan lah ide yang bagus, terutama jika jalan yang dilalui adalah tempat yang sepi dan gelap dengan penerangan minim. Banyak hal buruk yang bisa menghadang. Dari pelaku tindak kriminal, sampai dengan makhluk halus yang sedang cari “makan malam”. Di Jepang, banyak kisah – kisah yang mewarnai malam gelap. Salah satunya adalah Mikoshi Nyuudou, sosok youkai yang menghampiri para pejalan kaki di malam hari.

Mikoshi Nyuudou (見越入道) biasanya berkeliaran di sekitaran jalan, jembatan, sampai atas pohon. Walau youkai satu ini bisa ditemui baik siang atau pun malam, ia lebih berpotensi muncul di malam hari. Youkai satu ini bersifat menghilangkan nyawa. Baik dibunuh secara langsung, dimakan atau digigit, sampai cara – cara lainnya.

Mikoshi Nyuudou akan muncul dengan sosok biarawan ataua manusia dengan tinggi rata – rata. Biasanya, mereka mengincar para pelancong yang berjalan seorang diri di tengah kegelapan malam. Mereka biasa muncul di jalan yang sepi, persimpangan, atau ujung jalan. Tujuannya adalah untuk menghadang mangsa mereka.

Biasanya, setelah sang korban melihat mereka, si youkai akan langsung memanjangkan leher mereka. Otomatis, korban di hadapannya akan terus melihatnya. Tidak sedikit korban yang sampai jatuh karena kehilangan keseimbangan saat mencoba terus melihat leher mereka yang terus memanjang. Saat mereka jatuh itu lah, leher Mikoshi Nyuudou akan langsung bergerak turun untuk menggigit leher si korban sampai putus dan memakannya.

 

Tidak banyak korban yang bisa selamat dari serangan sosok ini. Mereka yang berpura – pura tidak melihat dan jalan terus akan memancing emosi dari youkai ini. Alhasil, mereka dibunuh dengan cara ditusuk dengan bambu atau kayu. Sama halnya dengan orang yang langsung berbalik lari setelah melihatnya. Sementara itu, korban yang terlalu takut bahkan untuk lari akan mati di tempat.

Salah satu cara untuk selamat dari kematiannya adalah dengan mengatakan “Mikoshita” sesaat setelah sosok itu muncul. Dikabarkan youkai tersebut akan langsung menghilang setelahnya. Di Kyushu, kemunculan Mikoshi Nyuudou ditandai oleh bunyi “wara – wara”, yaitu bunyi bambu yang diayun – ayunkan. Ketika mendengar suara itu, maka sang korban diharapkan langsung berucap “Mikoshi – Nyūdō wo minuita” sehingga dia menghilang. Jika hanya lewat tanpa mengucapkan kalimat tadi, akan ada bambu yang jatuh dan membunuh pejalan kaki tadi.

Lain lagi di Okayama, mereka menghindari Mikoshi dengan cara melihat dari kepala ke kaki, bukan dari kaki ke kepala. Di Kanagawa mereka menghindarinya dengan cara merokok, sementara di Shizuoka dengan cara mengira – ngira atau menghitung tinggi youkai tersebut.

Kisah Mikoshi – Nyuudou mulai melegenda di Jepang pada kisaran tahun 1603 di periode zaman Edo. Dalam Enka Kidan karangan Hakuchō Nishimura yang terbit di zaman Edo, menceritakan bahwa Mikoshi – Nyuudou adalah youkai yang menyebabkan demam. Pada era Shoutoku di Provinsi Mikawa, seorang pedagang, Zen’emon, sedang menuju Nagoya. Dalam perjalanan, ia memutuskan untuk beristirahat setelah agak pegal dan merasakan kaki kuda yang ditungganginya sakit. Saat itu lah, sesosok ōnyūdō dengan tinggi nyaris empat meter muncul di hadapannya. Sosok itu memiliki mata yang bersinar seperti kaca. Zen’emon yang ketakutan bergetar dan memutuskan untuk berbaring di tanah. Sosok ōnyūdō pergi dengan cara melompatinya. Saat senja, Zen’emon berhenti di salah satu rumah warga dan bertanya “Apakah di sekitar sini ada sosok halus seperti tengu yang berkeliaran?”. Warga tersebut menjawab bahwa yang ada hanyalah soosk Mikoshi – Nyuudou. Setelah itu, Zen’emon kembali melanjutkan perjalanannya ke Nagoya dan sampai dengan selamat. Sayangnya, sampai sana ia kehilangan nafsu makan karena hal yang dilewatinya di perjalanan. Kesehatannya menurun dan ia terserang demam. Tidak ada satu pun obat atau tabib yang dapat menyembuhkannya. Akhirnya Zen’emon tutup usia di hari ke 13 setelah ia terserang demam akibat bertemu dengan youkai itu.

Banyak yang mengatakan bahwa Mikoshi – Nyuudou sebenarnya adalah sosok siluman binatang yang berubah bentuk. Wujud “pinjaman” nya akan muncul dengan membawa sesuatu, entah itu lentera, keranjang, sampai cangkul. Konon katanya, di alat yang mereka bawa itu lah tersimpan jiwa mereka yang sebenarnya.

Di Prefektur Fukushima, mereka diceratakan sebagai perwujudan dari siluman musang. Daerah lain mengatakan bahwa sosok aslinya adalah tanuki atau seekor rubah. Dalam Provinsi Shinano, mereka dikatakan bentuk dari siluman Mujina.

Di beberapa daerah di Prefektur Okayama, dikisahkan jika seorang perempuan jongkok di dalam toilet, siluman rubah akan berubah bentuk menjadi Mikoshi – Nyuudou dan muncul di hadapannya. Diceritakan pula bahwa di Oumisoka, jika pada suatu malam ada seseorang yang mengatakan “Mikoshi – Nyūdō, hototogisu” di dalam toilet, sosok tersebut pasti akan muncul. Tetapi banyak juga yang menyangka bahwa dalam kisah ini, soosk Nyuudou tertukar dengan Kanbari – Nyuudou.

Sekilas, kisah Mikoshi – Nyuudou memang mengingatkan kita dengan sosok Rokurokubi. Bahkan tidak sedikit orang yang percaya bahwa mereka berdua itu sebenarnya “bersaudara”. Jika Rokurokubi sering muncul dalam sosok wanita, maka Mikoshi – Nyuudou adalah bentuk prianya dari Rokurokubi. Dua sosok ini memang sama – sama memiliki leher yang panjang, sehingga sering kali membuat masyarakat bingung.

Bagaimana Akiba – chan, Akiba – kei? Semoga saja di Indonesia tidak ada sosok seperti youkai itu ya. Cukup sudah dengan  ancaman begal di malam hari, jangan sampai ada setan sejenis itu yang ikutan menjadi ancaman dalam kegelapan malam. Ingatlah untuk selau stay safe ketika berjalan sendirian malam hari di jalan yang sepi. Karena kita tidak tahu apa yang sedang menunggu di ujung jalan sana.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here