Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian anak ke-berapa? Punya adik tidak? Atau barangkali calon kakak karena sekarang ibu sedang hamil? Tapi jangan disangka menjadi seorang kakak yang baik itu mudah, lho. Terkadang, kita bakal dibikin risih dengan kelakuan dari adik-adik kita. Karena menjadi kakak yang baik itu tidak segampang membalikkan telapak tangan, Akiba Nation punya solusinya nih. Tahu Attack on Titan, kan? Itu lho, anime yang bercerita tentang raksasa pemakan manusia. Nah, dalam animanga tersebut ada tokoh cewek yang namanya Mikasa Ackerman.

Dia adalah seorang gadis yang kedua orangtuanya tewas terbunuh dan kemudian ikut tinggal bersama keluarga Jaeger. Meski hanya sebagai saudara tiri, Mikasa sangat menyayangi Eren. Ia menganggap Eren sebagai satu-satunya adik laki-laki yang keras kepala serta ceroboh. Mikasa selalu mengawasi Eren, ia berusaha keras melindunginya. Jadi, Minasan bisa meneladani sifat gadis cantik ini agar dapat menjadi kakak yang baik! 😀

Berikut ini merupakan poin-poin yang patut dicontoh dari Mikasa Ackerman. Yuk, disimak dengan cermat! 😉

Tulus Mengasihi

Mikasa AckermanYang ini sih tidak usah diragukan lagi dari seorang Mikasa. Yup, betul sekali, perempuan berambut hitam satu ini sangatlah tulus mengasihi adiknya. Ia tidak pernah berharap imbalan apa pun atas segala hal yang telah ia lakukan untuk Eren. Bagi Mikasa, Eren adalah orang yang paling berarti. Kebahagiaan Eren merupakan tujuan utama dalam hidupnya. Ia akan langsung membantu semua urusan dari adik laki-lakinya itu tanpa perlu diminta. Seperti mengangkat barang yang kesulitan diangkat oleh Eren, mencari kayu bakar, hingga memastikannya makan dengan teratur. Meski terkadang, Eren merasa risih dengan tingkah Mikasa yang selalu ikut campur.

Bagi Minasan yang ingin menjadi seorang kakak yang baik, maka contohlah sifat Mikasa yang pertama ini.

Pelindung Sejati

Mikasa berjuang melatih fisiknya agar dapat melindungi Eren dari bahaya yang mengancam jiwanya. Dia tidak pernah membiarkan ada yang melukai Eren. Siapa pun itu, kalau sampai berani menyakiti adik laki-lakinya, maka siap-siap berhadapan dengannya. Para Titan? Tebas! Brandalan? Hajar! Bahkan, Levi yang merupakan komandan dari Pasukan Penjelajah tidak segan ia lawan. Mikasa menyebutnya ‘si cebol’ dan menaruh dendam besar kepadanya karena telah memukuli Eren habis-habisan saat sidang diberlangsungkan. Ya, Mikasa adalah pelindung sejati bagi siapa saja yang dianggapnya anggota keluarga.

Oh iya, sebelum ibu Eren meninggal dimakan Titan, ia sempat menitipkan Eren kepada Mikasa. Ibunya berkata bahwa Eren sangatlah ceroboh dan keras kepala. Oleh sebab itu, Mikasa menempatkan dirinya sebagai kakak bagi Eren. Ia bersumpah akan melindungi Eren hingga titik darah penghabisan.

Setia Menemani

Mikasa pernah menjawab begini saat ditanyai akan masuk kesatuan pasukan yang mana oleh Eren, “Jika kau masuk Polisi Militer, aku juga akan masuk ke sana. Tapi kalau kau memilih Pasukan Penjelajah, maka aku juga. Ke mana pun kau pergi, aku akan selalu ada di sana.” Jawaban yang keren, bukan? Ya, Mikasa memang seorang kakak yang baik. Dan seorang kakak yang baik memang sudah sepantasnya setia menemani adik-adiknya. Mungkin sesekali kita bakal merasa kesal karena perbuatan jahil dari adik-adik kita. Tapi kalau sedang tidak ada, kita bakal merasa kangen dengan ulah mereka yang polos nan ceria.

Apakah Minasan di rumah juga merasakan hal yang sama? Yuk, mulai dari sekarang berusaha jadi kakak yang baik. 🙂

Sering Mengalah

Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian tahu tidak? Ternyata, selain setia menemani Eren, Mikasa juga lebih sering mengalah. Ia tidak mau berdebat panjang dengan Eren karena pilihan yang diambilnya. Meski terkadang, sifat dari adik laki-lakinya yang ceroboh dan tanpa berpikir panjang dalam memutuskan sesuatu itu kerap membuatnya khawatir. Tapi memang beginilah seharusnya. Sebagai kakak yang baik, kita haruslah lebih sering mengalah terhadap sikap egoisme dari adik-adik kita. Ketika mereka mau meminjam sesuatu barang milik kita atau sekadar kepengin menonton acara teve yang berbeda dari yang ingin kita tonton, maka lebih seringlah mengalah. Izinkan mereka meminjamnya dan berikan remot teve tersebut.

Baca juga: CLASH Surabaya Kembali Digelar Dengan Tamu “Istimewa”

Lebih Dewasa

Yang sudah berumur dituntut memiliki pola pikir serta sikap lebih dewasa. Contoh kedewasaan yang sempurna datang dari Mikasa Ackerman. Gadis cantik satu ini lebih berpikiran logis ketimbang adiknya, Eren. Sikap yang dimilikinya juga terbilang cukup dewasa. Ia tidak mudah terbawa emosi untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Sedangkan Eren? Lihatlah, dia sangat suka berkelahi dengan teman-temannya, terutama dengan Jean yang sama-sama punya sifat keras kepala. Eren juga gampang sekali marah hanya karena alasan yang remeh-temeh, seperti perbedaan pendapat dan sindiran kecil. Mikasa selalu meredam amarah dari adiknya itu ketika suasana mulai rusuh karenanya.

Sebagai kakak yang baik, kita harus bisa menjadi lebih dewasa ya, Minna! 😀

Rela Berkorban

Poin satu ini adalah yang paling penting sekaligus menjadi bukti utama bahwa kita sangat menyayangi adik-adik kita. Hebatnya lagi, Mikasa Ackerman juga mempunyai poin satu ini. Sepanjang hidupnya, Mikasa selalu berkorban demi Eren. Ia menjaga Eren dengan segenap jiwa raganya, melindungi, dan juga menyayanginya dengan begitu tulus. Apa pun akan dilakukan Mikasa untuk adik laki-lakinya seorang, meski itu artinya harus menukarkan nyawanya sendiri. Baginya, demi bisa membuat Eren tetap hidup, semua miliknya sepadan untuk dikorbankan. Karena hanya Eren-lah satu-satunya hal berharga yang ia punya.

Jika Minasan sanggup melakukan poin yang ini, maka gelar ‘kakak yang baik’ pantas diperoleh.

Tidak Merepotkan

Iyalah, kalau kerjaannya cuma merepotkan adik-adiknya terus sih buat apa jadi seorang kakak? Malu sama Mikasa kali! Lihat aja feh, Mikasa jarang sekali membuat repot adiknya. Ia tidak bertingkah menyebalkan, meminta ini-itu, menyuruh-nyuruh, dan sebagainya. Malah yang ada, Mikasa Ackerman selalu membantu Eren. Masa kita kalah dengan karakter fiksi? Apa kata dunia? Sebagai kakak yang baik, memang suatu kewajiban bagi kita untuk tidak merepotkan orang lain dan menjadi pribadi yang lebih mandiri. Begitulah sepantasnya sifat yang ditunjukkan dari seorang kakak yang baik. Berpendirian, tidak menyusahkan, dan selalu berusaha membantu masalah dari adik-adik. Barulah bangga menyebut diri sebagai ‘kakak’.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here