Pastilah Minna-san mengenal jelas tentang kota Kyoto, bukan? Siapa coba yang tidak kenal dengan kota kebudayaan Jepang satu ini, banyak sekali para turis lebih memilih berwisata ke kota tersebut ketimbang yang lain. Itu dikarenakan Kyoto sangatlah eksentrik dan penuh budaya. Banyak bagian dari Negeri Bunga Sakura yang dikenal luas oleh negara-negara lain karena kota Kyoto.

Selain menjadi pusat pariwisata yang menyajikan tempat-tempat eksotis bagi para traveller semua, kota Kyoto juga wadahnya berjibun pelaku seni di Jepang. Di sana akan ditemukan serba-serbi yang diharapkan oleh para pelancong dari dalam negeri atau negara-negara seberang Jepang, apalagi bagi mereka yang sangat menyukai segala hal berkaitan adat-istiadat Negeri Bunga Sakura. Kota lama Kyoto memang pantas menjadi daerah pertama yang ada dalam daftar kunjungan mereka!

Gion di Kyoto terletak di sebelah timur sungai Kamo atau Kamogawa. Suasana di Gion sangat berbeda dengan tempat lain di Kyoto, bangunan tradisional di kanan kiri masih sangat terawat, menambah kesan antik Jepang ala zaman dahulu. Sambil menikmati panorama kota Kyoto yang unik, kita bisa mengambil foto-foto di jalan Hanami-koji dan Shirakawa-minami Dori, lalu beristirahat makan siang, mencicipi berbagai santapan kuliner khas Kyoto yang disediakan di Gion. Di sini harga-harga yang ditawarkan untuk seporsi makanan tradisional lumayan murah, tidak seperti di kota megapolitan Tokyo yang terbilang dua-tiga kali lipat.

Untuk bisa sampai ke Gion, Minna-san bisa naik kereta Tozai Line di Keage Station dari Kuil Nanzen dan kemudian menuju Sanjokeihan untuk pergi ke Gion. Mungkin bisa menghabiskan waktu setengah hingga satu hari penuh.
Setelah kemarin membahas tentang Gion Matsuri, selanjutnya kita akan membahas tentang apa saja yang Minna-san bisa lakukan saat mengunjungi Gion di Kyoto! Ayo, disimak!

1. Ikut Gion Matsuri

Mengunjungi Gion 1
Gion Matsuri adalah sebuah festival parade terbesar di Jepang! – Ayo, mengunjungi Gion!

Inilah yang pertama dianjurkan bagi Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian yang hendak mengunjungi Gion. Seperti yang sudah pernah kita bahas di artikel sebelumnya, yaitu tentang Gion Matsuri.
Setiap tahunnya di musim panas akan diadakan festival Gion yang sangat terkenal, meriah, dan sangat ramai. Kita dapat mengikuti festival ini secara gratis waktu berkunjung ke Kyoto. Festival tradisional yang telah berlangsung selama sekitar satu milenium atau 1000 tahun lebih ini dimulai dengan tujuan menghilangkan wabah penyakit berbahaya pada zaman itu, yaitu ketika rezim penguasa Jepang, Muromachi, menjabat sebagai pemerintah Negeri Bunga Sakura. Meski sempat mendapat penghentian oleh rezim penguasa pada masa itu, Gion Matsuri hingga kini masih terus diberlangsungkan di Jepang dengan begitu meriah.

Festival Gion Matsuri biasanya diadakan dari tanggal 1 hingga 31 Juli di distrik Kawaramachi dan Karasuma di timur kota Kyoto. Puncak perayaannya pada tanggal 14-16 Juli, di sana akan ada parade keliling kota yang dihias kendaraan-kendaraan unik bernama Hoko dan Boko. Kendaraan itu berjumlah belasan dengan ukuran raksasa dan sangat berat, berjalan tidak menggunakan mesin melainkan ditarik oleh puluhan–boleh jadi mencapai ratusan–pria yang mengikuti festival tersebut. Begitu juga dengan Geisha yang merupakan pelaku seni wanita di Jepang, mereka akan turut hadir untuk memeriahkan acara dengan tarian-tarian tradisional yang indah.

2. Menyewa Geisha

Mengunjungi Gion 2
Geisha bisa disewa untuk minum Sake juga lho, tapi bayarannya sangatlah mahal. – Ayo, mengunjungi Gion!

Gion terkenal sebagai distrik Geisha. Kita dapat bertemu dengan para Geiko dan Maiko (Geisha yang masih muda) di jalan-jalan kota Kyoto saat petang hari. Di saat bersamaan, kita dapat pula melihat polisi mulai berjaga untuk mengamankan para Geisha dari orang jahat atau mereka yang memaksa meminta foto.

Jadi, bagi teman-teman yang berkunjung ke Kyoto, jangan mengganggu para Geisha dengan mengambil foto mereka secara sembarangan ya! Itu melanggar peraturan yang ada. Kecuali jika Minna-san memotret para Geisha tanpa mengganggu mereka, semisal memotret dari kejauhan dan arah samping agar tidak menghalangi jalan Geisha.

Geisha adalah pekerjaan dengan level tinggi yang melayani pelanggan di toko-toko, restoran, rumah teh, dan menari tarian Jepang bagi para tamu. Kebanyakan dari mereka bisa bernyanyi, menari, atau berpuisi sehingga bayarannya sangat mahal. Selain itu mereka juga bisa disewa untuk kepentingan pribadi seseorang, seperti menjadi teman ngobrol dan teman minum sake. Tetapi bukan dalam urusan hubungan intim, itu melanggar peraturan Geisha. Mereka tidak akan mau dan Minna-san bisa ditangkap kepolisian Jepang karena melanggar peraturan.

3. Menikmati Sajian Khas Kyoto

Mengunjungi Gion 3
Aduh, lucunya buah tangan dari Kyoto satu ini. – Ayo, mengunjungi Gion!

 

Jalan utama di kawasan Gion di Kyoto adalah Jalan Shijo, yang terbentang tepat di antara Kuil Yasaka dan sungai Kamogawa. Di sepanjang Shijo Avenue terdapat bermacam-macam toko yang menjual aneka produk lokal, mulai dari cemilan hingga kerajinan tangan yang menggemaskan. Cocok untuk Minna-san jadikan buah tangan bagi keluarga atau sanak-saudara.
Ada juga Hanami-koji atau ‘Jalan Melihat Bunga’. Jalan ini terbentang di antara Jalan Shijo dan kuil Kenninji yang berada di sisi selatan Gion. Di sinilah tempatnya berbagai Ryoutei, yaitu restoran khas Jepang yang menyediakan aneka Kaiseki. Sebuaakanan lengkap khas Jepang yang terkenal sangat mahal. Beberapa tempat minum teh pun bisa ditemukan.
Suasana di Hanami-koji ini akan mengingatkan pengunjung akan setting drama tradisional Jepang, karena jalan ini dipenuhi oleh berbagai bangunan dengan arsitektur kuno Negeri Matahari Terbit. Wah, tempat yang cocok buat selfie nih!

4. Mengunjungi Pertunjukan Budaya di Gion Corner

Mengunjungi Gion 4
Gion Corner adalah sebuah tempat yang khas sekali di Jepang dan Indah. – Ayo, mengunjungi Gion!

Di ujung jalan Hanami-koji, kita dapat menemukan bangunan bernama Gion Corner. Di sini kita dapat melihat Upacara Minum Teh ala Jepang; Ikebana, seni merangkai bunga; Bunraku, tarian tradisional khas Kyoto; Gagauku Court Music; alat musik Koto, atau permainan komedi Kyogen dan Panggung Boneka yang ditampilkan bagi para wisatawan yang datang.
Website Gion Corner tersedia dalam 10 bahasa lho, menjadi situs informasi terbesar di Jepang yang berisi artikel tentang hiburan seni paling terkenal di Kyoto.

5. Membeli Oleh-oleh di Jalan Shijo

Mengunjungi Gion 5
Minna-san mau beli oleh-oleh yang mana nih? – Ayo, mengunjungi Gion!

Di jalan Shijo, kita dapat menemukan sederetan toko yang menjual kue-kue tradisional Jepang dan juga kerajinan tangan khas Kyoto. Tidak ada salahnya mampir dan melihat-lihat oleh-oleh di sini kalau kapan-kapan Minna-san mengunjungi Gion. Minna-san juga pastinya boleh memborong seluruh pernak-pernik kalau punya cukup uang! Hitung-hitung sebagai koleksi. Hehehe…

6. Pergi ke Ryozen Kannon di Gion

Mengunjungi Gion 6
Sebuah kuil dengan pemandangan alam yang sejuk. – Ayo, mengunjungi Gion!

Ketika mengunjungi Gion di Kyoto, kita juga dapat melihat patung Buddha terkenal setinggi 24 meter yakni bernama Ryozen Kannon. Patung ini dibangun untuk mengingat para serdadu dan prajurit yang meninggal dalam perang dunia ke-2. Hal seputar sejarah zaman dahulu sangat mengungkung Ryozen Kannon kalau Minna-san coba-coba mampir ke sana.

Hal-hal yang tertulis di atas adalah apa saja yang bisa Minna-san lakukan saat mengunjungi Gion! Pas bagi Minna-san yang lupa menyusun rencana kegiatan sebelumnya. 🙂

SHARE
Previous articleTETSUYA Umumkan Duo Single dan Tur Terbaru Tahun Ini
Next articleYamaKen Jadi Peran Utama dalam Live-Action Saiki Kusuo
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.