Tahukah minna-san dengan cuplikan manga diatas? Seperti yang saya tulis di caption diatas, minna-san belum bisa dikatakan sebagai pecinta horror kalau belum tau adegan itu ^^. Bagi yang tahu, saya ingin tahu ekspresi minna-san ketika membaca adegan itu nih. Mual? Ketakutan? Merinding? Atau biasa aja? Apapun ekspresi minna-san, minumnya teh botol s*sro selamat, minna-san telah membaca salah satu manga horror terseram, teraneh, dan terbaik sepanjang masa

Omedetto
Omedetto

Namun yang kali ini mau saya bahas, itu bukan manga-nya, bukan pula horrornya, namun mangaka-nya. Siapa yang tahu cuplikan manga diatas adalah dari manga apa buatan siapa? Yap! Betul sekali! Cuplikan tersebut diambil dari manga berjudul “Uzumaki” buatan Mangaka Junji Ito. Apakah manga tersebut ada kaitannya dengan manga Naruto buatan Mangaka Masashi Kishimoto? Jawabannya tidak ada. Lalu Uzumaki itu apa? Uzumaki itu sendiri adalah kata dalam bahasa Jepang yang artinya bentuk spiral.

Nah, sebelum saya masuk ke pembahasan mengenai Japanese Maestro Horror maupun Japan’s leading horror comics artist ini. Saya mau memperingatkan dulu kepada Minna-san terlebih dahulu, bahwa beberapa konten yang saya cantumkan dibawah adalah mengandung gambar-gambar menjijikkan, mengandung darah(walaupun warnanya hitam putih), juga mengandung foto cowok ganteng. Jadi, bagi minna-san yang tidak tahan melihat ketiga hal tersebut, bisa mempertimbangkan untuk membaca artikel ini ^^

1. Kehidupan awal

Sang Maestro, Junji Ito
Sang Maestro, Junji Ito

Junji Ito lahir pada 31 Juli 1963 pada prefektur Gifu di Jepang. Apakah dia lahir di kampung Yandere di Gifu? Jawabannya bukan. Junji Ito lahir di Nakatsugawa. Ketertarikan Junji Ito oleh dunia horror dimulai sejak dia duduk di bangku sekolah, tepatnya, ketika kakak perempuannya meminjami Junji Ito sebuah manga karya mangaka Umezu Kazuo. Selain itu, pria yang saat ini berumur 51 tahun ini juga tertarik dengan cara kakak perempuannya menggambar manga. Kedua hal inilah yang pada akhirnya menginspirasi Junji Ito untuk menciptakan sebuah manga horror buatannya sendiri

2. Awal karir

Manga pertama Junji Ito, Tomie
Manga pertama Junji Ito, Tomie

Semenjak saat itu, Junji Ito bekerja sebagai teknisi alat-alat dokter gigi sambil menekuni hobinya, yakni membuat manga. Pada tahun 1987, Majalah Gekkan Halloween, yang baru saja terbentuk, menawarkan beberapa halaman dalam majalahnya untuk mem-publish karya-karya mangaka dalam negeri, dan mereka juga membuat Umezu award, yakni penghargaan untuk cerita horror yang dinilai bagus oleh para mangaka professional, dan salah satu jurinya adalah Umezu Kazuo sendiri.

Saat itulah Junji Ito membuat debut manga-nya yang berjudul Tomie dan mengirimkannya ke majalah tersebut. Tomie menghasilkan “Umezu Kazuo Prize” sebagai honorable mention kepada Junji Ito, dan pada awal tahun 90an, Junji Ito memutuskan untuk menghentikan pekerjaannya sebagai teknisi alat-alat dokter gigi dan berfokus untuk membuat manga. “saya merasa bangga telah menjadi teknisi, dan ada banyak skill yang harus aku kuasai. Untuk sesaat aku menyesal telah berhenti menjadi teknisi, namun ternyata membuat manga lebih menyenangkan. Sekarang aku tidak menyesal lagi” kata pria yang dikenal humoris dan menyenangkan ini

3. Kisah sukses

Beranikah anda menontonnya?
Beranikah minna-san menontonnya?

Sejak saat itu, Junji Ito seringkali mem-publish beberapa karyanya ke beberapa majalah-majalah mingguan terkenal di Jepang. Dari sekian banyak cerita yang dia buat, yang paling terkenal adalah serial “Uzumaki” di “mingguan Big Comic Spirits” pada tahun 1998 dan serial “Gyo” di majalah “Spirits” pada tahun 2001.

Selain itu, Junji Ito juga berkontribusi dalam pembuatan film-film terkenal, yang dimana film-film itu didasarkan pada manga Junji Ito sendiri. Film terakhir tempat Junji Ito menunjukkan sepak terjangnya adalah pada film bertemakan boneka menyeramkan yang berjudul “Marronnier”, dimana Junji Ito membuat desain karakternya dan beberapa kali muncul sebagai figuran. Film ini ditayangkan hingga ke San Francisco International Film Festival and NY Asian film Festival. “Biasanya film-film yang ditayangkan di kedua tempat itu dibuat oleh sutradara terkenal dan menjadi blockbuster hits. Namun saya sangat bersyukur karena Marronnier ditayangkan dilayar yang sama, meskipun dibuat dengan budget yang sangat rendah” Tutur Hideyuki Kobayashi, Sutradara Marronnier dan ketua dari Junji Ito fans club.

4. Menuju layar lebar dan Video Game

Dari ki-ka: Gyo, uzumaki, Tomie: Unlimited
Dari ki-ka: Gyo, uzumaki, Tomie: Unlimited

Ternyata, banyak mangamanga terkenal garapan Junji Ito yang tidak hanya berakhir dimajalah, namun banyak pula yang berakhir di layar lebar. “Uzumaki(2001)” dan “Tomie” menjadi sebuah film, bahkan Tomie menjadi sequel yang terus berlanjut dari tahun 1999 hingga 2011. Gyo(2012) juga mendapat tempat dilayar lebar sebagai film animasi. Selain itu, “Kakashi(2011)” dan “Lovesick Dead(2001)” juga merupakan film yang diadaptasi dari manga-manga Junji Ito.

Karya Junji Ito yang berjudul Uzumaki Juga dirilis dalam bentuk game lho! Yang pertama berjudul Uzumaki: Denshi Kaiki Hen (うずまき 〜電視怪奇篇〜 Spiral -Power Vision Strange Edition-?) yang dirilis pada Februari 2000, sedangkan yang kedua berjudul  Uzumaki: Noroi Simulation (うずまき 〜呪いシミュレーション〜 Spiral -Curse Simulation-?) pada Maret 2000. Jika seri yang pertama menceritakan kembali kejadian di manga-nya, seri yang kedua mengharuskan para pemain untuk menyebarkan virus spiral! Hiiii!! Serem ya

penampakan kaset Uzumaki, denshi kaiki hen
penampakan kaset Uzumaki, denshi kaiki hen
penampakan kaset Uzumaki Noroi Simulation
penampakan kaset Uzumaki Noroi Simulation
Screenshot Uzumaki Noroi Simulation
Screenshot Uzumaki Noroi Simulation

5. Manga-manga terkenal

Junji Ito dikenal oleh kebanyakan pecinta horror dan menuai banyak pujian atas hasil karyanya, karena semua karya yang dibuatnya bersumber dari hal-hal sederhana disekitar kita, kemudian dibubuhi dengan gambaran yang cukup baik serta cerita horror yang “khas Junji Ito”, menghasilkan suatu karya yang brilian, tidak tertebak arahnya, dan merupakan horror murni. Namun tidak jarang pula kritikus yang mengatakan bahwa karya-karya Junji Ito adalah absurd, tidak masuk akal, dan lebih cocok dibilang komedi dibanding horror. Dibawah ini akan saya  cantumkan sederet karya-karya terkenal dari pria berkacamata ini, beserta sinopsis, author’s note, juga beberapa Jepret Ngasal” nya, silahkan dinikmati ^^

5.1. Uzumaki

Uzumaki tanpa Naruto didepannya
Uzumaki tanpa Naruto didepannya

Menceritakan kisah sebuah desa bernama Kurozu-Cho yang terkutuk oleh kejadian-kejadian supernatural, dimana setiap kejadian tersebut mengandung spiral. Kutukan ini berdampak kepada seluruh desa dan membuat seisi desa bertingkah aneh terhadap spiral. Dapatkah kedua protagonis, Kirie Goshima dan Shuichi Sato, menghentikan kutukan ini?

Uzumaki sukses menyabet beberapa penghargaan dan menjadi nominasi pula, diantaranya adalah:

  1. Menjadi nominasi Eisner Award dikategori “Best U.S. Edition of Foreign Material” pada 2003
  2. Termasuk dalam “Top 10 Great Graphic Novels for Teens” yang diselenggarakan Young Adult Library Services Association pada 2009
  3. Menjadi runner up pada kategori “Top 10 Horror/Thriller Manga” yang diselenggarakan oleh IGN, dan masih banyak lagi

Author’s Note: setelah membaca ini, jangan bertingkah aneh terhadap spiral ya. Karena minna-san bisa saja jadi muak melihat spiral setelah selesai membacanya. Berikut beberapa Jepret Ngasal dari Uzumaki:

Bukan pecinta horror kalau belum tahu scene ini
Uzumaki 1
Uzumaki 1
Uzumaki 2
uzumaki 3
uzumaki 3

Oya, Junji Ito menjadi figuran dalam Uzumaki versi filmnya loh ^^ berikut screenshot dari film live-action Uzumaki dimana digambar itu terdapat Junji Ito beserta gambar dirinya menurutnya

Junji Ito dan Gambar dirinya menurut versinya
Junji Ito dan Gambar dirinya menurut versinya

 

5.2. Gyo

Gyo
Gyo

Menceritakan kisah 2 sejoli yang bernama Kaori dan Tadashi, yang secara tidak sengaja menemukan makhluk aneh, yakni ikan yang memiliki kaki, dan berjalan didarat. Tak lama kemudian, fenomena ikan berkaki pun semakin marak. Dalam waktu yang sangat singkat, jutaan makhluk laut menjadi berkaki dan mereka menginvasi darat, dan menulari manusia. Dapatkah Kaori dan Tadashi memecahkan fenomena ini dan dapatkah mereka berdua bertahan untuk tidak tertular?

Gyo tidak sesukses pendahulunya, Uzumaki, namun ada pula beberapa penghargaan yang didapatkannya, diantaranya adalah:

  1. Masuk sebagai nominasi dalam 37th annual Angoulême festival
  2. Katherine Dacey dari mangacritic.com menilai Gyo sebagai nomer 1 pada daftar favorite manga horror

Author’s Note: Gyo memang tidak seseram dan tidak sebagus Uzumaki dalam berbagai aspek, kecuali satu hal, siapkan tisu karena bisa jadi minna-san akan meneteskan air mata ketika membaca akhir ceritanya. Selain itu, terdapat 2 cerita bonus disini, The Sad Tale Of The Principal Post dan The Enigma of Amigara Fault Berikut rentetan jepret ngasalnya:

Bagaimana jika anda dikejar makhluk itu?
Bagaimana jika minna-san dikejar makhluk itu?
Itu manusia? Tepat sekali ^^
Itu manusia? Tepat sekali ^^

5.3. Tomie

Tomie cover yang lain
Tomie cover yang lain

Manga ini menceritakan kisah seorang gadis bernama Tomie, yang saking cantiknya, banyak cowok saling membunuh hanya untuk mendapatkan hati seorang Tomie, dan banyak cewek yang iri terhadap Tomie. Akhirnya, beberapa guru dan beberapa siswa melakukan pembunuhan terhadap Tomie dan memotong-motong tubuhnya, hanya untuk melihat Tomie masuk sekolah kembali layaknya tidak terjadi apa-apa. Apakah yang menyebabkan Tomie hidup terus menerus dan bagaimana akhir kisahnya?

Tomie memang hanya memberikan Kazuo Umezu award kepada Junji Ito, namun berkat Tomie lah, Junji Ito terus menelurkan karya yang dapat kita nikmati hingga saat ini. Berikut jepret ngasalnya:

Penampakan kecantikan Tomie
Penampakan kecantikan Tomie

5.4. Glyceride

Glyceride
Glyceride

Menceritakan kisah sebuah keluarga yang dimana penghasilannya berasal dari restauran barbeque yang dijalankan oleh sang ayah. Yui, protagonis dari cerita ini, sangat peka dengan kadar kelembapan dirumahnya akibat sedikitnya ventilasi dirumahnya. Suatu saat, kakak Yui, Goro, mengalami penyakit jerawat parah dan ayah Yui kehabisan daging untuk dihidangkan. Dari sinilah semua masalah dimulai

Author’s Note: Glyceride merupakan manga Junji Ito pertama yang saya baca, dan waktu itu saya membacanya sambil memakan ramen di sebuah restauran Jepang terkenal di Surabaya. Dan saya hampir memuntahkan ramen yang saya makan. Kenapa? Minna-san cari tahu sendiri ya ^^

saya tidak mau menjelaskan apapun
saya tidak mau menjelaskan apapun

5.5. Souichi’s Diary of Delights

Cover depan
Cover depan

Menceritakan kisah sehari hari dari keluarga Souichi. Sebenarnya tidak ada yang spesial dari manga ini, namun Junji Ito sendiri menyatakan bahwa Souichi adalah penjelmaan dirinya ketika masih muda.

Author’s Note: ini hanya sebuah cerita fiksi, setelah minna-san baca, jangan benci Souichi ya ^^. Berikut jepret ngasalnya:

Penampakan Souichi
Penampakan Souichi

6. Proyek yang Sedang Digarap

Saat ini Junji Ito sedang bekerja sama perusahaan pembuat Video Game legendaris, Pokemon, untuk membuat halaman web “kowapoke” (kowai Pokemon) yang artinya Pokemon menyeramkan, yang didesikasikan untuk membuat Pokemon bertipe hantu lebih menyeramkan. Berikut beberapa spoiler-nya:

Gengar yang melilit wanita dengan lidahnya
Gengar yang melilit wanita dengan lidahnya
Banette yang siap memakan gadis kecil
Banette yang siap memakan gadis kecil

Junji Ito memang telah memberikan dampak yang sagat signifikan terhadap dunia horror Jepang. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan bila karya-karya Junji Ito dijuluki sebagai “Japanese Courage the Cowardly Dog”, dimana pada tahun yang hampir sama, John R. Dilworth, pencipta Courage The Cowardly Dog series, juga mmenelurkan karya-karya horror bagus untuk Amerika. Jika ingin tahu lebih mengenai manga-manga Itou Junji, Minna-san bisa mengontak saya secara langsung karena saya adalah hardcore fans-nya, hehe.

Sumber: 78 Magazine, tumblr

activate javascript

  • Haruhi

    kayaknya pernah baca deh itu salah satu manganya~~ khas banget gambarannya.. busettt deh, dibandingkna takut, jijiknya ga nguatin~~ hahahah

    • merumeru

      Kalo ngomongin jijik, gambarannya Shintaro Kago juga nggak nguatin~

      • Haruhi

        Shintaro Kago? belum pernah denger.. karya apa yang populer?? jadi penasaran pengen lihatt.. ~~

        • merumeru

          Apa, ya? Nggak terlalu ngikutin, sebenernya. Coba aja baca Paranoia Street, itu yang paling rendah kadar horornya… menurutku. Terus bisa dilanjut ke Superglue dkk~ 😀

          • Haruhi

            kayak ada mak ichi aja ada levelnya juga.. wkwkwk >_<
            Ok masuk list ya Paranoia Street, trus Superglue.
            errr pernah lihat film "Suicide Club" ga?? itu parah tuh.. aku ampe gagal paham isinya apaan. ampe kulit di gabung gabung jadi satu trus dijahit.. huwekkkkkk~ *mual* :v

          • merumeru

            Hahaha~~
            Udah, tapi lebih suka baca manganya sih :3

          • Haruhi

            oke. jadi mual deh inget tuh film gituan~~ :v pny manganya juga merumeru?? :DDD ntar pinjem yah~ wkwkwkwk

    • Vencent Livano

      Baca yang Glyceride aja ^^ Dijamin puas deh XD tapi sebelum baca, siap-siap kantong plastik ya, takutnya muntah ditengah-tengah baca

      • Haruhi

        yaaahh dibilang gamau yang jijik jijik kok. XD wkwk malah dikasih yang bkin muntah~ hueekksss gak bakal baca deh!! >.< haha

  • merumeru

    Human Chair dong, ceritanya nggak nahan, hahaha~~

    • Haruhi

      Human Chair ya,, belum baca, errr.. merumeru suka horror story? dulu aku ga sengaja baca sih punya temen~ wkwkwkwk jadi mual. padahal udah biasa nonton dorama suspect yang muncrat muncrat gituhh~ >.<

      • merumeru

        Suka? Lumayan…
        Tenang, Human Chair nggak horor-horor amat kok 😀

        • Haruhi

          hahaha. okok nanti tak coba baca juga~ aku horror sebnernya ga masalah, cuma ga sneng yang menjijikan~ klo udah kena gambar gitu, kadang udh jadi gak nafsu makan deh. hieee

          tp ga berani juga sih klo liat film horror Indonesia. kalo film horror luar berani. wkwkwkwkwk

        • Vencent Livano

          Kalo suka horror story, merumeru bisa coba baca manganya Kazuo Umezu yang judulnya the drifting classroom ^^

          Kazuo Umezu sendiri disebut sebagai sensei dari Junji Ito, dan the drifting classroom adalah karya terbaiknya, silahkan dibaca ^^

          • merumeru

            The Drifting Classroom, ya? Siap, masuk list!
            Ada rekomendasi lagi? :3

          • Haruhi

            Setelah melihat PP merumeru jadi keinget temen SMA yang sama sama perantauan nih. XD dlu dia X-1, XI-S1, hihihi.. trus dia tmn SMA yang pertma kali berkunjung krumah gw di Puri. 😀

            pecinta Arata disaat orang orang suka Taichi. wkwkwkwkwkk *ngakak* OOT :v

          • merumeru

            lol, plis~:v

          • Haruhi

            hahahaha. LOL :v

          • merumeru

            aku dulu XI-S3 tbh~ 😀

          • Haruhi

            ah S3 ya.. haha sorry salah meru. 😀 tbh apaan ya meru?

          • merumeru

            to be honest~◕‿◕

          • Haruhi

            hahaha. ok maklum gaptek~ wkwkwk 😀

          • Vencent Livano

            kalo horror mah banyak, cuman yang horror klasik yang aku tahu bagus itu cuman punyanya Kazuo Umezu sama Junji Ito aja ^^

            ada juga yang diadaptasi dari novel klasik, tapi dibikin manganya, juga animenya, judulnya “Another”. Gak terlalu horror, lebih kearah misteri

            corpse party aku juga suka ^^ sequelnya udah banyak itu

          • merumeru

            Maksudnya, rekomendasian komiknya Kazuo Umezu 😀

            Another udah, Corpse Party baru animenya aja.
            Btw, nggak mual tuh pas baca/ nonton Corpse Party?

          • Vencent Livano

            Sayangnya kazuo umezu diriku baru baca yg the drifting classroom, susah carinya soalnya, terlalu jadul mungkin

            Corpse party biasa aja baca/ngeliatnya, ususnya unyu gitu

            /mulai gila

          • merumeru

            Alamak, ususnya unyu (-‸ლ)

          • Haruhi

            Vencent,, kamu termasuk suka genre “S” yaa.. wkwkwkwk.

          • Vencent Livano

            S itu apa ya?

            maaf, diriku masih level weeaboo, jadi belum tahu apa2, hehe ^^

          • Haruhi

            S itu Sadist. hahaha.. wah sipp bangey ya artikelnya Vencent. ditunggu artikel berikutnya. 😀

          • Vencent Livano

            Sadist? Ndak sampe segitunya kalii…

            Waa… sankyuu nee 🙂 artikelku ndak sebagus itu kok XD

            Untuk artikel berikutnya agak lama, topik uda banyak, tinggal cari wkt nulisnya aja T-T, krn diriku masih sibuk audisi reporter di Waku Waku Japan, doain menang yaa XD

          • merumeru

            Cie audisi reporter cie~
            頑張ってください~♬

          • Haruhi

            hahaha, oke oke. gomenne~
            bagus sekali ya Vencent, amazing. hehe ^^
            eehh?? ikut audisinya ternyata? sugoi ne~
            sipp deh ditunggu artikel berikutnya. otanoshimini~ >.<

          • Haruhi

            Moga menang deh Vencent san.. XD

    • Nisa

      Human Chair… Ceritanya memuat pesan yang sangat sensual dan obsesif, tapi justru menambah kesan seramnya.

      • Haruhi

        O.o sereemmm bgt kayaknya.. wah baca tuh Human Chair siang kalo ya beraninya. hahaha. ogah klo malem malem baca gituan.. wkwkkwkw udah baca juga Nisa?? XD

  • Nisa

    “Tidak ada yang istimewa dari manga ini”? Seri Souichi itu salah satu serial Junji Ito yang paling menarik lho. Walaupun nggak menang award bukan berarti tidak istimewa kan…

    Sebetulnya daripada Junji Ito, Kazuo Umezu lebih pas disebut Master Horror Manga. Karya – karyanya bukan hanya banyak, menarik, penuh teror tapi juga punya makna mendalam dan menjadi panutan banyak komikus termasuk Junji Ito sendiri.