Mengenal Fenomena Cosplay

Siapa tidak kenal cosplay? Budaya pop yang tengah menjadi hobi baru bagi kalangan anak muda Indonesia. Sebuah hobi yang positif dimana memadukan unsur kreatifitas dalam membuat kostum dan propertinya hingga teknik seni khusus untuk membuat sang karakter hidup. Tentu saja fenomena ini sangat membantu generasi muda agar terhindar dari pergaulan bebas dan narkoba.

Menurut catatan wikipedia, cosplay atau  (コスプレ Kosupure) merupakan istilah Inggris buatan Jepang yang disebut wasei-eigo. Kata cosplay sendiri adalah gabungan dari dua kata yaitu “costume” dan “play”. Cosplay sudah eksis di Amerika sejak 1960 dan mulai menyebar ketika legenda film Star Trek menjadi hits kala itu. Di sisi lain, cosplay baru menjadi tradisi di Jepang sejak tahun 1978. Saat itu digelarlah sebuah konvensi fiksi ilmiah yang diberi nama Nihon SF Taikai ke-17 di Ashinoko, Prefektur Kanagawa. Saat itu, kritikus fiksi ilmiah, Mari Kotani, menghadiri konvensi dengan berkostum ala tokoh cerita “A Fighting Man of Mars” karya Edgar Rice Burroughs. Sejak saat itu, cosplay mulai menjadi tradisi dalam acara tersebut. Sehingga pada konvensi yang ke-19 mulai banyak orang-orang yang bercosplay menjadi Superman dan karakter-karakter lainnya. Hal ini ternyata memancing sejumlah media untuk menyebarkan virus ini. Pada tahun 1980, majalah Fanroad memuat artikel yang mengatakan bahwa ada sekelompok anak muda bernama “Tominoko-zoku” di daerah Harajuku yang mengenakan kostum Gundam. Dari sinilah, virus cosplay akhirnya menyebar sangat pesat di Jepang hingga saat ini.

Iron Man by Ken Chutaicho (http://worldcosplay.net/member/117171)
Iron Man by Ken Chutaicho (http://worldcosplay.net/member/117171)
Nakigitsune by YUEGENE (http://worldcosplay.net/member/yuegene)
Nakigitsune by YUEGENE (http://worldcosplay.net/member/yuegene)

Lalu bagaimana dengan cosplay di Indonesia? Cosplay di Indonesia sendiri merupakan imbas dari ekspansi budaya Jepang pada awal tahun 90-an. Hal ini menyebabkan maraknya anak muda berkostum ala karakter-karakter komik ataupun kartun Jepang daripada Amerika. Namun, seiring berjalannya waktu, karakter-karakter Amerika mulai dicosplaykan, seperti Spiderman, Batman dan sebagainya. Konvensi-konvensi komik di Indonesia juga memberikan sumbangsih dalam mempopulerkan komik dan budaya cosplay di Indonesia. Tersebutlah seperti Bunkasai di universitas-universitas, dan event-event dan lomba cosplay buatan swasta seperti Hellofest, Ennichisai hingga Anime Festival Asia.

Nozomi Tojo by Mirei (http://worldcosplay.net/member/139374)
Nozomi Tojo by Mirei (http://worldcosplay.net/member/139374)

Masyarakat Indonesia, kini telah akrab dengan cosplay. Hal ini juga memancing anak muda Indonesia untuk terus mencoba berkreatifitas dalam cosplay. Pada dasarnya, cosplay memang membutuhkan keterampilan dalam berkreasi. Memadukan berbagai bahan, membuatnya menjadi suatu kostum utuh dan memamerkannya ke ruang publik. Namun, cosplay juga merupakan sebuah kreasi yang membutuhkan modal yang tidak sedikit. Lebih lanjut, cosplay telah menjadi aktifitas yang sangat positif bagi generasi muda saat ini dan dapat menghindarkan generasi muda dari bahaya pergaulan bebas dan obat-obatan terlarang. Nah, apa kamu juga bercosplay?